•Juni 6, 2009 • 2 Komentar

souvenir pernikahan buku saku yg cantik, unik, berkesan dan berpahala, ^-^

•Januari 14, 2012 • 1 Komentar

Souvenir pernikahan berupa buku saku yg cantik, unik, berkesan dan berpahala tentunya…Berisi materi doa Hisnul Muslim karya Syaikh Said bin Wahf al-Qohthoni.
Spesial, soalnya ada tercantum nama mempelai pengantin, baik di cover maupun di setiap halaman buku. Harga: 3000,-/buku. Minimal order: 500 buah. Free ongkos kirim utk wilayah Jawa. Bonus plastik.

Pemesanan: 0818258753, 081567840504

Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya

•Januari 14, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

قال البجيرمي: وفي البكارة ثلاث فوائد:

Al Bijairumi mengatakan, “Menikahi bikr atau gadis itu memiliki tiga manfaat sebagai berikut:

إحداها أن تحب الزوج الاول وتألفه، والطباع مجبولة على الانس بأول مأولف، وأما التي مارست الرجال فربما لا ترضى ببعض الاوصاف التي تخالف ما ألفته فتكره الزوج الثاني.

Pertama, dia akan mencintai dan akrab dengan suaminya yang pertama. Manusia memiliki karakter untuk merasa nyaman dengan hal pertama kali yang dia kenal. Sedangkan wanita yang telah berpengalaman dengan banyak laki-laki maka boleh jadi dia tidak suka dengan sebuah sifat atau perilaku yang berbeda dengan perilaku yang telah biasa dia terima akhirnya dia kurang suka dengan suami yang kedua.

الفائدة الثانية أن ذلك أكمل في مودته لها.

Kedua, memiliki istri gadis untuk menjadi sebab suami memiliki cinta yang lebih sempurna kepadanya

الثالثة: لا تحن إلا للزوج الاول.

Ketiga, seorang gadis tidak akan kangen dan terkenang kecuali kepada pasangan yang pertama.

ولبعضهم: نقل فؤادك حيث شئت من الهوى # ما الحب إلا للحبيب الاول

Seorang penyair mengatakan,
Tambatkan hatimu pada siapa saja yang kau sukai
Tidaklah cinta kecuali pada lelaki pertama yang kau cintai

كم منزل في الارض يألفه الفتى # وحنينه أبدا لاول منزل ؟ اه.

Betapa banyak tempat yang pernah disinggahi
Rasa kangen hanyalah pada tempat yang pertama kali”.

Sekian kutipan dari perkataan al Baijuri. ”
[Hasyiyah I’anah al Thalibin juz 3 hal 271, karya Sayyid Muhammad Syatho cetakan al Haramain]

Jika kita bawa penjelasan di atas kepada realita sekeliling kita, bisa kita simpulkan bahwa bikr atau gadis yang dimaksudkan oleh para ulama sebagai wanita yang dianjurkan untuk dinikahi bukanlah sembarang gadis alias asalkan masih perawan namun gadis yang belum pernah tersentuh atau terjamah laki-laki dengan bahasa lain belum pernah jatuh ke dalam dekapan laki-laki yang pernah menempati ruangan khusus dalam hatinya. Itulah –meminjam istilah dari Abu Muhammad al Ashri– gadis “culun” yang belum pernah mengenal pacar dan pacaran apalagi malah pernah menjadi playgirl. Sungguh beruntung laki-laki yang mendapatkannya.

Artikel www.ustadzaris.com

Waspadai Kamera Tersembunyi dan Cermin 2 Arah!

•Oktober 13, 2011 • 7 Komentar

Oleh: Sukpandiar Idris Advokat As-salafy

* Bagaimana Mendeteksi Kamera Tersembunyi di Ruang/Kamar Pas?

Di depan ruang/kamar pas ambil ponsel Anda dan pastikan bahwa ponsel dapat melakukan panggilan … Lalu masuk ke dalam, ambil ponsel Anda dan lakukan panggilan lagi.. Jika anda tidak dapat melakukan panggilan, Berarti ada kamera tersembunyi ..!!! Hal ini disebabkan oleh pengaruh gangguan kamera pada kabel serat optik ponsel selama transfer sinyal.

Silakan teruskan pesan ini ke teman Anda agar publik tahu masalah ini… Untuk mencegah para wanita yang tidak berdosa dari KAMERA TERSEMBUNYI.

* Kamera lubang jarum yg terdapat di Kamar Ganti Pxxxx Mxxx Axxx (Bxx Bxxxx), atau Pusat Belanja?

Beberapa hari yang lalu, saya menerima pesan teks: “Harap jangan menggunakan ruang/ kamar pas Pxxxx Mxxx Axxx (Bxx Bxxxx); ada kamera lubang jarum untuk membuat MMS [Layanan Pesan Multimedia] yang menampilkan foto/ video curian gadis-gadis muda yang sedang berganti pakaian”.

Jadi, tolong sebarkan ini kepada semua gadis. Juga kepada semua laki-laki yang memiliki saudara perempuan dan teman perempuan..”

Jangan malu dalam meneruskan pesan ini. Karena ini menyangkut perlindungan kehormatan semua gadis & wanita pada umumnya.

* Bagaimana mendeteksi keberadaan CERMIN 2-ARAH?

Ketika kita mengunjungi toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti, dll, berapa banyak dari Anda yang tahu pasti bahwa cermin yang tampaknya biasa tergantung di dinding adalah cermin nyata, atau sebenarnya cermin 2-arah (mereka dapat melihat Anda ,tetapi Anda tidak dapat melihat mereka).

Ada banyak kasus orang memasang cermin 2-arah di ruang ganti perempuan atau kamar mandi atau kamar tidur.

Sangat sulit untuk mengidentifikasi cermin tsb. dengan hanya melihat permukaannya. Jadi, bagaimana kita menentukan dengan pasti jenis Cermin yang sedang kita lihat? LAKUKAN TES SEDERHANA INI: Tempatkan ujung kuku Anda ke permukaan cermin dan jika ada JARAK antara kuku anda dan BAYANGAN kuku, maka itu adalah cermin ASLI. Namun, jika kuku Anda LANGSUNG menyentuh gambar kuku Anda, maka WASPADALAH, ITU adalah CERMIN 2- ARAH..!! (Mungkin ada seseorang yang melihat Anda dari sisi lain).

Jadi ingat, setiap kali Anda melihat cermin, lakukan “tes kuku jari.” Ini tidak dikenakan biaya apapun. Hal ini mudah untuk dilakukan. Ini hal yang sangat baik untuk dilakukan.

Alasan adanya jarak pada cermin nyata, adalah karena kertas perak yang terdapat di bagian belakang kaca. Sedangkan pada cermin dua arah, kertas peraknya terdapat pada permukaan kaca. Ingatlah baik-baik..!

Pastikan dan periksa ini setiap kali Anda masuk di kamar hotel atau ruangan yang menyediakan cermin. Bagikanlah kepada saudara perempuan Anda, istri, putri, teman, kolega, dsb.

Sampaikan pesan ini ke semua teman yang bisa dikontak. Semoga bermanfaat. :)

(Qobla An Ansa)

laporan dari reporter kami

Al-Imam At-Tirmidzi  dalam Sunan-nya (no. 1173) berkata, “Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ashim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Muwarriq, dari Abul Ahwash, dari Abdullah ibnu Mas’ud, dari Nabi  shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3109, dan Al-Irwa’ no. 273. Dishahihkan pula oleh Al-Imam Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i t dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Yang namanya aurat berarti membuat malu bila terlihat orang lain hingga perlu ditutupi dan dijaga dengan baik. Karena wanita itu aurat, berarti mengundang malu bila sampai terlihat lelaki yang bukan mahramnya. (Tuhfatul Ahwadzi, Kitab Ar-Radha’, bab ke-18)

Sehingga tetap tinggal di dalam rumah itu lebih baik bagi si wanita, lebih menutupi dirinya dan lebih jauh dari fitnah (godaan/gangguan). Bila ia keluar rumah, setan berambisi untuk menyesatkannya dan menyesatkan orang-orang dengan sebab dirinya. Tidak ada yang selamat dari fitnah ini kecuali orang-orang yang dirahmati Allah l. Yang disyariatkan bagi wanita muslimah yang beriman kepada Allah  dan hari akhir adalah tinggal di dalam rumahnya tanpa keluar kecuali bila ada kebutuhan, dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dan tidak memakai perhiasan berikut wangi-wangian, dalam rangka mengamalkan firman Allah:

“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliah yang awal.” (Al-Ahzab: 33)

“Apabila kalian meminta sesuatu keperluan kepada mereka maka mintalah dari balik hijab/ tabir, yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (Al-Ahzab: 53)

Bila wanita tidak mengamalkan tuntunan syariat yang suci ini, ia akan jatuh dalam jeratan dan perangkap para lelaki yang fasik dan pendosa. Terlebih lagi bila keluarnya itu menuju ke pasar, mal, tempat rekreasi, dan tempat-tempat keramaian yang di situ terjadi ikhtilath (campur baur lelaki dan wanita). Alangkah banyaknya wanita seperti itu di zaman ini. Demikian keterangan dari Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wAl-Ifta’, fatwa no. 19930, yang ketika itu masih diketuai oleh Samahatusy Syaikh Ibnu Baz.

Kisah Pemburu Cinta

•September 27, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا يُقَالُ لَهُ مُغِيثٌ كَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَيْهِ يَطُوفُ خَلْفَهَا يَبْكِى ، وَدُمُوعُهُ تَسِيلُ عَلَى لِحْيَتِهِ ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – لِعَبَّاسٍ « يَا عَبَّاسُ أَلاَ تَعْجَبُ مِنْ حُبِّ مُغِيثٍ بَرِيرَةَ ، وَمِنْ بُغْضِ بَرِيرَةَ مُغِيثًا » . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لَوْ رَاجَعْتِهِ » . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَأْمُرُنِى قَالَ « إِنَّمَا أَنَا أَشْفَعُ » . قَالَتْ لاَ حَاجَةَ لِى فِيهِ

Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas sesungguhnya suami Barirah adalah seorang budak yang bernama Mughits. Aku ingat bagaimana Mughits mengikuti Barirah kemana dia pergi sambil menangis (karena mengharapkan cinta Barirah, pent). Air matanya mengalir membasahi jenggotnya. Nabi bersabda kepada pamannya, Abbas, “Wahai Abbas, tidakkah engkau heran betapa besar rasa cinta Mughits kepada Barirah namun betapa besar pula kebencian Barirah kepada Mughits.” Nabi bersabda kepada Barirah, “Andai engkau mau kembali kepada Mughits?!” Barirah mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau memerintahkanku?” Nabi bersabda, “Aku hanya ingin menjadi perantara.” Barirah mengatakan, “Aku sudah tidak lagi membutuhkannya” (HR. Bukhari no. 5283)

فَأَعْتَقْتُهَا ، فَدَعَاهَا النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فَخَيَّرَهَا مِنْ زَوْجِهَا فَقَالَتْ لَوْ أَعْطَانِى كَذَا وَكَذَا مَا ثَبَتُّ عِنْدَهُ . فَاخْتَارَتْ نَفْسَهَا

“Setelah membeli seorang budak bernama Barirah, Aisyah memerdekannya. Setelah merdeka, Nabi memanggil Barirah lalu memberikan hak pilih kepada Barirah antara tetap menjadi istri Mughits atau berpisah dari suaminya yang masih berstatus budak.
Barirah mengatakan, “Walau Mughits memberiku sekian banyak harta aku tidak mau menjadi isterinya”. Barirah memilih untuk tidak lagi bersama suaminya.” (HR. Bukhari no. 2536 dari Aisyah).

Dua hadits di atas mengisahkan seorang budak wanita yang bernama Barirah. Semasa dia menjadi budak, dia memiliki seorang suami yang juga seorang budak. Jadi suami istri adalah sama-sama budak. Suatu ketika pada tahun sembilan atau sepuluh Hijriyah, Aisyah membeli Barirah dari pemiliknya. Setelah menjadi miliknya, Aisyah memerdekakan Barirah dari perbudakan dan ketika itu suami Barirah yaitu Mughits masih berstatus sebagai budak. Jika seorang budak wanita yang memiliki suami itu merdeka maka dia memiliki hak pilih antara tetap menjadi istri dari suami yang masih berstatus sebagai budak ataukah berpisah dari suami yang lama untuk mencari suami yang baru. Oleh karena itu setelah merdeka, Nabi memanggil Barirah dan menyampaikan adanya hak ini kepadanya. Ternyata Barirah memilih untuk berpisah dari suaminya. Selama rentang waktu untuk memilih inilah, Mughits selalu membuntuti kemana saja Barirah pergi. Mughits berjalan di belakang Barirah sambil berurai air mata bahkan air mata pun sampai membasahi jenggotnya karena demikian derasnya air mata tersebut keluar. Ini semua dia lakukan dalam rangka mengharap iba dan belas kasihan Barirah sehingga tetap memilih untuk bersama Mughits. Kondisi ini pun membuat Nabi merasa iba. Sampai-sampai beliau memberi saran dan masukan kepada Barirah agar kembali saja kepada Mughits, suaminya. Namun Barirah adalah seorang wanita yang cerdas. Beliau tahu bahwa saran Nabi itu status hukumnya berbeda dengan perintah Nabi. Oleh karenanya, Barirah bertanya kepada Nabi apakah yang Nabi sampaikan itu sekedar saran ataukah perintah seorang Nabi kepada salah satu umatnya yang wajib ditaati apapun kondisinya. Setelah Nabi menjelaskan bahwa yang Nabi sampaikan hanya sekedar saran maka Barirah menegaskan bahwa dia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk kembali kepada Mughits.

Petikan pelajaran:

  • Budak itu tidak sekufu alias setara dalam pernikahan dengan orang merdeka. Oleh karena itu, Barirah memiliki hak untuk memilih antara tetap bersama Mughits ataukah berpisah untuk mencari suami yang lain.
  • Para sahabat Nabi itu memelihara jenggotnya. Di antara mereka adalah Mughits sehingga dikatakan bahwa air mata Mughits itu membasahi jenggotnya. Sehingga orang yang demikian benci dengan jenggotnya sampai-sampai dikerok secara berkala adalah orang yang tidak mau meneladani para sahabat Nabi dalam masalah ini bahkan tergolong tidak mau taat kepada Nabi yang memerintahkan umatnya untuk memilhara jenggot. Seorang laki-laki itu akan semakin gagah dan berwibawa mana kala memelihara jenggot. Dikatakan bahwa Abu Hurairah suatu ketika pernah berkata,

إن يمين ملائكة السماء والذي زين الرجال باللحى والنساء بالذوائب

“Sesungguhnya ucapan sumpah para malaikat yang ada di langit adalah kalimat demi zat yang menjadikan seorang pria itu makin tampan dengan jenggot dan menjadikan perempuan semakin menawan dengan jalinan rambut” (Tarikh Dimasyq karya Ibnu ‘Asakir tahqiq Abu Said Umar bin Gharamah al ‘Amrawi, juz 36 hal 343, terbitan Darul Fikr Beirut tahun 1416 H)

  • Saran atau nasihat Nabi itu berbeda dengan perintahnya. Saran Nabi untuk person tertentu itu hasil finalnya kembali kepada pilihan person tersebut. Sedangkan perintah Nabi itu adalah sesuatu yang harus ditaati tanpa ada pilihan yang lain.

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (51)

Yang artinya, “Sesungguhnya perkataan orang-orang yang beriman, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memberi keputusan hukum di antara mereka ialah ucapan, “Kami mendengar, dan Kami patuh”. Dan hanya merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nuur:51).

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا (36)

Yang artinya, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. al Ahzab:36)

  • Kisah di atas menunjukkan bahwa cinta itu terkadang bertepuk sebelah tangan. Dalam kisah di atas nampak sekali besarnya rasa cinta Mughits kepada Barirah namun Barirah demikian benci kepada Mughits.
    Cinta itu tidak harus memiliki. Terkadang rasa cinta tidak harus berujung dengan pernikahan yang langgeng. Lihatlah kandasnya cinta Mughits dan sebuah kenyataan pahit harus ditelan oleh Mughits yaitu tidak bisa lagi memiliki Barirah.
  • Kisah di atas juga menunjukkan bahwa cinta yang over dosis itu bisa menghilangkan rasa malu sehingga menyebabkan pelakunya melakukan berbagai hal yang sebenarnya memalukan.

Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S, M.A.

Cek IMEI Untuk Mengetahui Kualitas Hape Kita

•Juni 12, 2011 • 1 Komentar

Apasih  IMEI?
IMEI atau Internasional Mobile Equipment Identity merupakan barisan nomor unik untuk mengidentifikasi ponsel GSM, WCDMA, dan iDEN serta beberapa telepon satelit lainnnya paham kan sekarang mah apa itu IMEI.

Dan ternyata IMEI selain untuk membedakan dari yang lainya ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk mengecek kualitas sebuah handphone bagus atau tidaknya.  Berikut caranya:

* Saat dalam keadaan standby, ketik *#06#
* Kemudian setelah mengetikkan kode tersebut, akan muncul barisan nomor IMEI.

Selanjutnya, dari barisan nomor seri tersebut lihat nomor yang berada ditengah kode tersebut (Misalnya pada hape Sony Ericsson: IMEI 3XXXXXXX-XXXXXX-X-XX). Kemudian pada baris angka ketujuh dan kedelapan, kita dapat mengetahui  dimana ponsel dibuat dan bagaimana kualitas dari ponsel tersebut.
Berikut beberapa keterangan nomor seri IMEI:

  • Jika angka ketujuh dan kedelapan adalah 02 atau 20, artinya ponsel dibuat di Asia dan itu berarti kualitasnya jelek.
  • Jika angka ketujuh dan kedelapan adalah 08 atau 80, artinya ponsel dibuat di Jerman dan itu berarti kualitasnya biasa saja (tidak baik, tidak jelek).
  • Jika angka ketujuh dan kedelapan adalah 01 atau 10, artinya ponsel dibuat di Finlandia dan itu berarti kualitasnya bagus.
  • Jika angka ketujuh dan kedelapan adalah 00, artinya ponsel dibuat di Perancis dan itu berarti kualitasnya sangat bagus.

Nah, kalo hape kamu imei-nya ngga ada dari salah satu yg diatas, berarti hp kamu bodongan, nggak jelas. alias abal-abal..

Nasehat Hati

•Januari 20, 2011 • 10 Komentar

Duhai hati..

Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??

Duhai hati..

Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau diamnya mereka tak dapat membuahkan hasil apapun bagi kehidupannya. Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan, akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??

Duhai hati..

Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau lengah..

Duhai hati..

Capeknya dirimu menghadapi segala permasalahan yang engkau temui di sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam tiap doanya meski kau tak pernah tahu.

Duhai hati..

Seorang ustadz pernah menyampaikan, jika tak senang dengan sepatumu yang lusuh, ingatlah mereka yang tak berkaki namun tak mengeluh. Semoga kita selalu dapat mengingatnya duhai hati.. Seberapa letih, lelah, dan sakitnya engkau.. Masih ada orang-orang yang merasakan itu lebih dari kita tetapi mereka tetap tak mengeluh.. Ada saja cara mereka untuk menyemangati diri.. Ada saja sugesti untuk membuat diri mereka semangat.. Ada saja pemikiran positif yang mereka punya hingga mereka tetap bersemangat.. Ada saja cita-cita yang ingin mereka gapai hingga semangat itu tetap terpatri di dada mereka..

Duhai hati..

Tetaplah istiqamah..

Walau itu berat bagimu..

Percayalah kau mampu menjalaninya..

Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..

Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..

Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..

Karena kau adalah mutiara di lautan..

Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..

Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..

Izinkan Aku Jadi Bagian Cinta Suamimu (Kisah Nyata Poligami 2)

•Januari 20, 2011 • 7 Komentar

Aku, seorang akhwat periang (setidaknya, begitulah yang tampak dari luar), berusia 22 tahun. Hidupku penuh dengan kesedihan, sejak kecil sampai tumbuh besar jarang ku kecap bahagia. Tapi ku kelabui dunia dengan sosok ku yang ceria dan penuh canda. Seringkali teman-temanku bertanya, “ya ukhty, bagaimana caranya supaya tidak pernah sedih seperti anti?”, hanya senyum yg bisa ku beri untuk menjawab pertanyaan yang sesungguhnya pun ingin ku tanyakan pada mereka yang hidupnya bahagia tanpa cela. Tapi sudahlah, tak kan ku ceritakan kisah sedih masa kecilku, ku hanya akan mengisahkan pencarianku akan bahagia.

2 tahun lalu, tepatnya saat usiaku 20 tahun, aku mulai berfikir untuk melepas kesendirian, ku utarakan niatku pada seorang akhwat senior yang memang sudah beberapa kali menawariku untuk “ta’aruf” dengan beberapa ikhwan yang semuanya ku tolak karena berbagai alasan. Sampai ku mengenalnya, lewat sebuah situs pertemanan. Dia, Ubaid (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di timur tengah. Sosoknya yang begitu dewasa, santun, lagi berilmu. Segala yang ku cari ada padanya. Sayangnya, dia sudah beristri dan memiliki seorang anak. Ku tepis hasratku untuk mengenalnya lebih jauh.

Hari demi hari, entah kenapa aku semakin kagum padanya. Walau belum pernah bertatap muka, tapi diskusi kami lewat “chat”, kedalaman ilmunya, keindahan susunan kata2nya, sungguh meninggalkan kesan yang begitu dalam di hatiku. Aku mulai jatuh hati padanya. Ubaid, pria beristri itu!

Ternyata rasa-ku tak bertepuk sebelah tangan. Hari selanjutnya ia menelponku, dan Ia menanyakan pandanganku tentang polygamy. Tentu aku menjawab bahwa polygamy adalah sunnah. Sunnah yang di benci kebanyakan orang. Oleh sebab itu, aku kagum pada mereka yang bisa menjalankannya. Pada akhwat2 tangguh yang mampu mengalahkan egoisme dan “hati”nya untuk berbagi orang yang paling di cintainya. Bukankah tak akan sempurna iman seseorang sampai Ia mampu memberikan pada saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri? Blah blah blah, panjang lebar penjelasanku saat itu. Ubaid mendengarkan, lalu berkata : “‎‎ما شاء الله, seandainya semua istri berfikiran seperti anti”. “Maukah anti menjadi permaisuri ke-2 di istana ku?”

Semburat jingga langit sore itu menjadi saksi bahagiaku mendengar permintaannya. Tapi syukurlah logika-ku masih berjalan. Ku katakan padanya “bagaimana mungkin antum meminta ana menjadi istri antum sedangkan bagaimana rupa ana-pun antum belum tau? Juga bagaimana nanti respon keluarga ana dan keluarga antum, mungkinkah mereka akan menerima?” Dia hanya diam. Lalu ku tanya “Apakah istri antum mengetahui, antum ingin berta’addud?” Dia menjawab “Tidak, tapi pemahamannya sudah baik, insya Allah istri ana akan menerima”. Tersenyum aku mendengarnya. Lalu kami sudahi percakapan sore itu.

♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡

“Lebih baik kamu ga usah nikah selamanya daripada jadi istri ke-2!”Teriak ibuku, saat ku tanyakan pendapatnya tentang polygamy. Padahal aku belum menanyakan bagaimana pendapatnya jika akulah perempuan yang dipolygamy itu.

Ku utarakan keberatan ibuku kepada Ubaid. Ibuku memang sering melihat contoh polygamy orang-orang tidak berilmu yang hanya mengedepankan nafsu. Itu sebabnya beliau begitu menentangnya. Walau berpuluh kali ku katakan pada ibuku bahwa polygamy yang di dasari ilmu dan ketakwaan pada Allah tentu akan berbeda cerita.

Ubaid memintaku untuk terus mendakwahi ibuku sampai beliau mau menerima syariat ta’addud. Diapun melakukan hal yang sama pada istrinya. Meyakinkannya untuk rela berbagi denganku.

Pelan namun pasti, ibuku akhirnya luluh. Beliau tidak lagi mencaci pelaku polygamy, apalagi setelah ku terangkan tentang hukum menolak syari’at atau mengingkari ayat AlQuran. Begitulah ibuku, menentang di awal, kamudian luluh setelah hujjah di tegakan. ‎الحمد لله . Semoga beliau selalu dalam lindungan dan rahmat-NYA.

Kusampaikan kabar gembira itu pada ubaid lewat sebuah pesan singkat. Dibalasnya dengan “alhamdulillaah, insya Allah liburan musim panas ini, ana akan menikahi anti”. Senang hatiku tak terkira.

4bulan masa penantian terasa begitu lamaaaa.. Tertatih menjaga hati.. Karena memang cara ta’aruf kami tidak sepenuhnya benar.. Kami sering berkomunikasi lewat chat, telpon, dan sms.. Astaghfirullaah..

♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡

Hari yang dinanti pun tiba. Ubaid pulang ke Indonesia. Sendiri. Tidak dengan anak istrinya. Pertemuan pertama, semua masih terasa sempurna. Begitupun saat dia meminangku pada kedua orangtuaku. Sosoknya yang “charming” membuat orangtuaku seolah lupa dengan statusnya yang sudah menikah dan memiliki seorang anak. Hingga diakhir pertemuan itu seorang kerabat mengingatkan. Karena ubaid meyakinkan bahwa pernikahan kami atas izin dan restu istri pertamanya, orang tuaku akhirnya menyerahkan segala keputusan kepadaku. Tentu saja aku menerimanya. Dengan hati berbunga!

Ikhwan nan lucu, cerdas, berilmu dan tampan itu, akan menjadi suamiku! Gadis mana yang tak bahagia dipinang pria sepertinya?

setelah tanggal disepakati, Ubaid pamit untuk pulang ke kampung halaman dan menjemput orangtuanya. Dia akan kembali lagi bulan depan karena banyak jadwal mengisi kajian di kampung halamannya selama liburan musim panas.

Pada tanggal yang disepakati, ubaid datang ke rumah. Tapi tidak dengan orang tuanya. Karena ternyata orang tuanya tidak merestui rencana pernikahan kami. Orangtua ku pun tidak akan merestui jika pernikahan ini tidak mendapat restu dari keluarga ubaid. Buyar sudah rencana kami untuk menikah. Karena ubaid tidak juga mendapat restu orang tuanya sampai masa liburannya berakhir. Dia kembali ke timur tengah untuk melanjutkan study, dan tentu saja untuk kembali pada istri dan anaknya. Cemburu kah aku? Ah.. Aku bahkan tak berhak sedikitpun untuk cemburu!

Aku hanya bisa menangis dan menangis. Ingin melupakannya saja, tapi rasa untuknya sudah terhujam sedemikian dalam. Astaghfirullaah. Ampuni aku ya Allaah.

♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡

Ubaid memintaku untuk menunggu. Dia berjanji akan menikahiku musim panas tahun depan. Aku yang dungu pun menunggu!! Setahun berlalu, beberapa proposal taaruf sudah ku tolak dengan alasan “sudah ada calon”. Intensitas komunikasiku dengan ubaid sudah jauh berkurang. Selain karena kesibukannya menghadapi ujian, juga demi menjaga hubungan kami agar tidak melewati batas.

Hingga tiba masa yang ku nantikan. Liburan musim panas tahun berikutnya! Ubaid pulang ke indonesia dengan istri dan 2 anaknya! Ya, DUA anaknya. ternyata istrinya baru saja melahirkan anak kedua mereka.

Ku nantikan janjinya. Pekan pertama, kedua, dan ketiga. Saatnya Ubaid datang dan menikahiku! Tapi tak ada kabar darinya! Ku telpon seorang akhwat temanku yang juga adalah tetangganya. temanku mengabarkan, ubaid sedang menjaga istrinya di Rumah Sakit! Ternyata pekan lalu, istrinya mencoba bunuh diri dan mengancam akan membunuh bayinya setelah mengetahui rencana pernikahan kami! Allahul musta’an

Saat itu juga ku mantapkan niatku untuk mengakhiri semuanya. Walau sedikit terlambat! Ternyata Ubaid tidak pernah menyatakan niatnya menikahiku kepada istrinya, dia berencana melakukannya diam-diam. Dan dia juga tidak pernah memberitahuku bahwa istrinya mengidap depresi berat.

Singkat kata, aku menyiakan 1,5 tahun usiaku untuk menunggu seseorang yang tak layak kutunggu!

♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡ ♥ ♡

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah fulanah diatas?

Poligamy memang adalah sunnah yang sangat mulia. Apalagi sunnah yang 1 ini seringkali di anak tirikan bahkan oleh umat muslim sendiri. Jadi tak perlu lagi di ragukan atau di perdebatkan tentang hukum dan keutamaannya.

Justru yang patut kita soroti adalah adab “calon” pelaku poligamy.

Betapa sering kita jumpai kisah seperti diatas walau mungkin tidak sedramatis itu? Betapa banyak wanita-wanita yang harus “patah hati” karena merasa di permainkan oleh “calon pelaku poligamy”? Setelah menabung harap, ternyata si ikhwan hanya “coba-coba”. Ternyata ia belum benar-benar siap dan belum “menyiapkan” keluarganya.

So, bapak-bapak, kl mau nikah lagi yang wise ya. Jangan grusa grusu cari akhwat dulu kalau belum benar2 siap dan sanggup bersikap “jantan” menghadapi semua rintangan :D .

Walaupun izin dan restu istri/keluarga tidak wajib ada, tapi setidaknya akan mengurangi banyak hal tidak menyenangkan di kemudian hari. Kalaupun mau lanjut tanpa izin dan restu keluarga, silahkan saja, asal mampu menanggung segala resiko dan akibatnya. Jangan malah lari ditengah jalan, sementara ada akhwat yang menangis karena terlalu awal menabung harap.

Untuk saudari-saudari ku tercinta diluar sana, jangan gampang “main hati”.. Buang jauh2 rasa cinta dan sejenisnya sampai akad sudah terucap.. selain menghindarkan diri dari dosa juga menghindarkan diri dari sakit hati insya Allah.. :D

______________________________

Kisah ini adalah sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh seorang akhwat. Sengaja diceritakan dengan gaya penulisan orang pertama agar lebih mudah dipahami. mohon maaf jika tampak seperti fiksi, tapi cerita yang saya tuliskan sudah di approved oleh pelaku dalam kisah ini. Saya tunggu saran dan kritik teman-teman. insya Allah semoga bisa lebih baik ke depannya.

-Tiara Alkatiri- 20/01/2010 05:11am

http://tiara85.blogspot.com/2011/01/kisah-nyata-tentang-polygamy-silahkan.html

Souvenir Pernikahan Buku Doa Harian

•November 27, 2010 • 6 Komentar

 

Buku Souvenir Pernikahan Ukhti Yani & Akh. Bambang

Souvenir pernikahan berupa buku saku yg cantik, unik, berkesan dan berpahala tentunya…Berisi materi doa Hisnul Muslim karya Syaikh Said bin Wahf al-Qohthoni.
Spesial, soalnya ada tercantum nama mempelai pengantin, baik di cover maupun di setiap halaman buku.

Harga 3000/buku. Minimal order: 500 buah. Free ongkos kirim utk wilayah Jawa. Bonus plastik.

Pemesanan: 0818258753, 081567840504

Menyoal Kehalalan Obat

•November 1, 2010 • 1 Komentar

Seorang dokter spesialis jantung di Surabaya mendapatkan komplain dari pasiennya. “Pak dokter ini gimana sih! Obat yang rutin pak dokter suntikkan kepada saya itu ‘kan terbuat dari babi,” si pasien mengungkapkan kegusarannya. “Darimana bapak mengetahuinya? Pak dokter balik bertanya. “Ini saya lihat di keterangan kandungan obat. Jelas disitu dicantumkan berasal dari babi,” si pasien menunjukkan kemasan obat yang telah dipergunakan.
Pasien penderita penyakit jantung itu telah lama dirawat dan menjalani terapi injeksi heparin, sebuah obat anti penggumpalan darah yang berfungsi mencegah terjadinya stroke. Dokter yang juga muslim, bahkan anak salah satu Ulama besar di Jawa Timur itupun kaget. Selama ini ia tidak menyadari kalau obat yang diberikan kepada pasiennya itu berasal dari babi.
“Kalau saya tahu dari babi, tentu saya akan menolaknya sejak awal, dan akan berusaha mencari alternatifnya. ‘Kan jelas, babi itu tersentuh saja termasuk najis yang berat. Ini malah dimasukkan secara sengaja ke dalam tubuh saya. Jadi gak karu-karuan rasanya!” pasien itu menandaskan keresahan dan kegeramannya.
Walau terjadi di Jawa Timur, peristiwa yang sama tidak menutup kemungkinan juga terjadi di kota lainnya. Misalnya pasien yang harus disuntik insulin ataupun pasien yang mengalami cangkok organ tubuh. Bisa saja obat-obatan tersebut berasal dari babi. Sayangnya infomasi ini tidak pernah disampaikan kepada pasien. Bahkan dokter sendiri masih banyak yang tidak tahu informasi ini.
Memang dalam kondisi tertentu penggunaan obat dari babi ini masih diperdebatkan. Tetapi alangkah indahnya jika pasien pun mendapatkan hak atas informasi tersebut. Keputusan selanjutnya terserah kepada pasien dan keluarganya, apakah mau menggunakan obat tersebut atau tidak.
Istri salah seorang pejabat tinggi di tanah air ini juga pernah mengalami kejadian serupa. Ia harus menjalani operasi katup jantung. Kepadanya diberikan alternatif, apakah akan menggunakan katup jantung dari babi ataukah dari metal. Katup yang berasal dari babi sebenarnya lebih aman dan resiko penolakannya lebih kecil. Namun dengan informasi ini sang pasien lebih memilih yang berasal dari metal. Itulah pilihan berdasarkan keyakinannya, dengan segala resiko yang harus ditanggung. Memang akan jauh lebih adil jika pasien diberikan informasi dan kebebasan memilih, bukan seperti yang terjadi pada kasus pertama.

Bahan Haram
Pada kenyataannya obat-obatan yang beredar memang bepeluang mengandung bahan haram atau najis. Sebut saja contoh Insulin yang bisa berasal dari bahan babi. Selain itu ada Lovenox, obat injeksi untuk anti penggumpalan darah yang menggunakan bahan yang berasal dari babi. Ada pula Cereblyosin yang dibuat dengan bahan dari otak babi. Itu baru satu-dua kasus obat dengan bahan yang berasal atau mengandung unsur dari babi yang diharamkan dalam Islam.
Selain itu, ada beberapa vaksin yang media tumbuhnya berasal dari ginjal kera, juga terkontaminasi dengan enzim tripsin dari babi, seperti vaksin polio, hepatitis, dll. Bagaikan fenomena gunung es, agaknya masih banyak lagi obat-obatan yang menggunakan bahan atau diproses dengan bahan yang mengandung atau tercemar oleh unsur babi. Dan malangnya lagi, banyak dokter, kalangan medis dan farmasi yang tidak menyadari tentang hal yang sangat krusial ini.
Dr. Anna P. Roswiem, wakil direktur LPPOM MUI lebih lanjut menjelaskan, dalam proses pembuatan obat (produk farmasi) sering ditambahkan bahan lain selain bahan aktif obat itu sendiri, yang dikenal dengan nama farmaseutik (bahan pembantu eksipien). Seperti bahan pengemulsi, pensuspensi, pewarna, perasa, mikro enkapsulasi, pelarut, pemanis, pengawet, anti-oksidan, dll. Bahan parmaseutik dalam pembuatan tablet misalnya, adalah magnesium stearat (garam asam lemak), monogliserida (bahan turunan lemak atau minyak), yang mungkin berasal dari lemak atau minyak hewan. Begitu pula vaksin ada yang menggunakan media penumbuhnya berupa ginjal kera dan bahan yang terkontaminasi enzim babi.
Bahkan, menurut Prof. Dr. H. Jurnalis Uddin, PAK dari Universitas YARSI, ada vaksin yang dibuat dengan bahan berasal dari embrio hewan atau manusia, seperti Hepatitis A dan Smallpox. “Maka perlu kajian yang lebih mendalam, apakah hewan itu termasuk yang halal untuk dikonsumsi atau diharamkan, seperti babi itu tadi! Dan walaupun berasal dari hewan yang halal, masih perlu diteliti pula bagaimana proses penyembelihannya? Apakah sesuai dengan syariah atau tidak?”
Dr. Anna yang juga pengajar Biokimia IPB itu menambahkan, “Sedangkan obat didalam kapsul, dimana cangkang kapsul terbuat dari gelatin dan gliserol, perlu kajian yang lebih mendalam tentang kehalalan gliserol itu sendiri yang merupakan hasil hidrolosis lemak atau minyak, selain itu juga kehalalan gelatin yang berpeluang berasal dari tulang atau kulit babi. Meskipun belakangan juga sudah ada produsen yang membuat gelatin dari tulang sapi atau ikan.”
Dari data-data yang dikemukakan, dapat disimpulkan sebagaimana yang disebutkan Prof. Dr. Sugijanto, Apt.M.S., Dosen Fk. Farmasi UNAIR, Surabaya, “Banyak sediaan farmasi yang masih diragukn kehalalannya. Karena bisa berasal dari bahan yang telah jelas haramnya, atau bisa juga diduga mengandung atau terkontaminasi dengan bahan yang haram.”
Pakar farmasi sekaligus pimpinan LPPOM MUI Jawa Timur ini lebih lanjut menjelaskan, bahan aktif obat dan bahan farmaseutik itu banyak yang dibuat dari ekstrak hewan, bahkan tak sedikit pula yang berasal dari ekstrak bagian tubuh manusia, selain yang dibuat secara sintetis dan semi-sintetis kimia serta dari bahan tambang (mineral).
Dengan demikian untuk dua kategori yang disebutkan pertama diatas, status kehalalannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat muslim tentu sangat diragukan, kalau tak hendak dikatakan lebih cenderung kepada haram dan terlarang. Karena yang terbuat dari ekstrak, tidak diketahui apakah berasal dari hewan babi, atau kera yang dilarang agama, ataukah dari hewan yang halal dikonsumsi oleh umat Islam. Kalaupun dari hewan yang halal, harus pula diketahui terlebih dahulu bagaimana proses penyembelihannya, apakah sesuai dengan kaidah syariah atau tidak. Sedangkan untuk obat yang berasal dari ektrak bagian tubuh manusia, para ulama telah bersepakat mengharamkannya, demikian tokoh cendekiawan Muslim Jawa Timur ini menjelaskan secara lebih rinci.
Malangnya lagi, banyak dokter yang merekomendasikan penggunaan obat-obatan yang tidak jelas status kehalalannya itu, walaupun sebagian besar dokter itu juga beragama Islam. Karena mereka tidak mengetahui kandungan bahan yang dipergunakan dalam produksi obat dimaksud. Bahkan ditandaskan oleh Prof. Jurnalis Uddin, yang telah lama menggeluti dunia kedokteran di perguruan tinggi, “Lebih dari 90% dokter tidak mengetahui status kehalalan obat yang diberikan kepada pasien-pasiennya.” Suatu kondisi yang jelas sangat menyedihkan bagi masyarakat muslim yang mayoritas di negeri ini. Itulah yang dialami oleh dokter jantung di Surabaya tadi.
“Ini adalah PR buat kita semua, khususnya bagi kalangan medis dan ahli  farmasi,” demikian lanjut Prof. Jurnalis Udin. Bagaimana umat Islam bisa menemukan alternatif pembuatan obat dan vaksin yang terjamin kehalalannya. Minimal untuk jangka pendek ini, bagaimana para dokter bisa mendapatkan pelatihan mengenai halal dan haram, sehingga bisa menggunakan informasi itu dalam memberikan obat kepada pasien-pasiennya. (hendra-Jurnal Halal)

Sumber: www.halalmui.org

Smadav 8.3

•Oktober 9, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Smadav 2010 Rev. 8.3 : Penambahan database 40 virus baru, pembersihan semua varian virus shortcut, dan banyak fitur baru lainnya..

Smadav 2010 Rev. 8.2 : Penambahan database 80 virus baru, perbaikan false alarm, penambahan teknik heuristik untuk varian virus penginfeksi exe, dan beberapa perbaikan bug lainnya

Smadav 2010 Rev. 8.1 : Penambahan database 100 virus baru, Smadav Virus Scanner Engine terbaru (SmadEngine.dll), dan sudah kompatibel penuh untuk Windows Vista & Windows 7.

Smadav 2010 Rev. 8 dirilis dengan berbagai fitur dan penyempurnaan baru yang dikhususkan untuk pemberantasan virus lokal. Fitur-fitur itu seperti Smad-Behavior yang bisa mengenali virus lokal baru yang belum ada di database Smadav dari tingkah lakunya ketika menginfeksi sistem. Smad-Ray yang bisa melakukan scan flashdisk secara otomatis setelah terpasang hanya dalam waktu maksimum 5 detik. Smadav 2010 lebih stabil dan sangat disarankan untuk digabungkan dengan antivirus internasional karena Smadav hanya bisa menangani virus lokal. Pengebalan flashdisk (menggunakan folder autorun.inf) telah disempurnakan lagi dan sebelumnya akan ada konfirmasi sehingga Anda bisa memutuskan apakah suatu flashdisk ingin dikebalkan atau tidak.

Sebagai informasi, dari sampel-sampel virus yang di-upload pengguna ke situs Smadav.net, penyebaran virus lokal saat ini sudah mulai turun drastis di Indonesia. Mungkin ini dikarenakan sudah banyaknya antivirus lokal yang bisa membasmi virus-virus lokal. Dan juga karena pengguna Windows XP yang sudah berkurang karena sebagian sudah meng-upgrade sistem operasinya menjadi Windows Vista atau Windows 7 yang sangat aman dari infeksi virus khususnya virus lokal. Penyebaran virus di Indonesia lebih banyak didominasi oleh virus dan malware internasional yang tentunya tidak bisa diatasi Smadav. Anda wajib dan sangat disarankan menggunakan antivirus internasional untuk perlindungkan komputer Anda dari virus dan malware internasional ini.

DOWNLOAD SMADAV REV 8.3

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 76 pengikut lainnya.