Bahaya IMUNISASI!
Imunisasi merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Anda mendengar hal ini dari dokter, media masa, brosur di klinik, atau teman-teman Anda. Tetapi, apakah Anda pernah berpikir ulang tentang tujuan imunisasi? Pernahkah anda meniliti lebih lanjut terhadap isu-isu dan cerita mengenai sisi lain imunisasi (yang tidak pernah diinformasikan oleh dokter)? Baiklah, mari kita ikuti lebih lanjut…
Serangkaian imunisasi yang terus digiatkan hingga saat ini oleh pihak-pihak terkait yang katanya demi menjaga kesehatan anak, patut dikritisi lagi baik dari segi kesehatan maupun syariat. Teori pemberian vaksin yang menyatakan bahwa “memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada manusia akan menghasilkan pelindung berupa anti bodi tertentu untuk menahan serangan penyakit yang lebih besar. Benarkah?
Tiga Mitos Menyesatkan
Vaksin begitu dipercaya sebagai pencegah penyakit. Hal ini tidak terlepas dari adanya 3 mitos yang sengaja disebarkan. Padahal, hal itu berlawanan dengan kenyataan.
effektif melindungi manusia dari penyakit.
Kenyataan: Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.
Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit.
Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.
imunisasi benar-benar aman bagi anak-anak
Yang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres AS membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahwa vaksin dapat menyebabkan luka dan kematian.
Racun dan Najis? Tak Masuk Akal
Apa saja racun yang terkandung dalam vaksin? Beberapa racun dan bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium, Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Sedangkan yang dari hewan biasanya darah kuda dan babi, nanah dari cacar sapi, jaringan otak kelinci, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, serum anak sapi, dan sebagainya. Sungguh, terdapat banyak persamaan antara praktik penyihir zaman dulu dengan pengobatan modern. Keduanya menggunakan organ tubuh manusia dan hewan, kotoran dan racun (informasi ini diambil dari British National Anti-Vaccination league)
Dr. William Hay menyatakan, “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatannya. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ….. (Immunisation:The Reality behind the Myth)
Makhluk Mulia Vs Hewan
Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia merupakan khalifah di bumi, sehingga merupakan ashraful makhluqaat (makhluk termulia). Mengingat keunggulan fisik, kecerdasan, dan jiwa secara hakiki, manusia mengungguli semua ciptaan Allah yang ada. Manusia merupakan makhluk unik yang dilengkapi sistem kekebalan alami yang berpotensi melawan semua mikroba, virus, serta bakteri asing dan berbahaya.
Jika manusia menjalani hidupnya sesuai petunjuk syariat yang berupa perintah dan larangan, kesehatannya akan tetap terjaga dari serangan virus, bakteri, dan kuman penyakit lainnya. Sedangkan orang-orang kafir, mengangap adanya kekurangan dalam diri manusia sebagai ciptaan Allah, sehingga berusaha sekuat tenaga memperkuat sistemn pertahanan tubuh melalui imunisasai yang tercampur najis dan penuh dengan bahaya.
Manusia merupakan makhluk yang punya banyak kelebihan. Terdapat perbedaan yang mencolok antara manusia dengan hewan tingkat rendah. Apa yang dapat diterapkan padanya tidak cocok bagi hewan, demikian juga sebaliknya. Namun, orang-orang atheis menyamakan hewan dengan manusia, sebab mereka menganut teori evolusi manusia melalui kera yang sangat “menggelikan”. Oleh karena itu, mereka percaya bahwa apa yang dimiliki hewan dapat secara aman dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Jadi, sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Logika setan ini adalah menjijikkan menurut Islam.
Imunisasi digembar-gemborkan sebagai suatu bentuk keajaiban pencegahan penyakit, padahal faktanya cara itu tidak lebih hanya sebagai proyek penghasil uang para dokter dan perusahaan farmasi. Dalam kenyataannya, imunisasi lebih banyak menyebabkan bahaya daripada kesehatan. Bahkan, mengacaukan proses-proses alami yang ada dalam ciptaan-Nya. Nah, dengan paparan singkat ini, orang tua mana yang merasa tidak takut untuk memberikan imunisasi pada anaknya? (dsw)
www.missionislam.com/conissues





Salah satu elemen yg membuat sebuah buku menjadi BEST SELLER adalah covernya. Biar terjawab, telp/sms aja ke: 085292111852
Mas Gunawan, Terima kasih atas informasinya. Alangkah baiknya jika uraian di atas didukung dengan referensi yang kuat. Ini khan media internet (bukan media cetak), jadi cobalah untuk memberikan link-link yang mendukung referensi yang anda sebutkan.
Jika anda hanya copy – paste dari situs atau sumber lain, maka hendaknya diteliti lebih lanjut terlebih dahulu. Saya berusaha mencari URL yang anda kasih (missionislam.com) tapi nggak ada yang dimaksud. saya googling dengan di situs tersebut juga tidak ada.
Intinya, jika membicarakan tentang suatu masalah keduniaan yang terkait dengan agama, maka harus yang ahlinya (dokter, atau peneliti kesehatan) yang juga tsiqoh dalam agamanya. Jika membaca dan ingin menyebarkannya ke orang-orang kita harus ekstra hati-hati dan mencari dasar yang kuat dulu.
Makasih, setidaknya kita lebih aware dan kritis dalam masalah ini. Namun jangan juga langsung diterima begitu saja.
mas gugun ana tunggu info berikut tentang imunisasi…..
assalamualaikum….
ayo ayo
Mak Dul
(Makan Dulu!)
Abis itu baru Shol Dul
(Sholat Dulu)
Baru Chat Dul
imunisai yes,
vaksinasi no,
( lho apa bedanya imunisai dgn vaksinasi..oh jelas beda )
thibbun nabawi harus..
imunisasi halal itu yg bagaimana, pls see imunisasi-halal.blogspot.com
[...] http://gugundesign.wordpress.com/2007/08/07/imunisasi-siapa-tidak-takut/ [...]
Imunisasi dan Vaksinasi: bahaya atau berguna??? « Inspirasi Weblog dibahas juga di dalam Juni 11, 2008 pada 3:26 am |
assalamu’alaikum..
salam kenal
kalo bisa minta ref ttg komposisi dalam setiap Vaksin, spy tau di dalamnya terdapat sst yg haram atau tidak. jzklloh
MAs, aku sangat perlu akan unformasi tentang imunisasi (dulu aku pernah baca di majalah nikah, tapi tak cari ndak ketemu-ketemu). Aku punya sekolah, kmaren didatengin ama petugas puskesmas dan diberi (diminta)untuk imunisasi. Aku tahu kalo imunisasi itu ndak bener, dari bikinnya sampai efek yang ditimbulkan.
Tapi aku perlu data yang akurat untuk bisa meyakinkan orang tua santri, jadi ndak asal nolak saja. Sebagian besar orang tua santri belum pada faham tentang bahayanya imunisasi.
FAham
paparan mengenai bahaya imunisasi diatas membuat saya takut juga, karena anak-anak saya telah diimunisasi dengan lengkap. dan kalau memang itu sebuah fakta, mengapa tidak banyak orang yang tahu dan tidak banyak diangkat ke media massa. padahal ini merupakan bahaya besar, bagi para penerus bangsa dan pejuang agama kita.
assalamu’alaikum…maaf saya jadi malah bingung kata fatwa MUI imunisasi adalah halal dan diperbolehkan tapi ada yang bilang dasar pembuat vaksin dari bahan yang haram…tolong saya atas dasar hukum isalam dan buku dan nama peneliti islam yang meneliti imunisasi
kalau memang imunisasi/vaksinasi haram dan buatan setan, apa ada rujukannya di Al Quran? jika bahan dasar vaksin adalah barang haram, maka bahan apakah itu, mohon disebutkan dengan jelas.
setahu saya sampai saat ini vaksinasi lebih banyak manfaat dari mudharatnya asal dilakukan dibawah bimbingan dokter terkait [dokter anak/internist].
[...] dipaparkan. Membaca adanya pendapat bahwa positip diberikan imunisasi hanyakah sebuah mitos seperti disini. Membaca banyak yang membandingkan anak yang diberi imunisasi dengan yang tidak diberikan, tetapi [...]
ngusepala = kebiasaan pala pening :: imunisasi dan badan menjadi panas :: December :: 2008 dibahas juga di dalam Desember 5, 2008 pada 5:25 am |
ala…kenapala nak fikir bahawa imunisasi itu TIDAK HALAL? padahal, benda itu pasti dan confirm akan di imunization kat badan kita…
kalau dah pasti sangat benda itu tak halal atau haram, tak payah mbik…tak la binggung sangat kan….
so, kalau apa-apa jadi kat badan atau kesihatan tanggung sendiri…jangan menyusahkan orang lain sudah!!!!!
kITA sebagai malaysia patut bersyukur dapat imunisasi ni PERCUMA…tak da bayar2….
kalau la kita di negara lain, Indonesia or India…macam mana???
fikir-fikirkan……
Ass..sory neh mo nimbrung.
temen2 yg gabung d milis ini, dulu pernah di imunisasi g ???
Alhamdulilah,aku nemukan artikel tentang imunisasi/vaksin.Pasalnya anakku tiap mau diimunisasi ,pasti 1 minggu sebelumnya sakit.mulai dr sakit panas atau mencret.Sampai sekarang anakku yg ke-2 berumur 10 bln hanya dpt DPT,Hepatitis 1,BCG.Bener loh anakku yang pertama udah dapat imunisasi lengkap,tp masih aja kena penyakit dabak.Terus ponakanku juga kena bronkitis.Paranya lg anak tetanggaku habis diimunisasi, gak berselang lama terjadi kejang2.Para kan………
subhanallah.. insya allah anak kedua saya tidak akan pernah saya imunisasi… alfa (anak pertama saya) maafkan bapak telah mengimunisasi kamu,… ya Allah ampuni dosaku yaa Allah….
Kl memang anda yakin dgn yg anda utarakan,knp tdk bicara dikhalayak luas.Buka forum dgn dokter anak dan para ahlinya,jgn seperti ini hanya berani bicara di belakang tanpa kejelasan.Lagipula bukankah dlm islam kita wajib memberitahukan berita dimana itu untk kebaikan2 umat.Jika seperti ini berarti anda tdk menjalankan islam sebagaimana mestinya doooong…atau ini hanya rekayasa menyesatkan???
iya, kalau memang info ini benar, jangan2 takut2 untuk melakukan diskusi dengan dokter anak. Sekarang sudah era reformasi, jadi jgn takut mengemukakan pendapat. Tapi lain ceritanya kalau berita ini tidak ada dasarnya.
Asallamualaikum…. Senang sekali membaca berita di sini, sudah banyak saudara-saudaraku yang menginfokan bahaya vaksinasi.. saya Hj.UMMU SALAMAH, SH, HAJJAM penulis buku IMUNISASI, DAMPAK , KONSPIRASI dan SOLUSI SEHAT ALA RASULULLAH SAW. (cetakan ke 3 BEST SELLER) dalam buku saya telah di ungkap BAHAYA IMUNISASI dari A sd Z, serta solusi nya, Imunisasi yang berbahaya bukan untuk Bayi saja, tetapi Imunisasi atau Vaksinasi Meningitis untuk naik haji pun sangat berbahaya dan bisa membunuh… Bila anda ingin memilikinya silahkan telepon ke 021-92678315/021 7412151
Untuk saudara-saudara yang ingin lebih mengetahui tentang masalah Vaksinasi, ikutilah …SEMINAR KESEHATAN NASIONAL “VAKSINASI & PROBLEMATIKA DIBIDANG KESEHATAN”
Pembicara: 1. Prof.Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp,Jp(k)MENKES RI
2.HJ. UMMU SALAMAH, SH, HAJJAM (Penulis Buku Imunisasi dampak konspirasi)3.dr.Muhammad Ali Toha Assegaf (Pengasuh rubrik sehat majalah Sabili) 4. dr.Muhammad Utsman, AFK (Dosen FK Univ. Airlangga) Tiket umum Rp 150.000,- sabtu, 14 Maret 2009 Pukul 07.30 sd 13.00 WIB. Auditorium Wisma Syahida UIN Syahid, Jakarta. Tlp 021-91214004 / 98022966 segera.. tempat terbatas
asslm..maaf apa benar ya imunisasi itu banyak bahayanya??? Terus klo yg sudah terlanjur imunisasi bagaimana??? Anak saya 1 th, udah dapat imunisasi dasar lengkap. Saya jadi ingin tahu bahayanya apa setelah imunisasi. Klo ada artikel terkait mohon dikirimkan dong ke ucha_hs@yahoo.com. Trims sebelumnya ya…
Wswrb. Kalau kita membeli mobil, pasti kita yakin kepada pembuatnya, tangki bensin harus di isi bensin, tempat oli harus di isi oli, perawatannya begini dan begitu.
Walaupun pembeli mobil itu muslim ato non muslim, tetap aturannya sama. Misalkan ibu membuat aturan sendiri ah… bensin mahal, campur aja bensinnya dengan air teh….. pasti mobil itu rusak. karena si pembeli mobil membuat aturan sendiri yang bertentangan dengan aturan pencipta mobil .
Demikian pula dengan manusia, siapa pencipta manusia ?
ALLAH adakah aturannya supaya manusia sehat, ada.. di surat Al Baqarah ayat 168, Allah berfirman “Wahai … sluruh manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi…
Halal artinya zatnya halal, bukan babi, darah, hewan potong yang di sembelih tanpa nama ALLAH, dll.Dan tata cara memperoleh hartanya pun halal, tidak jualan aurat, tidak korupsi, tidak merampok dll
Toyiban artinya baik, baik menurut ALLAH adalah yang alami, bukan yang di beri pengawet, perasa, pewarna, ayam yang disuntiik hormon, obat obat kimia, ataupun vaksin.
Rumus ini tetap berlaku sama kepada seluruh manusia, baik muslim atau non muslim.
Devinisi vaksin adalah: suatu zat yang diyakini dapat mencegah seseorang dari penyakit tertentu, dengan memasukkan virus yang di lemahkan, merangsang tubuh untuk membentuk antibody sehingga terlindung dari penyakit.
Masalahnya:
1. benarkah Vaksin mampu melindungi dari penyakit?
2. bagaimana tatacara pembuatannya?
3. sesuaikah dengan rumus Pencipta Manusia yaitu halalan
toyiban?
Beginilah cara pembuatan vaksin : Mengambil darah orang yang sakit karena melakukan hal yang di larang ALLAH, makan yang haram, sex bebas, dll. lalu di ambil darahnya, di biak kan di media-media seperti, ginjal kera, ginjal anjing, lambung babi, otak kelinci, telur dll. lalu di masukan ke jaringan bayi aborsi, dan di tambah pengawetnya yaitu: Timerosal, Aluminium, Air raksa, Formalin dll.
Bahan ini >< dengan aturan ALLAH, apakah kita yakin, bahan-bahan ini akan membuat kita sehat?
Aturan siapa yang kita percaya? Aturan Pencipta manusia atau manusia lain?
Hanya ada 2 hal ketika manusia di vaksinasi:
1. kalau tidak kuat dia meninggal
2. kalau dia kuat dia bisa cacat, bisa sakit-sakit atau tampak
biasa saja, tetapi sesungguhnya bila dia tidak di vaksin akan
lebih sehat dan cerdas dari sekarang.
Kedua kondisi diatas bisa terjadi pada orang yang terkena vaksinasi, baik yang muslim atau non muslim.
Bila sudah terkena vaksin, maka ibu harus super extra memilih makanan dan obat-obatan buat ibu dan anak ibu.
Ibu harus upayakan ASI berkwalitas HALALAN TOYIBAN, makan tanpa vetsin, MSG, jauhi obat kimia, makan obat alami/herbal, madu, sari kurma, jus buah dan sayur, BACK TO NATURE agar DOKTER ALAMI DALAM TUBUH KITA, Tentara alami tubuh kita bangkit, dan mampu mematikan virus dalam tubuh yg masuk lewat vaksin, atau dari udara dll
Untuk logam berat seperti merkuri, dll bisa di keluarkan dengan metode HIJAMAH/BEKAM… bila kurang jelas bisa hubungi saya di 021-92678315/ 021-7412151
Subhanallah…syukron ibu
assalamu’alaikum wr. wb.
kalau bisa koment saya ini disampaikan kepada ibu salamah atau yang bersangkutan…
saya sangat tertarik dengan tulisan di atas. memang sudah saatnya kita meninggalkan amerika jika ingin negara ini benar-benar sehat jasmani, rohani, maupun ekonomi.
saya harap jihad anda (ibu salamah, dkk.) tidak sampai di sini, cobalah adakan pelatihan gratis terutama di kota saya, kediri, terkait pengobatan ala rosul jika anda memang berharap dakwah ini sukses dan hanya mengharap ridho Allah aemata. karena selama ini yang saya tahu semua pelatihan yang pernah dilakukan selalu menghabiskan banyak uang. ketahuilah sangat banyak orang2 yang ingin berjihad bersama anda (ibu salamah, dkk.) tetapi tidak punya cukup uang untuk mendapatkan ilmu.
Ws.Wr.Wb
Subhanaullah… hamba Allah di Kediri, belum lama ini saya di undang berkunjung ke kediri, pada tanggal 8 Maret 2009. Dalam acara Bedah Buku.Imunisasi, dampak, Konspirasi dan solusi sehat ala Rasulullah SAW.
Inilah masalah yang ada di negara kita ini, Banyak orang-orang kaya, yang memasukkan uangnya di deposito, bertransaksi RIBA, berjuta-juta, bermilyar-milyar… Ekonomi yang harusnya dapat menghidupi seluruh manusia menjadi STAK, TERTUTUP, BUNTU dari sirkulasi yang seharusnya.
Mengakibatkan orang kaya + kaya, yang miskin + miskin, menghasilkan EKONOMI KANKER STADIUM 4, AKUT hingga mematikan manusia lain. PEREKONOMIAN adalah seperti peredaran darah jantung, yang memberikan suplai energi dan makanan ke seluruh tubuh manusia, ke otak, ke tangan , kaki , paru-paru dll. BILA DIMAMPATKAN/DISUMBAT dengan Sampah..sampah Vetsin, MSG, Formalin, Peptisida, Vaksin, maka berakibat tumbuh Kanker/ penyakit2 lain.
Ibaratnya EKONOMI KAPITALIS BERBASIS RIBA, inilah biang kerok terjadinga masalah kemiskinan, saudara2ku baik muslim dan non muslim. KEKAYAAN DI MUKA BUMI INI tidak ada yang kurang, malah ALLAH SWT telah melimpahkan rezeki DI MUKA BUMI INI sepert TAMBANG, EMAS, BATU BARA, MINYAK BUMI, TUMBUH2AN, HEWAN kepada manusia, Untuk dapat di kelola manusia dengan SISTEM ALLAH agar seluruh manusia didunia sejahtera.Tetapi karena PENDISTRIBUSIAN KEKAYAAN tidak di kelola dengan EKONOMI yang diajarkan ALLAH, yaitu EKONOMI SYARIAH…yang BERBASIS SEKTOR RIEL, Maka timbul kekacawan di mana-mana
Benar lah Sabda Rasulullah SAW :
Ada 70 macam RIBA, seringan-ringannya dosa RIBA adalah seperti menZINAHI IBU KANDUNG sendiri (Al Hadits)
Tadinya saya tidak paham, kenapa hadis ini menyatakan RIBA itu sangat besar dosanya.Tetapi setelah saya pahami, ternyata dengan RIBA maka harta kekayaan didunia tidak dapat terdistribusi dengan baik, lapangan pekerjaan sulit, sehingga Bapak-bapak, suami-suami, yang seharusnya mempunyai Lapangan pekerjaan yang Halal, Dapat menjaga kehormatan keluarganya, menafkahi Anak dan Istrinya tidak bekerja, menganggur, sehingga Bapak tega menjual anak perempuannya jadi PELACUR, Suami tega menjual istri jadi PELACUR, untuk dapat makan, dapat sekolah, dapat memenuhi kebutuhan hidup.
Inilah jadinya ketika aturan ALLAH di tinggalkan, semua manusia jadi susah.
Dalam Aturan ALLAH, PEMERINTAHAN ISLAM, Pejabat negara harus mengupayakan SANDANG, PANGAN, PAPAN, KESEHATAN GRATIS, PENDIDIKAN GRATIS, LAPANGAN PEKERJAAN YANG HALAL bagi seluruh rakyat, baik muslim dan non muslim. Tidak boleh ada satupun rakyat yang tidak bisa makan.
Oleh karena itu saya menghimbau kepada PARA PEJABAT DI KEDIRI, segeralah memberikan dana SUBSIDI kepada hamba Allah yang berada di KEDIRI ini, (kalo perlu umumkan kepada yang berminat mengikuti pelatihan ATHIBUNABAWI/ KEDOKTERAN RASULULLAS SAW) agar menjadi peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan secara gratis, yang di bayarkan oleh pemerintah setempat kepada TEAM PENGAJAR ATHIBUNABAWY/KEDOKTERAN RASULULLAH SAW yang berada di Kediri. Hubungi KLINIK HERBAL DELIMA PERUM MOJOROTO INDAH AA-10 KEDIRI. TLP 0354 7086587
BAGAIMANA BAPAK/ IBU PEMERINTAH DAERAH KEDIRI ? SIAPKAH MENGABDI KEPADA ALLAH ….?? INSYALLAH BAPAK DAN IBU AKAN MENDAPAT PAHALA YANG BESAR DI SISI ALLAH…..
kenapa tidak dipublikasikan hal semacam ini, biar semua orang tahu…
kalo bisa tulisannya agak dibesarkan,,,
sulit bacanya
Anak pertama saya diimunisasi dasar lengkap (s/d umur 9 buln, 2006) walopun dah tau info semacam ini, tapi masih ragu (temen saya dr belasan thn yg lalu tdk mengimunisasi anaknya).
Setelah anak kedua lahir (2007) tidak saya berikan imunisasi sama sekali
Bp. Yusuf coba perhatikan, dan bandingkan antara anak pertama yang di imunisasi dengan anak yang ke 2 yang tidak di imunisasi.
Saya yakin akan sangat berbeda dari segi KECERDASANNYA dan kesehatannya.
SAYA ANJURKAN BAPAK UNTUK ANAK PERTAMA YANG TERKENA VAKSINASI, SEGERA MELAKUKAN PEMBEKAMAN/HIJAMAH.. untuk mengeluarkan LOGAM BERAT yang ada dalam DARAH ANAK BAPAK. Untuk kesehatan keluarga segera BACK TO NATURE.
Apakah dengan beberapa tulisan saya bapak masih meragukan BAHAYA IMUNISASI/VAKSINASI?
Coba telusuri beberapa dialog dan juga tulisan saya . ketik HJ. UMMU SALAMAH, SH,HAJJAM. atau jalan jalan ke “mantanht” disana saya bicara banyak.
terima kasih bwt mas gugun yg sudah mengawali tulisan tentang bahaya imunisasi dan buat ummu salamah, saya baru beli bukunya, terima kasih juga. semoga Allah membuka hati dan pikiran kita terhadap makar-makar musuh-Nya. Yakinlah bahwa Allah pasti memberikan kesembuhan melalui barang-barang yang halal, seperti yg baru saya temukan juga untuk pengganti imunisasi ini dengan produk alami yakni Propolis dari lebah.
Hadirilah bedah buku Imunisasi, Dampak,konspirasi bersama Hj.UmmuSalamah SH,Hajjam. dialog tanya jawab, kupas tuntas masalah vaksinasi. di mesjid Raya Telaga kahuripan i Gugus candraloka, Parung.Tiket Rp 20.000,- plus buku Rp 45.000,- Acara jam 9 sd jam 12 fasilitas snak, simulasi akupunur, bekam, sosialisasi farmasi Islam.
waduh jd binun nih,kenapa pula MUI membolehkan?gimana dong walaupun anak2ku sdh kuliah semua,tp aku jd ketua posyandu,dosa ngak ya jd penyokong kebathilan gini,aku juga pernah baca,ketidak halalnya,tp lupa dimana,Mas….,tampilan ini romantis tp tulisannya digedein dikit dong bisa jereng bacanya kecil kecil bgt..Jzkllh
aduh… ma,af ..ma’af lupa tanggal nya ya… teima kasih teleponnya bu dokter..
bedah buku Imunisasi, Dampak,konspirasi bersama Hj.UmmuSalamah SH,Hajjam. dialog tanya jawab, besok tanggal 18 April 2009 Acara jam 9 sd jam 12 fasilitas snak, simulasi akupunur, bekam, sosialisasi farmasi Islam.
Saya dengar ibu Hj.Ummu Salamah, SH, Hajjam di undang untuk acara bedah buku Imunisasi,Dampak, Konspirasi gak lama lagi di Jakarta.
hari Selasa tanggal 21 April 2009
Pukul : 9.00 sd 12.00
Acara : Bedah buku dan tanya jawab
Jl. Pedati Raya No 1 Jati Negara. Gedung Wihdatul Muslimah
Jati Negara. Jakarta
yang masih penasaran … silahkan hadir ya…salam…
mas gugun kapan adain bedah buku imunsasinya ummu salamah, kayaknya bakal seru deh..
MUI: Vaksin Meningitis Mengandung Enzim Babi
LPPOM MUI Sumatra Selatan menemukan fakta vaksin meningitis mengandung enzim porchin dari babi.
PALEMBANG — Majelis Ulama Indonesia Sumatra Selatan (MUI Sumsel) mengingatkan pemerintah untuk mengganti vaksin meningitis (radang selaput otak) yang biasa digunakan untuk jamaah haji dan umrah. Pasalnya, vaksin meningitis itu mengandung enzim porchin yang berasal dari babi.
Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun, menegaskan, kandungan enzim babi dalam vaksin meningitis terungkap setelah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) di provinsi itu melakukan penelitian dengan melibatkan pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).
”MUI Sumsel melakukan penelitian tersebut, setelah tiga bulan lalu mendapat laporan tentang adanya kandungan enzim babi dalam vaksin meningitis,” ungkap Kiai Sodikun kepada Republika, Jumat (24/4). Setelah mendapat laporan itu, papar dia, LPPOM MUI yang dipimpin langsung ketuanya, Prof Nasruddin Iljas, melakukan penelitian dengan melibatkan pakar dari Unsri, salah satunya, Prof T Kamaludin, direktur Program Pascasarjana Unsri.
Berdasarkan hasil penelitian itu, vaksin meningitis yang biasa digunakan jamaah haji dan umrah mengandung enzim babi. Kiai Sodikun mengaku sudah menyampaikan temuan itu kepada pemerintah dan MUI Pusat untuk ditindaklanjuti. ”Kami meminta pemerintah segera mengganti vaksin yang digunakan sekarang dengan vaksin yang halal dan bebas darin enzim babi yang haram itu,” ujar Kiai Sodikun menegaskan.
Sampai sekarang, kata dia, permintaan MUI Sulsel itu tidak mendapat tanggapan. ”Melalui informasi yang kami sampaikan lewat media massa, MUI Sumsel berharap Menteri Agama segera tanggap,” tuturnya. Pihaknya mengingatkan, penggunaan vaksin meningitis yang mengandung enzim babi dapat menghalangi kemabruran jamaah haji.
Menurut Kiai Sodikun, masuknya zat haram dalam tubuh akan sangat berpengaruh pada proses pelaksanaan ibadah haji. Alasannya, kata dia, syarat mabrurnya haji, selain bersih secara jiwa, para jamaah haji juga harus bersih secara raga.
”Kalau tubuh kita kemasukan zat yang diharamkan, maka dapat menghalangi terkabulnya doa. Tapi, bagi mereka yang tidak tahu bisa dimaafkan, yang berdosa adalah orang yang mengambil kebijakan dan mengetahui hal itu tapi tetap melaksanakan,” ujar Kiai Sodikun mengingatkan.
Ketua LPPOM MUI Sumsel, Prof Nasruddin Iljas, juga mendesak agar pemerintah segera mengganti vaksin meningitis yang biasa digunakan dengan vaksin yang halal. Menurut dia, negara lain seperti Malaysia telah menggunakan vaksin meningitis yang halal dengan menggunakan enzim sapi.
”Jadi, sudah seharusnya pemerintah pusat, khususnya Departemen Agama, segera mencari alternatif pengganti vaksin meningitis yang tidak mengandung binatang babi,” cetusnya. Nasruddin mengatakan, jika produk makanan, obat-obatan, serta kosmetik mengandung bahan yang tidak halal, maka akan menghambat bahkan menyebabkan ibadah umat Islam sia-sia. ”Ini harus menjadi perhatian. Apalagi sekarang marak beredar makanan yang berasal dari daging babi,” tambahnya.
Indonesia tampaknya harus belajar kepada Malaysia. Sejak beberapa tahun lalu, Malaysia telah berupaya memproduksi vaksin meningitis halal yang pertama di dunia. Pembuatan vaksin halal itu diperkenalkan Universitas Sains Malaysia (USM). Vaksin meningitis hahal itu akan membawa manfaat bagi jutaan orang terutama yang melakukan ibadah haji.
Untuk memproduksi vaksin meningitis, USM bekerja sama dengan Institut Finlay di Kuba. Malaysia dan Kuba bersama-sama akan menanggung biaya produksi vaksin itu dalam proyek senilai 6 juta ringgit Malaysia. Sebayak 12 orang ahli kedokteran dari USM dan 30 orang ahli dari institut Finlay Kuba akan berkerja sama memproduksi vaksin tersebut yang terbuat dari bahan-bahan dasar yang halal yang diambil dari hewan yang disembelih sesuai dengan aturan Islam.
Langkah itu dilakukan Malaysia guna menghentikan penggunaan vaksin meningitis impor dari negara-negara Barat yang menggunakan bahan dasar dari sari pati hewan babi–binatang yang haram menurut ketentuan Islam. Selama ini, negara-negara Muslim bergantung sepenuhnya kepada vaksin nonhalal, guna memenuhi kebutuhan yang disyaratkan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk para calon haji yang akan melakukan ibadah haji maupun umrah. oed/hri
begitulah yahudi sang penjajah muslim. niat ingin bersuhkan diri dengan melaksanakan haji, e….h mereka faham bagaimana caranya agar doa mukmin terHALANG. ya……. suntik aja dengan barang haram meningitis. subhanalloh, allohuakbar. vaksin jemaah haji seolah wajib
Bagaimana RI 1, Bp SBY kan orang Islam, mestinya segera ambil langkah kongkrit, segera bertindak untuk kemuliaan umat Islam. Jangan manggut-mangut terus sama Amerika. Emang Amerika Apa an.. Tunduk Sama Allah dan Rasul dong
Selama Indonesia pake sistem demokrasi, selama itu pemaksaan vaksin yang haram dan obat-obat kimia untuk menghancurkan umat muslim terus di upayakan oleh mereka. Termasuk produk makanan dan minuman yang mereka jual dengan tambahan bahan haram dan beracun. Oleh karena itu umat muslim harus mengerti selama tidak di terapkan Syariat Islam maka yang sengsara adalah seluruh manusia baik muslim ato non muslim
yaudah siapa saja yang punya artikel tentang bahaya imunisasi bisa dikirim ke saya( addien0409@yahoo.co.id )Mungkin saya ketinggalan info ini, tetapi anak kami yang kedua berumur 1 bulan dan rencana tidak kami imunisasi. Soalnya tetangga kami punya anak 7 orang dan tidak ada yang di imunisasi. sampai sekarang juga aman aja tuh….
ia emang bener kok, gak usah di imunisasi. sekarangkan dr.pada bisnis, pejabat pada bisnis, yang di bisnisin siapa, rakyatnya.apalagi rakyat yang gak pinter-pinter, santapan enak buat pebisnis kapitalis. Mangkanya rame..rame yukk belajar Islam di segala bidang
Assalaamu’alaikum..
Ibu Hj.Ummu Salamah boleh minta info kapan ibu ada seminar lagi mengenai imunisasi & vaksin? Terima kasih..
1.di PPIB Bogor 24 Mei 2009 Jam 8-12 infak Rp.10.000
(40.000+buku). Panitia : 081288169275
2. Mesjid Nurul Hasanah, Kelurahan Cilincing Jakarta
Utara tgl 30 Mei 2009 bada Zuhur, Panitia 81380668769
3 Tambun, 31 Mei 2009
4 Padalarang, 7 Juni 2009
5.Tangerang, 14 Juni 2009
6.Pakanbaru, 28 Juni 2009
Seorang dokter menginfokan menurut penelitian yang dilakukan, ternyata memasukan zat-zat logam ke dalam tubuh manusia seperti dari vaksin ataupun obat kimia sintetis, ternyata mempunyai efek yang sangat mencengangkan. Karena ternyata dengan adanya bahan logam, maka otak manusia bisa di setir seperti remot control.Ketika cenel di pasang seperti di tv maka akan sama frekwensinya dengan hal-hal yang berpemikiran barat, sangat mudah menerima kerusakan dan sulit menerima aturan Allah.
Sangat mudah untuk terhipnotis dengan hal-hal yang haram , karena pengaruh logam yang ada dalam otak, sehingga orang yang mengkonsumsi msg, obat kimia sintetis, dan vaksin dapat di kendalikan, pikiran dan tingkah lakunya baik anak, remaja ataupun orang tua, kepada hal yang sesat
Jadi tidak heran kan.. kenapa orang Islam menolak untuk menerapkan Syariat Islam? Karena masih banyak orang Islam menggunakan obat kimia sintetik, msg, vaksin, yang menggunakan logam. sebagai penghantar frekwensi yang pas untuk melemahkan umat Islam dan menjadikan umat Islam seperti bebek yang terus membebek ke barat.
subhanallah,..kalo emang bener vaksin itu membhykan mns, kok pmrntah diam aja ya, … mau-maunya mengorbankan rakyatnya,…SMNTARA INFO BEGINIAN HANYA BBRP ORG SJ YG TAU,bgm nasib bNGSA INI SLNJTNYA ?
tolong cantunkan nama dokternya dan dimana disamapaiakan, atau ini kutipan darimana, biar jelas infonya dan bisa dipertanggungjawabkan.
Coba tannya sama Ummu Salamah, ia yang lebih tahu
kandungan vaccine emang sangat berbahaya yaitu mengandung thimerasol (derivat mercury), aluminium , formalin dll
jadi memang vaksin sangat berbahaya utk saraf dan memang dikaitkan dengan gangguan saraf spt perdarahan otak, kejang, autis, GBS dll
agar lebih obyektif silakan buka link
http://www.novaccine.com
atau masuk dan login ke youtube.com
kemudian search: vaccine, danger
minta penjelasan tentang sikap yang harus dilakukan bagi yang sudah terlanjur diimunisasi
Alhamdulilah.. Insyallah, tanggal 18 dan 19 Juli 2009. Akan diadakan pelatihan Athibunabawy terdiri dari Hijamah/Bekam, Anatomi Tubuh, diagnosa telapak tangan, Iridologi, Kiropraktik, Kedokteran Barat dan Kedokteran Rasulullah SAW. Bersama team Dokter yang Handal, dr. Zaidul Akbar (pakar herbalis Internasional), dr.Mira, Hj.Ummu Salamah SH,Hajjam. Ayo..kita belajar yuk! untuk mengetahui lebih lanjut silahkan email ke nabawiyah_islamic@yahoo.co.id atau telepon ke 021-92678315
Untuk lebih jelasnya tentang bahaya vaksin, kandungan vaksin serta proses pembuatannya dapat dibaca di
http://filein.blog.friendster.com/2008/10/haruskah-kita-mengkonsumsi-vaksin-untuk-kelangsungan-hidup-manusia/
dan bisa juga dilihat di http://www.informationliberation.com
situs2 lain yg menginformasikan bahaya vaksin bejibun banyaknya kalo kita mau gogling.
As.wr.wb.
Pondok Sehat An Nabawiyah mengadakan pelatihan
Ath- Thibbunabawy bersama :
-dr. Zaidul Akbar (Pakar Herbalis Internasional)
- Mira Nurmala ( Iridologist & Herbalis)
- Hj. Ummu Salamah SH, Hajjam (Herbalis & Penulis buku)
Teori dan Praktek :
1. Pengenalan Ath-Thibbunabawy
2. Anatomi Tubuh
3.Diagnosa Telapak Tangan
4.Al-Hijamah /Bekam & Workshop
5.Iridologi dasar &Workshop
6.Metode Kedokteran Barat dan Kedokteran Rasulullah
7. Kiropraktik (Pembentulan tulang belakang)
8.Step-step membentuk generasi berkwalitas.
* Peserta dipersilahkan bertanya tentang imunisasi dari A sd Z
Hari Sabtu dan Minggu tanggal 18 & 19 Juli 2009
Jam 8.00 hingga selesai
Biaya Rp 600.000,-
Fasilitas, Snack, Makan siang, Makalah, Sertifikat
Pendaftaran Sejak sekarang, tempat terbatas.
Telepon : 021-7412151, 021 92678315, 081398665033
Brosur ada di FaceBook : Ummu Salamah
email: Nabawiyah_islamic@yahoo.co.id
Untuk apa bayi dan manusia yang masih sehat harus di I M U N I S A S I ? Apakah ada pengaruh dari Susu-Formula, sehingga ada anak yang Authisme karena-nya? STOP exploitasi pada manusia, STOP vaksin bagi manusia yang sehat.
saya setuju kali, inisudah lama saya tau tapi kita kan kalah dengan dokter yg sudah di masuki ajaran yahudi. tapi sy yakin ini akan membantu kita.waslam
SAYA MAU COBA JELASKAN ALASAN IMUNISASI…
JADI BEGINI…
SAYA JELASKAN SECARA UMUM SAJA YA…
MISALNYA ADA SATU KUMAN YANG KUAT….
YANG JIKA MENYERANG TUBUH KITA…
APA LAGI ANAK2,TUBUH TIDAK AKAN AKAN SANGGUP MELAWANNYA…
JADI,KUMAN TERSEBUT DIMASUKKAN KETUBUH HEWAN YANG SUDAH DITELITI DAYA TAHAN TUBUHNYA TERHADAP KUMAN ITU SANGAT KUAT…
MAKA SETELAH KUMAN DILEMAHKAN OLEH TUBUH HEWAN TERSEBUT…
KUMAN YANG LEMAH ITU DIAMBIL….
DIMASUKKAN KETUBUH KITA,JADI TUBUH KITA MAMPU MELAWAN DAN MEMBENTUK ANTIBODI PERTAHANAN TERHADAP KUMAN TERSEBUT…
ANTIBODI ITU AKAN TERSIMPAN DALAM TUBUH JIKA SUATU WAKTU ADA SERANGAN DARI KUMAN2 SEJENIS YANG LEBIH KUAT…
“PERUMPAMAANNYA JIKA KITA SUDAH PERNAH MEMAINKAN SUATU VIDEGAME,MAKA KITA SUDAH LEBIH TAHU UNTUK MENGALAHKANNYA…”
TAPI TIDAK SESEDERHANA ITU,PROSES IMNISASI JAUH LEBIH KOMPLEKS…
DIHITUNG OLEH AHLI,DIUJI,SAMPAI SUDAH YAKIN AMAN BARU DIBERIKAN PADA MANUSIA….
NAMUN MANUSIA ADALAH CIPTAAN ALLAH.SWT YANG MAHA DAHSYAT…
TIAP MANUSIA YANG SATU DENGAN YANG LAIN PASTI ADA BEDANYA TERMASUK IMUNITASNYA….
IMUNISASI JUGA BIASANYA AKAN GAGAL PADA 1:SEKIAN….
TERGANTUNG BANYAK HAL….KONDISI,UMUR,DLL…..
SEBAGAI MUSLIM,JANGANLAH SANGAT TERTUTUP PADA ILMU KEDOKTERAN….
TAPI TULISAN SAYA INI CUMA SARAN….
COBALAH CARI INFO DISEMUA MEDIA…TANYA SANA SINI…JANGAN LANGSUNG MEMFONIS..TIDAK AKAN IMUNISASI….
BAGAIMANA JIKA UMAT NONISLAM LEBIH TINGGI DAYA TAHAN TUBUHNYA DARI CALON2 ISLAM(ANAK2 SAUDARA) YANG SAKIT YANG BERBAHAYA (UMUMNYA YANG DIIMUNISASIKAN ITU ADALAH KUMAN YANG DIPERKIRAKAN MEMBAHAYAKAN) KARENA BAPAK/IBUNYA MENETUKAN PILIHAN KARENA MEMBACA TULISAN TANPA BANYAK BERDISKUSI…
TOH IMUNISASI YANG BEREDAR DIINDONESIA SUDAH MENDAPAT IJIN DARI MUI KAN…
JIKA DILUAR NEGRI PAKAI BABI…
PEMERINTAH AKAN MENCOBA MENGGANTI DENGAN SAPI….
SEPERTI HALNYA INSUIN(UNTUK ORANG DIABETES)….
DAN BANYAK LAGI….
SARAN SAYA…
JIKA ANDA INGIN MENGGIMUNISASI ANAK ANDA….
PASTIKAN SEMUA SYARAT2 PRAIMUNISASI SUDAH TERPENUHI…
MISALNYA UMUR/BATAS2NYA, DALAM KONDISI FIT, DANLAINSEBAGAINYA….
TANYAKAN PADA DOKTER,SETELAH IUNISASI APA EFEKNYA…
DEMAM,DLL…
JIKA ADA TANDA2 GANJIL DILUAR YANG DISEBUTKAN DOKTER….
SEGERA KONSULTASI…..
UNTUK NANAH,GINJAL,OTAK DSB….
BIASAYA KUMAN YANG LEMAH ITU TERDAPAT DISITU….
MISALNYA NANAH….
NANAH ITU BIASANYA TERDAPAT PADA RADANG ATAU DIKEDOKTERAN DISEBUT INFLAMASI…..
RADANG ITU SEBENARNYA ADALAH PROSES PERTAHANAN TUBUH (TERMASUK PADA HEWAN),…
JIKA ADA SERANGAN DARI BENDA YANG DIANGGAP ASING…
MAKA TUBUH AKAN MENIMLBULKAN RADANG, UNTUK MELOKALISIR KUMAN AGAR TDAK MENYEBAR DAN UNTUK MENGELEMINIR/MENGHANCURKAN/MELEMAHKAN KUMAN…..
NAH, KUMAN YANG LEMAH TERSEBUTLAH YANG DIAMBIL UNTUK DI PROSES KEMBALI DAN DIJADIKAN IMUNISASI….
TAPI INI BARU SATU DARI BANYAK CARA PEMBUATAN IMUNISASI…
BANYAKLAH BERTANYA DAN MEMBACA….
IMUNISASI ADALAH BUATAN MANUSIA,PASTI ADA SALAHNYA…..
NAMUN PASTI SUDAH DIPERHITUNGKAN KESALAHAN BANDING KEUNTUNGANNYA…
KALAU BANYAK RUGINYA PASTI TIDAK AKAN DIEDARKAN…..
BANYAKLAH MEMBACA DAN BERDISKUSI…..
ISLAM BUKAN AGAMA YANG TERTUTUP DAN MONOTON…….
PASTIKAN ANDA DALAM KONDISI FIT,SEHAT,TIDAK SEDANG DALAM TERAPI OBAT2AN,DAN PENUHI SYARAT2 PRAIMUNISASI TERGANTUNG IMUNISASINYA…
JIKA ANDA MENDERITA SUATU PENYAKIT,INFORMASIKAN…
JANGAN MENUNGGU SEMUANYA DAI PETUGAS(DOKTER/PERAWAT/BIDAN DLL)
DIA JUGA MANUSIA SIAPA TAU DIA KHILAF, LUPA MENGINFORMASIAKN ATAU MENANYAKAN…ANDALAH YANG AKTIF,DAN BANYAK BERTANYA…
TERIMA KASIH…
1 LAGI SAYA MAU NAMBAHIN….
BAGI YANG MENYARANKAN DIBEKAM/DIHIJABAH….
SAYA MASIH KURANG SETUJU….
BAHAYA BEKAM UDAH ADA YANG BAHAS…
LIAT AJA DI….
http://nunksubarga.multiply.com/journal/item/51
DAN KALAU MENURUT SAYA….
BEKAM ITU MASIH KURANG MASUK AKAL….
KARENA DARAH YANG DIAMBIL ADALAH DARAH PERIFER(PERMUKAAN KULIT)….
GIMANA BISA DISITU ADA SEGALA MACAM RACUN…
KAN DARAH TERUS BERSIRKULASI KESELURUH TUBUH…..
TAU DARI MANA YANG DIAMBIL DARAH KOTOR/RACUN BUKAN DARAH YANG BERSIH……
DAN RACUN DIDARAH ITU HAMPIR HOMOGEN(MERATA) DISEMUA DARAH…
LOGIKANYA GINI, KITA UMPAMAKAN :
DARAH = AIR
RACUN = GARAM
LALU ANDA LARUTKAN 1 SENDOK GARAM KESEMANGKOK AIR…
DIMASUKIN BALON…TERUS BALON TADI DIBEKAM…
MUNGKIN GAK KALAU YANG DISEDOT AMA BEKAMNYA CUMA GARAMNYA AJA…ANGGAPLAH DENGAN SEDIKIT AIRNYA KESEDOT JUGA….
TAPI SISA AIR DALAM BALON LANGSUNG JADI GAK ASIN…
GAK MUNGKINKAN???
TAPI KALAU DISARING DENGAN SARINGAN YANG “KHUSUS” DILABORATORIUM DENGAN MENJALANI PROSES KIMIA…
MASIH MASUK AKAL…
BEGITU JUGA DENGAN DARAH…KITA PUNYA GINJAL…
JIKA CONTOH YANG SEDERHANA SAJA GAK SEGAMPANG ITU MENGHILANGKAN GARAM DARI AIR..
ITULAH KENAPA CUCI DARAH (PASIEN GAGAL GINJAL) SATU KALINYA SAJA SANGAT MAHAL…MASUK AKALKAN…..
ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA ITU SEBAGAI MAHLUK SEMPURNA…
LENGKAP DENGAN ONDERDILNYA YANG DIILMU KEDOKTERAN DIKENAL GINJAL DAN HATI UNTUK MENYARING RACUN….
BIASAKAN HIDUP SEHAT SAJA….
MAKAN MAKANAN YANG SEHAT…
BIAR KERJA GINJAL DAN HATI GAK BERAT…
JADI AWET DIPAKAI SAMPAI TUA…
TAPI INI CUMA PENDAPAT SAYA….
GAK BERMAKSUD MENYALAHKAN PENDAPAT ORANG LAIN…
SILAHKAN ANDA MENILAINYA SENDIRI….
DAN SILAHKAN ANDA KONSULTASI KEYANG LEBIH AHLI….
TERIMA KASIH….
Hampir setiap hari saya dapet tlp dari ibu/ bapak di berbagai daerah di Indonesia, ada yang senang, Ibu terimakasih anak saya tidak di Imunisasi ternyata lebih sehat dari pad anak saya yg terkenafaksin. Ada juga laporan yng mengerikan, setelah anak di Imunisasi, matanya terbalik dankepalanya miring, anak usia 3 tahun. Msyallah..lalu akan jadi apa gerangan generasi Indonesia masa depan bila terus imunisasi di laksanakan? ..Pengerusakan sel otak dan organ tubuh ini harus segera di cegah.
Ini kapitalis teriak kapitalis kok, dua-duanya sama-sama memiskinkan dan menyesatkan satu atas nama humanisme, satu atas nama dakwah=imunisasi haram obat herbal mahal untuk kampanye juga haram! Liat aja ujung-ujungnya jualan buku ma seminar mahal. Hati-hati jangan tertipu, ini gerakan penggalangan dana besar-besaran jama’ah tertentu, mereka jual produk untuk menghancurkan jama’ah lain. Sebarkan!!
kadang kala orang tua merasa maklum balitanya demam karena infeksi .alasannya karena daya tahan tubuhnya lemah.padahal penyebabnya adalah kuman yang masuk melalui vaksinasi.kalo ga percayana coba deh balitanya ga diimunisasi, anda akan membuktikan kebenarannya.yang jelas sampai saat ini belum ada kasus anak jadi sakit-sakitan karena ga diimunisasi.sebuah keputusan tanpa resiko kok.
saya rasa vaksinasi adalah akal-akalan orang yahudi.dengan imunisasi, korban akan sakit-sakitan. maka konsumsi obat-obatan akan terus berlangsung. tentunya menguntungkan bagi produsen obat.dan tentu saja bangsa yahudi akan tetap unggul dibanding bangsa lain karena semua manusia udah dirusak dengan program imunisasi.perhatikan aja, imunisasi dimulai setelah yahudi mulai memegang peranan di dunia pasca perang dunia II.
dan patut diakui kejeniusan orang yahudi sehingga mampu membodohi dunia.
saya heran kenapa berita2x ini tdk di exsposs ke masyarakat luas… bayang kan anak2 balita di seluruh bila hal ini tdk di cegah….
Orang yang paling besar dosanya ialah orang yang menanyakan suatu hal yang mulanya tidak haram, kemudian diharamkan dengan sebab pertanyaan itu.
Hati-hati ada yang jualan gaya Rasul Saw. Untuk popularitas jama’ah, kenapa pengobatan niru masa Rasul, tapi kendaraan tidak padahal naik kuda dan onta nggak bikin polusi juga, kenapa masih pakai web/internet padahal Rasul berdakwah langsung satu-satu tatap muka? Lalu pengobatan karya Ibnu Sina mau dikalahkan ma bekam ‘ala Arab Baduy?
HATI-HATI TUKANG OBAT PESENAN PARTAI DAN FUNDAMENTALIS!
patut disayangkan bahwa diskusi ini hanya berputar pada uraian yang tidak jelas. mungkin karena yang diskusi bukan pakarnya. karena itu bagi yang merasa memiliki penjelasan menyeluruh tentang iminisasi ada baiknya ikut menjelaskan. setidaknya meliputi fakta riil imunisasi termasuk vaksin-vasin yang digunakan dari pembuatan, penggunaan dan efek. kemudian hukumi dengan syariat (dalami fakta/objek-kaji hukum yang berkaitan-tentuan hukum halal/haram). jadi jelas. apa halal atau haram. cukupkan pembahasan pada halal-haram bukan efeknya, karena itu tidak ideologis. untuk “anti kaum sok adil” komentar anda menunjukkan kegagapan intelektual dalam mensikapi peradaban dan hasil peradaban tsb.tidak sesederhana itu pola pensikapannya.
Beginilah memang…jika kita (yg berpengetahuan terbatas ttg itu) berkomentar..saling berargumen yg pada khirnya akan menimbulkan keraguan dan kebingungan bagi masyarakat…menurut sy, jika ini sangat penting, coba masing2 yang berkompeten dibidangnya(didasari tanggung jawab moral, sosial, dan agama – tdk ada sponsor lain-lain) bertemu dalam sebuah seminar terbuka, diliput oleh media masa, sehingga disaksikan oleh masyarakat yang pada akhirnya merekalah yang akan memutuskan berdasarkan argumen2 ilmiah, bukti2, dll yang dipaparkan oleh bapak2 ahli dalam seminar tersebut…
SAYA SETUJU DENGAN BAPAK ANWAR HUDA……
UNTUK PAK ANWAR…
SEMINAR SUDAH BANYAK PAK…
TAPI ATAS KEPENTINGAN SEPIHAK –> MISALNYA PERUSAHAN OBAT(PEMBUAT IMINISASI),GOLONGAN YANG MEMBODOHI DEMI KEUNTUNGAN DAN KETENARAN PRIBADI,MACAM2 PAK…SALING PRO DAN KONTRA….
SULIT MENYELENGGARAKAN SEMINAR YANG BETUL2 NETRAL…
UNTUK PENDAPAT SAYA TENTANG IMUNISASI DAN BEKAM per13/15 AGUSTUS.. SEKALI LAGI ITU HANYA PENDAPAT DAN LOGIKA SAYA… DAN TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG SIAPAPUN. SILAHKAN YANG BACA AMBIL KESIMPULAN,TAPI TIDAK UNTUK DIJADIKAN PEGANGAN..
KONSULTASIKAN DENGAN YANG KOMPETEN DIBIDANGNYA…
DOKTER SPESIALIS ANAK MISALNYA… ALIM ULAMA YANG MENGERTI HAL INI MISALNYA…BANYAK KOK DOKTER SEKALIGUS ULAMA..
KARENA SAYA BELUM KOMPETEN DALAM HAL INI… SAYA SEORANG SARJANA DIBIDANG KESEHATAN YANG SEDANG PENDIDIKAN PROFESI SAYA. JADI SANGAT BELUM KOMPETEN…ITU HANYA PENDAPAT DAN KESIMPULAN SAYA DAN LOGIKA SAYA DARI BUKU2,KULIAH,dan BROWSING SAYA… bisa dibilang tanpa dasar.
SEBAIKNYA KITA BERPENDAPAT DENGAN TENANG.TIDAK MEMFONIS APALAGI MENYEBUT NAMA ORANG..TIAP2 ORANG PUNYA PEMIKIRANNYA MASING2…
DENGAN BERPENDAPAT ARTINYA DIA TELAH BERFIKIR DAN BELAJAR….
POSITIFNYA KITA BERSYUKUR DENGAN PRO DAN KONTRA INI MENUNJUKKAN BAHWA MASYARAKAT INDONESIA LEBIH SELEKTIF.GAK ASAL NRIMO…
MARILAH MENGEMUKAKAN PENDAPAT DENGAN LEBIH BIJAK…..
…TERIMA KASIH….
UNTUK PAK ANWAR…
SEMINAR SUDAH BANYAK PAK…
TAPI ATAS KEPENTINGAN SEPIHAK –> MISALNYA PERUSAHAN OBAT(PEMBUAT IMINISASI),GOLONGAN YANG MEMBODOHI DEMI KEUNTUNGAN DAN KETENARAN PRIBADI,MACAM2 PAK…SALING PRO DAN KONTRA….
SULIT MENYELENGGARAKAN SEMINAR YANG BETUL2 NETRAL…
UNTUK PENDAPAT SAYA TENTANG IMUNISASI DAN BEKAM per13/15 AGUSTUS.. SEKALI LAGI ITU HANYA PENDAPAT DAN LOGIKA SAYA… DAN TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG SIAPAPUN. SILAHKAN YANG BACA AMBIL KESIMPULAN,TAPI TIDAK UNTUK DIJADIKAN PEGANGAN..
KONSULTASIKAN DENGAN YANG KOMPETEN DIBIDANGNYA…
DOKTER SPESIALIS ANAK MISALNYA… ALIM ULAMA YANG MENGERTI HAL INI MISALNYA…BANYAK KOK DOKTER SEKALIGUS ULAMA..
KARENA SAYA BELUM KOMPETEN DALAM HAL INI… SAYA SEORANG SARJANA DIBIDANG KESEHATAN YANG SEDANG PENDIDIKAN PROFESI SAYA. JADI SANGAT BELUM KOMPETEN…ITU HANYA PENDAPAT DAN KESIMPULAN SAYA DAN LOGIKA SAYA DARI BUKU2,KULIAH,dan BROWSING SAYA… bisa dibilang tanpa dasar.
SEBAIKNYA KITA BERPENDAPAT DENGAN TENANG.TIDAK MEMFONIS APALAGI MENYEBUT NAMA ORANG..TIAP2 ORANG PUNYA PEMIKIRANNYA MASING2…
DENGAN BERPENDAPAT ARTINYA DIA TELAH BERFIKIR DAN BELAJAR….
POSITIFNYA KITA BERSYUKUR DENGAN PRO DAN KONTRA INI MENUNJUKKAN BAHWA MASYARAKAT INDONESIA LEBIH SELEKTIF.GAK ASAL NRIMO…
MARILAH MENGEMUKAKAN PENDAPAT DENGAN LEBIH BIJAK…..
…TERIMA KASIH…..
Pak Yudha.. pelajari Bekam/ hijamah itu dengan benar.Dan berpikirlah cemerlang, bapak itu di ciptakan oleh siapa? oleh Allah ato oleh manusia lain? Kalo bapak beli motor honda, coba deh bikin aturan sendiri tangki bensinnya masukin pisang, anggur… bisa jalan gak? Lalu manusia di ciptakan Allah aturannya ada di Al Quran Surat 2: 168. Wahai seluruh Manusia makanlah yang halal lagi baik. Halal Zat yang dimakan, halal cara memperolehnya, dan toyib (Baik) baik menurut ALLAH yang alami. Nah manusia yang menganggap Allah tidak sempurna berpikir kalo manusia di suntikan vaksin yang di tambah rekayasa genetika binatang, maka jadi sempurna, jadi kuat, oleh karenanya bila tubuh manusia di masukkan vaksin yang di buat dari benda haram lagi beracun, fenol bahan buat benda plastik, Aluminium bahan untuk bikin pager, merkuri/air raksa yang beracun ya gak heran orangnya jadi pada kejang, kejet-kejet, mati..karena bahan itu tidak cocok dengan manusia. Seperti motor yang tangki bensinnya di masukan pisang. Berpikirlah cemerlang.. manusia di ciptakan Allah ada aturannya. Pencipta lebih tau apa yang baik untuk ciptaannya. Yang jelas demi ALLAH tidak ada keinginan saya sedikitpun untuk tujuan yang bukan untuk mendapat Ridho Allah, banyak ancaman-ancaman yang saya terima. Membongkar konspirasi dalam vaksin mempunyai resiko besar. Taruhannya harta dan nyawa. Kalaulah bukan karena cinta saya kepada manusia lain seperti diri saya sendiri dan juga atas perintah Allah.. tentu saya tidak mau bertaruh dengan harta dan nyawa seperti ini.
Anti Kaum Sok Adil, jualan gaya Rasul Saw. Adalah menjual yang halalan toyiban, untuk kesejahteraan seluruh manusia, alam dan kehidupan. Popularitas itu bukanlah sesuatu hal yang penting bagi umat yang paham atas tugasnya di dunia ini untuk apa. , Pengobatan yang di ajarkan oleh Rasulullah adalah pengobatan yang di ajarkan Allah SWT sebagai sang pencipta manusia Alam dan kehidupan. yang maha Tahu segalanya yang terbaik bagi manusia, yang terbaik bagi mahlukNya.
Islam itu canggih, Islam itu moderen dan Islam adalah rahmat bagi seluruh alam baik muslim ataupun non muslim.Jadi dalaM Islam ada pembagian Hadaroh dan madaniah. Hadaroh adalah kebudayaan, madaniah adalah teknologi. Dalam Islam Teknologi harus diambil, boleh diambil dan di pakai selama tidak haram.
Kenapa pake internet? oh.. pertanyaan yang sangat mudah di jawab, karena Islam itu memang harus canggih, dan mengambil yang tercanggih dan terbaik. yang buruk di buang saja ke tong sampah.
Pengobatan Bekam/hijamah adalah pengobatan yang terbaik, dan dinyatakan oleh Rasulullah dalam hadis sohih, sedangkan pengobatan Ibnu Sina atau siapapun, bisa saja di gunakan asal tidak menyalahi hukum Syara.
HATI-HATI TUKANG OBAT PESENAN KAPITALIS PENJAJAH.MEREKA INGIN TERUS MERUSAK SEL-SEL OTAK DAN ORGAN TUBUH MANUSIA LAIN DEMI BISNIS DAN PENJAJAHAN
Kedokteran dalam Islam (Sejarah & Perkembangannya); Sebuah Pengantar Thibbun Nabawi
Share
Saturday, 17 October 2009 at 10:39
Pendahuluan
Ikhtiar manusia dalam mengatasi penyakit yang dideritanya telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Berawal dari insting yang diberikan Allah, manusia mampu mengatasi penyakitnya. Selanjutnya pengetahuan mengenai penyakit dan ilmu pengobatan terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia.
Dalam perjalanannya, ilmu pengetahuan seolah-olah terbagi dua kutub yang berbeda, antara pengobatan timur dan pengobatan barat. Kini seakan-akan barat mengklaim perkembangan ilmu kedokteran saat ini murni dari peradaban barat.
Padahal, ketika era kegelapan mencengkram Barat pada abad pertengahan, perkembangan ilmu kedokteran diambil alih dunia Islam yang tengah berkembang pesat di Timur Tengah. Pada abad ke-9 M hingga ke-13 M, dunia kedokteran Islam berkembang begitu pesat. Sejumlah Rumah Sakit besar berdiri. Pada masa kejayaan Islam, Rumah Sakit tak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan para pasien, namun juga menjadi tempat menimba ilmu para dokter baru.
Sekolah kedokteran pertama yang dibangun umat Islam adalah sekolah Jindi Shapur di Baghdad. Khalifah Al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah yang mendirikan kota Baghdad mengangkat Judis Ibn Bahtishu sebagai dekan sekolah kedokteran itu. Pendidikan kedokteran yang diajarkan di Jindi Shapur sangat serius dan sistematik. Era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah tokoh kedokteran terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu-Sina, Ibnu-Rushd, Ibn-Al-Nafis, dan Ibn- Maimon.
Rumah Sakit terkemuka pertama yang dibangun umat Islam berada di Damaskus pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid dari Dinasti Umayyah pada 706 M. Namun, rumah sakit terpenting yang berada di pusat kekuasaan Dinasti Umayyah itu bernama Al-Nuri. Rumah sakit itu berdiri pada 1156 M, setelah era kepemimpinan Khalifah Nur Al-Din Zinki pada 1156 M.
Tak heran, bila penelitian dan pengembangan yang begitu gencar telah menghasilkan ilmu medis baru. Era kejayaan peradaban Islam ini telah melahirkan sejumlah dokter terkemuka dan berpengaruh di dunia kedokteran, hingga sekarang. `’Islam banyak memberi kontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran.”
A. Perkembangan Kedokteran Pada Masa Sebelum Masehi
Ilmu kedokteran pada masa purba berkembang seiring dengan perkembangan kecerdasan dan kreativitas manusia. Sejarah mencatat pada masa purba telah dikenal pijat-memijat, ramu-ramuan obat dan juga alat-alat perdukunan. Hal ini didasarkan pada insting (gharizah) yang dianugerahkan Allah Swt, bermula dari pengalaman seseorang salah saru bagian tubuhnya mengalami sakit, secara refleks ia memijat bagian yang sakit tersebut. Apa bila tidak mengalami kemajuan mereka mulai melihat binatang-binatang yang makan buah atau tanaman tertentu bila sakit, kemudian dicoba sendiri dan bila sembuh diberikan ramuan tersebut pada orang lain, bahkan sejarah mencatat pada masa purba pula sudah dikenal pembedahan. Kemudian pengetahuan tersebut diturunkan secara generasi ke generasi, namun biasanya kemampuan pengobatan tersebut masih diliputi oleh unsur syirik, penyembahan pada nenek moyang dan sebagainya.
B. Perkembangan Kedokteran Pada Masa Sebelum Nabi
Masa Sumeria dan Arkadia
Sumeria termasuk wilayah Irak sekarang, yaitu di dekat sungai Furat (Eufrat) & sungai Dajlah (Tigris). Menurut data sejarah, tabib-tabib bangsa Sumeria telah mengenal pengobatan sejak 4000 tahun sebelum masehi. Pada masa tersebut terdapat dua cara pengobatan; Pertama, menggunakan pengobatan dukun (menggunakan ramuan, pijatan, lalu dijampi dengan meminta bantuan jin). Kedua, dengan pengobatan yang ilmiah dimasa itu (ramuan herba, madu, al-kayy bakar, lasah (fisioterapi), bahkan para tabib telah menuliskan ilmu-ilmunya dalam buku-buku yang dibuat dari tanah liat.
Sedangkan Arkadia berada di Utara Irak bagian tengah tepatnya di pertemuan antara sungai Furat (Eufrat) & sungai Dajlah (Tigris), kedokteran sempat mencapai masa gemilang dimasa Raja Sargon, yang bahkan dari sejarah dikisahkan putri Raja Sargon, Anhiduana selain menjadi pendeta juga sebagai pengkaji berbagai jenis pengobatan.
Babilonia
Bangsa Babiluuniyah (Babilon) masih serumpun dengan bangsa Arkadia dengan Raja Hamurabi sebagai raja sangat terkenal. Dimasa Raja Hamurabi kemajuan segala ilmu didapat. Bidang kedokteran yang berkembang saat itu antara lain al-kayy bakar, lasah (fisioterapi), ilmu peramu obat (farmakologi) dan bahkan konon telah ada obat-obatan jaman Babilonia dalam bentuk pil. Dibidang kedokteran didapati yang terkenal dimasa itu adalah dibedakannya antara tabib dengan kahin (dukun). Tabib berperan sebagaiahli pengobatan yang jauh dari tahayul, sedangkan kahin/dukun masih menghubungkan segala sesuatu dengan hal yang di luar jangkauan akal.
Mesir
Mesir di masa Fir’aun telah memiliki peradaban yang tinggi mengungguli peradaban bangsa lain, termasuk di dalamnya ilmu kedokteran. Pada masa Fir’aun Ramses II (sekitar + 1200 tahun sebelum masehi) di kota Thebe dan Memphis telah didirikan pusat pengkajian ilmu kedokteran.
Di Mesir pun dikenal dua macam pengobatan; Pertama dengan khahin (dukun) yang meminta bantuan pada jin berupa sihir-sihir. Di masa itu dikenal pula pembedahan namun dilakukan hanya dengan menggunakan telunjuk dan dikatupkan kembali dengan ibu jari, dan konon tidak meninggalkan bekas, selain itu juga dikenal pula pengobatan pijat jarak jauh, pengobatan ini dilakukan oleh kahin-kahin (dukun-dukun) yang telah meminta bantuan jin lewat sihir-sihir mereka. Kedua dengan pengobatan ilmiah. Pengobatan ini hingga saat ini telah membuat takjub ilmu kedokteran modern saat ini. Mereka telah mampu melakukan pembedahan besar. Perkembangan kedokteran Mesir telah mengenal anastesi yang dinamakan Taftah. Mereka pun telah mengenal cara diagnosa dengan menggunakan detak nadi pasien. Diagnosa warna lidah pun telah dikenal saat itu. Dapat disimpulkan metode kedokteran di masa Mesir telah maju.
Persia
Bangsa Persia merupakan serumpun dengan bangsa Aria India, Yunani, Romawi, Isbanji, Jerman dan rumpun Aria Eropa. Bangsa ini hidup pada sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Ilmu Kedokteran pada masa itu sangat tinggi. Mereka mengkitabkan ilmu kedokteran dalam lempengan tanah liat, kulit dan lembaran tembaga. Aksara yang digunakan adalah tulisan paku yang berasal dari aksara Sumeria.
Cabang ilmu kedokteran yang berkembang pada masa itu adalah; kedokteran mata -berkembang di kota Syahran, kedokteran kandungan di kota Madyan dan kedokteran umum di kota Jundi Kirman. Metode bedah yang dikembangkan sangat baik mereka sangat baik dalam menjahit kembali bagian tubuh yang dibedah. Mereka menggunakan afium (opium) sebagai anastesi (pembiusan). Alat-alat kedokteran pun telah berkembang sangat baik, mereka telah menggunakan logam sebagai alat kedokteran & bedah.
Untuk sekolah kedokteran mereka sangat tertata rapi. Mereka memiliki kurikulum yang sudah terstruktur baik, dengan tingkat-tingkat pemahaman yang diberikan.
Hindustan
Hindustan kita kenal dengan sistem kasta atau strata sosialnya. Kasta-kasta tinggi menjadi penguasa dan kasta rendah menjadi pekerja. Begitu pula dalam kedokteran, ilmu kedokteran Hindustan banyak dimonopoli oleh kasta Brahmana dan beberapa orang dari kasta Ksatria.
Lembaga pengkajian kedokteran sudah sangat maju di sana, diantaranya terdapat di Mathura, Pataliputra dan Indraprahasta. Di Hindustan berkembang berbagai macam metode kedokteran; Pertama yang berasaskan agama, yang berpangkal pada Atharwaweda (weda) atau Ayurweda. Kedua metode tidak berasaskan agama, melainkan berasaskan ilmu kedokteran murni. Ketiga metode campuran, yaitu metode kedokteran yang dicampur dengan sihir.
Pengobatan yang bersumber dari kitab Weda sertakitab-kitab Upanisad dan Ramapitara antara lain: penyembuhan dengan terapi pernafasan yang biasa disebut Yoga, penyembuhan dengan terapi upawasa (puasa) dan tapa, penyembuhan dengan terapi Dahtayana (tenaga dalam) hingga pengobatan dengan perabaan jarak jauh. Ada juga pengobatan dengan terapi air, pengobatan dengan tusukan dan bedah. Dalam kitab Hindu “Susruta Samhita” diceritakan bahwa Susruta dapat membentuk telinga buatan pada seorang yang telinganya terpotong. Susruta ini sebenarnya adalah seorang tabib bedah saat itu, namun tabib-tabib Hindustan setelahnya selalu memejamkan mata, memanggil nama Susruta agar membantu dalam pembedahan secara gaib. Dalam hal ramuan obat, peramu obat Hindustan hampir sama dengan peramu dari Persia.
Walaupun tabib-tabib Hindustan sudah sangat maju dalam pengobatan, mereka masih mencampurkan antara ilmu kedokteran dengan praktek kahin (perdukunan). Kemajuan yang gemilang yang didapat dari pengobatan Hindustan adalah, tabib-tabib mereka telah dapat melakukan pembedahan minor pada daging tumbuh dan semacamnya.
Suriah & Iskandariah
Kedokteran bangsa Suriah dan Iskandariah masih berpangkal pada ilmu kedokteran Mesir Purba dan ilmu kedokteran Funisia. Kitab-kitab kedokteran bangsa suriah ditulis dalam bahasa Suryani, yaitu bahasa serumpun Arab. Cabang-cabang kedokteran yang berkembang di Suriah adalah: (1) Pengobatan al-kayy yang dikenal dengan pengobatan al-kayy Syam. (2) Pembedahan besar dan pembedahan kecil (3) Lasah (fisioterapi) otot, syaraf dan tulang (4) Pengobatan al-hijamah / bekam dan fashid. (5) pengobatan dengan ramuan herbal.
Pada masa agama Nasrani berkembang di Suriah, ilmu kedokteran Suria mengalami kemunduran. Rahib-rahib Nasrani ikut turun tangan mengobati pesakit menggantikan tabib-tabib. Mereka membawakan pengobatan doa dan pengampunan, perabaan kasih Al-Masih, percikan air suci Maria, sentuhan Salib Suci dan lainnya mirip kahin-kahin (dukun) Dewa Ba’al. Hampir semua penyakit dihubungkan dengan kutukan, dosa dari Nabi Adam dan Hawa dan semua itu harus ditebus dengan perabaan kasih Al-Masih, percikan air suci Maria, sentuhan Salib Suci dan lainnya.
Seorang gila dianggap kerasukan setan dan kena rayuan bisikan Iblis. Setan itu bermukim di kepala orang gila tersebut oleh karenanya perlu dikeluarkan dengan jalan memahat kepala orang gila tersebut agar setannya keluar dari lobang pahatan, Pengobatan semacam ini terdapat juga di Iskandariah, Romawi sampai ke Andalusia pada kurun waktu 1500 Masehi.
Romawi & Yunani
Sejarah Yunani dan Romawi telah ada semenjak 500 tahun sebelum Masehi. Di sana telah banyak dokter/tabib terkenal, namun dokter/tabib Yunani dan Romawi biasanya merangkap sebagai kahin (dukun) atau sebaliknya. Kahin-kahin tersebut dianggap sebagai perantara bagi dewa-dewa Olympus. Bentuk pemujaan dewa-dewa tersebut tecermin dari penggunaan nama dan simbol keagamaan Yunani dan Romawi.
Dalam hal penggunaan nama, istilah dan lambang hingga saat ini pun masih digunakan nama, istilah dan lambang yang berpangkal dari simbol keagamaan Yunani dan Romawi purba dan tidak sedikit dokter-dokter muslim terbawa latah mengikutinya.
Diantara nama-nama yang digunakan dalam kedokteran modern saat ini adalah:
* Aesculapius, dewa obat-obatan berwujud ular
* Hygeia, dewi kesehatan
* Psyiko, dewa kejiwaan
* Venus, dewi kebirahian
Adapun lambang-lambang yang masih digunakan sekarang adalah:
* Lambang Piala dan Ular
* Lambang Tongkat dan Ular
* Tanda Rx, “Recipe-Recipere” (diberikan atau diambilkan)
Semua lambang merupakan berasal dari “Lambang Altar” Dewa Jupiter atau Zeus Pater. Lambang ini dianggap sebagai azimat penangkal dan induk penyembuhan. Tabib-tabib Yunani biasa menuliskan surat obat (resep) yang terdapat tulisan “semoga Dewa Jupiter segera memberikan kesembuhan”
Kita dapat melihat bentuk ikut-ikutnya dokter saat ini dalam sebuah ajaran agama pagan yang mengimani dewa dan dewi Yunani dalam sumpah kedokteran modern yang kita kenal dengan Sumpah Hippokrates;
….
* I swear by Apollo Physician and Asclepius and Hygieia and Panaceia and all the gods and goddesses, making them my witnesses, that I fulfil according to my ability and judgement this oath and this covenant.
Saya bersumpah demi (Tuhan) … bahwa saya akan memenuhi sesuai dengan kemampuan saya dan penilaian saya guna memenuhi sumpah dan perjanjian ini.
….
Semua lambang-lambang ini sering kita lihat bukan?
Sadarkah kita kalau semua ini adalah praktek-praktek agama paganisme?
C. Perkembangan Kedokteran Pada Masa Nabi dan Sesudah Nabi
Pada masa Nabi perkembangan kedokteran sudah sangat maju. Telah banyak terapi-terapi yang bermunculan. Namun, dari sekian banyak terapi, Rasulullah memilih cara pengobatan dengan cara bekam dan madu sebagai ikhtiar memperoleh kesembuhan dari As-Syafii, Allah Yang Maha Penyembuh.
Hal itu di tegaskan dalam hadits yang disabdakan dalam Kitab Ath Thib: “Dari Ibn ‘Abbas ra. Dari Nabi saw. telah bersabda: Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga perkara yaitu minum madu, berbekam dan berobat dengan api, dan aku melarang umatku berobat dengan api itu.” (HR. Bukhari).
Dan pengobatan dengan madu diperkuat dengan firman Allah swt. dalam Al-Qur’an. Allah swt berfirman “…..Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkannya. (An-Nahl 16 : 69). Selain itu Rasulullah juga mengajarkan pengobatan dengan habbatus sauda, air Zam-Zam dan ruqyah.
Setelah Rasulullah wafat, Ibu Sina seorang ilmuwan Islam mempelajari dan menerjemahkan kitab-kitab mengenai berbagai ilmu di istana Samani pada saat Raja Bukhara Nuh bin Manshur berkuasa. Ibnu Sina atau juga dikenal dengan Aviciena kemudian menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran. Kitab itu dalam ilmu kedokteran menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab itu mengupas kaidah-kaidah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 Masehi, Kitab Al Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan dalam bahasa latin, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab itu pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas di Eropa dan kemudian berkembang ke seluruh dunia. Hingga kini Al Qanun dipergunakan dalam metode pengobatan konvensional/medik yang umum dikenal masyarakat dan ditangani para dokter dan ahli-ahli medis, yang terdidik dalam ilmu kedokteran.
Pengembangan Dunia Pengobatan
Saat ini pengobatan yang berasal dari Barat dikenal dengan istilah Alopati. Pengobatan ini memiliki banyak kelebihan seperti penggunaan teknologi modern untuk mendeteksi penyakit (clinical diagnosis), melakukan operasi (pembedahan) pembuatan obat-obatan (farmakologi), penanganan mata (optalmologi), penghilang rasa atau bius (anestisologi). Pengobatan konvensional telah dilengkapi dengan berbagai temuan mutakhir dalam kasus-kasus tertentu. Seperti penanganan kecelakaan, cedera pemindahan organ tubuh, cangkok dan sebagainya.
Selain itu juga berkembang pula di masyarakat berbagai pengobatan diantaranya akupuntur, akupresur, dan batu giok. Ada juga dengan menggunakan praktek sihir yang ditangani oleh para normal, dukun atau orang-orang yang dianggap pandai. Diakui ataupun tidak sejak zaman purba hingga zaman sekarang, praktik pengobatan seperti ini sangatlah disukai oleh masyarakat padahal Rasulullah telah bersabda:
“Barang siapa yang datang kepada dukun menanyakan suatu perkara lalu membenarkan ucapan dukun itu, kufurlah ia terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw. dan barang siapa datang dan tidak membenarkannya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (H.R. Thabrani).
Kita mesti waspada, mengandalkan kekuatan mistis yang terkadang pengobatannya tidak masuk diakal, adalah praktik pengobatan yang melanggar sunnatullah. Bisa saja setelah berobat secara mistis atau sihir, seseorang sembuh dari suatu penyakit. Namun, perlu diketahui proses kesembuhan tersebut menggunakan bantuan jin dan biasanya bersifat sementara. Memang ketergantungan seseorang kepada jin itulah yang menjadi target utama syetan untuk menghancurkan akidah seorang hamba Allah.
Ath-Thibbun Nabawi
Ath-Thibbun Nabawi ialah pengobatan cara Nabi Muhammad saw. Nabi kita memang tidak diturunkan sebagai seorang tabib, tetapi kita yakin bahwa yang disabdakan Rasul ialah merupakan wahyu. Ciri khas dari pengobatan ini bersifat Ilahiah dan alamiah. Sesuai dengan konsep Islam yang bersifat fitrah, dari mulai aqidah, ibadah, muamalah, demikian juga dalam pengobatannya. Seperti yang disebutkan oleh DR. Ja’far Khadem Yamani, Syari’ah Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. terkandung nilai-nilai aththib (kedokteran) yang murni dan tinggi. Karena prinsip dari syari’ah Islam ialah membawa maslahat umat manusia pada masa sekarang dan yang akan datang.
Dari berbagai pengobatan yang ada sekarang ini kaum muslimin dapat memilih dari bermacam pengobatan yang ada sekarang ini. pengobatan itu haruslah tidak melanggar syari’at Islam dan tidak merusak tubuh serta kecacatan. Apabila kita berobat dengan racikan yang tidak terjamin halalan thayyibannya akankah Allah ridho dengan cara seperti itu? Padahal seluruh sendi kehidupan kita hanya mencari ridho-Nya. Belum cukup yakinkah kita dengan apa yang disabdakan dan pernah dikerjakan oleh Rasulullah saw.?
ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء . رواه البخاري
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan menurunkan penawarnya.” (H.R. Bukhari).
HUKUM VAKSINASI MENINGITIS UNTUK JAMAAH HAJI
Share
Friday, 04 September 2009 at 16:04 | Edit note | Delete
HUKUM VAKSINASI MENINGITIS UNTUK JAMAAH HAJI
Dikirim oleh admin on Saturday, 20 June 20093 Komentar
Oleh : Wawan Shofwan Sholehuddin
Disampaikan pada sidang Dewan Hisbah Terbatas, 15 Juni 2009 H./ 21 Jumadil Tsaniyah 1430 H di Piaduct. Jl. Perintis Kemerdekaan 2 Bandung.
_________________________________________________________________________
Sebagaimana kita maklumi bahwa Ibadah haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh yang telah berkemampuan, Q.s. Ali Imrah 97. Akan tetapi sekarang ini, kenyamanan dan ketenangan para jamaah haji atau umrah yang telah menunaikan, apalagi yang akan menunaikan pada tahun ini, mereka diusik dengan kenyataan bahwa pada proses pembuatan vaksin meningitis menggunakan enzim babi.
Kewajiban vaksin ini berdasarkan Nota Diplomatik Dubes Arab Saudi di Jakarta 1 Juni 2006 dan Internacional Health Regulation 2005. yang memestikan suntik meningitis bagi semua jamaah haji, umrah dan bahkan TKW/TKI yang akan masuk ke Arab Saudi. Bahkan merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan visa. Mentri Kesehatan Siti Suparti Fadilah menegaskasn kembali kewajiban jamaah haji dan umrah untuk dilakukan vaksinasi meningitis itu.
Bagi kaum muslimin tentu saja akan menjadi perhatian yang serius khususnya bagi yang akan menunaikan ibadah haji atau umrah, karena keikhlasan niat dan ilmu manasik tidaklah cukup bila tidak didukung dengan biaya dan hal-hal lain yang halal termasuk obat-obatan dan makanan yang diperlukan.
Babi dan Bangkai Haram di Makan
Firman Allah swt. :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا…
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu…Q.s. Al-Baqarah : 29
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلاَلاً قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ
Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal”. Katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?”Q.s. Yunus : 59
Ayat ini merupakan sindirin atau kecaman dari Allah swt. terhadap yang mengharamkan yang halal atau sebaliknya. Di dalam ayat lainnya Allah swt. berfirman :
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Q.s. Al-Baqarah : 173
Selain dari yang empat ini tentulah tidak diharamkan oleh Allah swt. Lebih jelas tentang haramnya yang empat kaitannya dengan makanan difirmankan oleh Allah swt. dalam ayat sebagai berikut :
قُلْ لاَ أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi –karena sesungguhnya semua itu kotor– atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Q.s. Al-An’am : 145.
Bila hanya berdasarkan ayat ini jelas sekali bahwa diharamkannya babi dan bangkai itu bekaitan dengan makanan yang dimakan. Artinya boleh dimanfaatkan untuk selain itu.
Babi dan Bangkai Haram Diolah dan Diperjualbelikan
Bagi kita tentunnya tidak akan mengabaikan sabda Rasulullah saw. tentang perilaku Yahudi dahulu yang dibinasakan oleh Allah swt.. Sabda-sabda Rasulullah saw. berikut ini akan senantiasa menjadi dasar untuk mengartikan maksud ayat di atas secara lebih jelas sekaligus untuk menetapkan hukumnya secara syar’i, yaitu :
عَنْ طَاوُسٍ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ بَلَغَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَنَّ فُلَانًا بَاعَ خَمْرًا فَقَالَ قَاتَلَ اللَّهُ فُلاَنًا أَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمْ الشُّحُومُ فَجَمَلُوهَا فَبَاعُوهَا
Dari Thawus bahwa ia mendengar Ibnu Abas r.a berkta,” Telah sampai (berita) kepada Umar bin Khatab bahwa seseorang membeli khamer, maka ia berkata,”Allah membunuh si polan, tidakkah ia tahu bahwa Rasulullah saw. telah bersabda,”Allah telah membunuh Yahudi (melaknat), diharamkan atas mereka lemak-lemak babi, mereka mengolahnya dan menjualnya.” Shahih Al-Bukhari, I : 168 dan Shahih Muslim, III : 1208.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَامَ الْفَتْحِ وَهُوَ بِمَكَّةَ إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالْأَصْنَامِ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ فَقَالَ لاَ هُوَ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ
Dari Jabir bin Abdulah r.a bahwa ia mendengar Rasulullah saw. telah bersabda waktu Futuh Mekah dan beliau berada di Mekah,”Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamer, bangkai, babi, dan patung-patung sembahan.’ Ditanyakan kepada beliau,’Wahai Rasulullah,’Apa yang anda lihat tentang lemak-lemak bangkai, karena itu hanya dipergunakan melamur perahu, mewangikan kulit-kulit, dan digunakan (bahan bakar) penerangan oleh orang-orang?’ Beliau menjawab,’Tidak, tetap dia itu haram’ Dalam pada itu Rasulullah saw. bersabda lagi, ‘Allah membinasakan Yahudi, sesungguhnya Allah telah mengharamkan lemak-lemak (babi dan bangkai), mereka mengolahnya lalu menjualnya dan memakan harganya. H.r. Sahih Al-Bukhari, IV : 1695 dan Sahih Muslim, III : 1207
Mengenai memanfaatkan khamr, babi, darah yang mengalir terjadi perbedaan pendapat, akan tetapi menjadikannya sebagai suatu produk yang diperjual belikan, dalam hal ini tidak terdapat seorang ulama pun yang berbeda pendapat, yaitu semua ijma’ (sepakat) akan haramnya. Karena hadis di atas jelas sekali menggunakan kata-kata”Mengolahnya lalu memperjualbelikannya dan memakan harganya.”
Haram Berobat dengan yang Haram
عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ
Dari Abu Darda, ia berkata,”Rasulullah saw. telah bersabda,”Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat dan menjadikan bagi setiap penyakit obatnya. Maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram.”. H.r. Abu Daud, Sunan Abu Daud, VII : 4 dan Al-Baehaqi, Sunan Al-Baehaqi Al-kubra, X : 5.
Dengan hadis-hadis ini jelaslah bahwa suntik meningitis walaupun enzimnya hanya sebagai katalisator jelas telah dilakukan sesuatu yang haram dan termasuk doa Rasulullah saw. “Allah telah membinasakan Yahudi. Karena mengolah lalu memperjualbelikan dan memakan harganya (keuntungan finansial).
Vaksin Meningitis yang digunakan Jamaah Haji dan Umrah
Pada koran Replubika, dikatakan,”dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Muhammad Nazratuz zaman Hosen, juga mengakui adanya kesepakatan yang telah dibuat Departemen Agama (Depag) Departemen Kesehatan (Depkes), Majlis Pertimbangan Kesehatan dan Syara’ (MPKS) Depkes, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), serta MUI Yang menyatakan vaksin ini haram karena kandungan enzim babi. Berdasarkan pengakuan produsen vaksin meningitis, Glaxo Smith Kline (GSK), vaksin meningitis ini menggunakan enzim babi. Karena itu kami telah menetapkan bahwa vaksin ini haram. Terlebih lagi vaksin yang menggunakan enzim babi ini digunakan untuk menunaikan ibadah haji.
“Yang sedang kami pikirkan apakah vaksin ini perlu atau tidak, karena Rasulullah saw. ,”Jangan memakai sesuatu yang haram’ tegasnya. Nazratu Zaman menambahkan, keputusan Komisi Fatwa MUI melayangkan surat kepada Pemerintah Arab Saudi merupakan kesepakatan yang dicapai dalam rapat gabungan MUI, Selasa (2/6) dan diperdalam dalam rapat Sabtu (6/6).
Pihaknya berharap secepatnya fatwa tentang vaksin meningitis untuk jamaah haji dan Umrah itu diputuskan, karena banyak jamaah umrah yang takut menggunakan vaksin ini. She
Republika Senin, 8 Juni 09, hal 12.
Adalah Abdulah Mu’nim ahli farmasi dari Univesitas Indonesia (UI), yang melontarkan kemungkinan vaksin meningitis bisa menggunakan enzim yang berasal dari hewan halal.
Meski diakui hampir semua obat-obatan dalam dunia farmasi menggunakan barang haram, seperti alkohol dan enzim dari babi, namun dia mengatakan, sebenarnya vaksin meningitis bisa menggunakan hewan lain yang halal dalam proses pembuatannya.
Itu karena hampir semua hewan bisa menghasilkan enzim yang sama dengan babi. Namun menurut dia, sebelumnya perlu dikaji, apakah hanya enzim TRIPSIN yang spesifik memotong protein tertentu. Jika ya, kemungkinan sulit diganti. Tapi jika tidak, seharusnya bisa dicari penggantinya.” Katanya.
Senada dengan Mu’nim, Herman Suryadi, ahli farmasi UI lainnya mengatakan, pembuatan vaksin meningitis ini bisa menggunakan enzim yang halal, misalnya dari hewan yang halal atau dari mikroba sendiri.
Dalam proses pembuatan vaksin dibutuhkan protein hewan. Ada protein dari babi, dari hewan lain juga ada. Jadi, bisa mengganti enzim dari sapi atau dari mikroba, seperti kamir (Yus Ekstrak)” Tandas dosen Departemen Farmasi FMIPA UI itu kepada Reblubika, selasa (9/6)
Dihubungi secara terpisah, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan (DEPKES), Tjandra Yoga Aditama, menyatakan, hingga saat ini tidak ada metoda lain dalam pembuatan vaksin meningitis, di dunia ini katanya vaksin yang tersedia hanya vaksin yang ada sekarang ini.
“Semua menggunakan metode yang ada saat ini. Belum ada metode baru” Jelasnya.
Senada dengan Anwar Tjandra Yoga menyatakan akan menyambut baik jika ada metoda lainnya.”Kalau ada metode lain, silakan saja”. Katanya. Replubika Rabu 10 Juni 2009, halanan 12.
Vaksin Menigitis Antara Formula lama dan Formula Baru
Sejak diwajibkannya vaksinasi meningitis, yaitu tahun 2006 telah mengalami perubahan dalam proses pembuatanna yaitu sejak akhir 2008.
Formula lama atau “Old” Mencevax TM ACW 135 Y
Perwakilan dari GSK (Glaxo Smith kline) sebagai produsen vaksin meningitis yang digunakan oleh Departemen Kesehatan R.I, Indrawati dan Helen kepada kami menerangkan, bahwa benar pada awalnya pada proses pembuatan vaksin meningitis (”Old” Mencevax TM ACW 135 Y) menggunakan enzim babi sebagai katalisator dalam proses pembuatannya, Enzim tidak termasuk dari bahan vaksin menigitis. Bahasa sederhananya ketika telah menjadi vaksin meningitis telah dibersihkan atau dipisahkan sama sekali dari unsur babi tersebut dengan sebersih-bersihnya, jadi vaksin meningitisnya sendiri sudah tidak mengandung unsur babi, tapi tidak lepas dari pengaruh enzim babi.
Formula lama atau “NEW” Mencevax TM ACW 135 Y
sejak akhir tahun 2008 enzim babi ini telah tidak digunakan lagi sebagai katalisator, karena telah berhasil menggunakan katalisator lain yang bukan dari binatang, jadi vaksin meningitis yang digunakan sejak akhir tahun 2008 atau itu telah terbebas dari unsur babi pada proses pembuatannya. Akan tetapi tentu saja vaksin yang sekarang digunakan itu tidak lepas dari bahan yang ada pada vaksin yang digunakan sebelumnya. Dengan kata lain “NEW” Mencevax TM ACW 135 Y berasal dari working seed Formula lama atau “Old” Mencevax TM ACW 135 Y.
Seberapa Jauh Diperlukan Vaksin Meningitis untuk haji dan Umrah?
Tentunya merupakan hal yang wajar bila kaum muslimin bertanya-tanya,”Seberapa perlukah atau haruskan vaksin meningitis untuk jamaah haji dan umrah?”
Penyakit meningitis adalah penyakit menular.
Perlu diketahui, sesungguhnya telah jatuh korban meninggal dari jamaah haji Indonesia akibat meningitis, ketika sebelum dilakukan vaksinasi meningitis. Afrika dan kawasan timur tengah adalah lokasi berjangkitnya penyakit ini. Sebagaimana dimaklumi Saudi Arabia selain menjadi salah satu tempat tujuan para TKW/TKI juga merupakan lokasi beribadah haji bagi kaum muslimin. Pada musim haji lebih khusus lagi karena berbagai bangsa berkumpul termasuk dari Afrika dan jazirah Arab di tempat dan lokasi yang sama, yaitu dikawasan atau tempat-tempat melaksanakan manasik haji.
Pada Terbitan Harian Replublika, Jumat 12 Juni 2009. Halaman 24, Dikatakan,”Sebagai contoh, pada 2000 lalu, sebanyak 14 orang jamaah haji Indonesia tertular penyakit ini. Sebanyak 6 orang dari 14 penderita meningitis tersebut meningal di Arab Saudi dengan penyebab kematian meningitis meningokokus serogrup W – 135. Angka tersebut bertambah pada tahun 2001 menjadi 18 penderita dan enam di antaranya meninggal di Arab Saudi.
Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri, ataupun jamur yang menyebar masuk ke dalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak.
Banyak ahli kesehatan berpendapat penyebab penyakit meningitis adalah virus yang umumnya tidak berbahaya dan akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik. Namun meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh jamur sangat jarang. Jenis ini umumnya diderita oleh orang yang daya tahan tubuhnya menurun seperti pada penderita HIV/AIDS.
Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis di antaranya Streptococcus pneumoniae (pneumonoccus) Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi atau anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus). Bakteri lainnya adalah jenis neisseria meningitidis (meningococcus). Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah streptococcus pneumenie. Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk ke dalam peredaran darah.
Beberapa antibiotik yang sering diberikan dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (Ceptriaxone). Sedangkan meningitis yang disebabkan bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan ampicillin, vancomisin dan Carbapenem (meropenem), Chlorampenicol atau Ceptriaxone.
Meneingitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan atau sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Berdasarkan data Badan kesehatan dunia (WHO), telah terjadi kasus peningkatan kejadian meningitis yang menelan korban jiwa di daerah piedemis di Sabah Sahara.
Oleh karena itu, untuk melindungi jamaah haji atau umrah dari kemungkinan tertular dan menularkan meningitis kepada orang lain, maka jamaah tersebut divaksinasi meningitis. Mereka yang telah menjalani vaksinasi, akan diberikan ‘kartu kuning’ atau Internacional Certifikate of Veccination (ICV) yang dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat.
Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan (Depkes) Tjandra Yoga Adhitama, belum lama ini mengatakan, peraturan yang mewajibkan jamaah haji atau umrah mendapatkan vaksinasi meningitis adalah Pemerintah Arab Saudi melalui Nota Diplomatik Dubes Arab Saudi di Jakarta 1 Juni 2006 dan Internacional Health Regulation 2005. Dalam Nota Diplomatik disebutkan bahwa setiap jamaah haji, tenaga kerja, dan umrah harus mendapat imunisasi meningitis terlebih dahulu untuk mendapatkan visa.
Vaksin tersebut, kata Tjandra, selain digunakan jamaah haji Indonesia juga telah digunakan oleh negara-negara yang mengirimkan jamaah haji. Misalnya Saudi Arabia, Iran, Negeria, Yaman, Malaysia, Filipina, Singapura, Pakistan, Bangladesh, Ghana, India, Kazakstan, Kumait, Libanon, dan masih banyak lagi.”
Dari semua keterangan-keterangan tersebut dapat diringkaskan permasalahan sebagai berikut :
1. Vaksin meningitis lama (“Old” Mencevax TM ACW 135 Y) tidak mengandung unsur babi tapi pada proses pembuatan/pengolahannya bersinggungan atau bersentuhan dengan unsur babi (sebagai katalisator) di antaranya diambil dari pangkreas babi.
2. Vaksin meningitis baru “NEW” Mencevax TM ACW 135 Y dipasarkan sejak akhir 2008. dalam proses pembuatannya tidak lagi menggunakan unsur babi sebagai katalisator, tetapi bahannya merupakan larutan working seed dari formula lama. Dengan kata lain yang baru itu bahannya atau sembernya dari yang lama.
3. Belum ditemukan vaksin meningitis yang benar-benar lepas dari murni tanpa keterkaitan dengan vaksin meningitis yang ada.
Bahan dan proses pembuatan vaksin meningitis di atas diakui pula oleh Mentri Kesehatan R.I, Siti Fasilah Suparti, hanya sangat disayangkan beliau melebihi kewenangannya dengan menyimpulkan sendiri bahwa vaksinasi meningitis halal karena tidak mengandung unsur babi sedikit pun.
Tinjauan Hukum Syar’i Terhadap Vaksin Menengitis
Pada kenyataannya pada pembahasan tentang vaksinasi meningitis yang sekarang sedang terjadi terkandung beberapa kondisi :
1. Membuat sesuatu yang halal (vaksin meningitis) menggunakan alat (unsur) yang haram (enzim babi).
2. Alat itu tidak terbawa dengan kata lain telah dibersihkan dari vaksin meningitis.
3. Menjadikan vaksin meningitis sebagai komoditi (barang yang diperjual belikan).
4. Jamaah calon haji atau Umrah tidak akan dapat masuk ke Saudi Arabia jika tidak divaksinasi dengan vaksin meningitis yang ada sekarang
5. Jamaah Haji yang tidak divaksinasi meningitis dapat tertular penyakit yang membahayakan dirinya bahkan sampai mengancam nyawanya.
Kaidah Usul fiqh menegaskan :
الأَصْلُ فِي النَّهْيِ لِلتَّحْرِيمِ
Asal dari setiap larangan itu hukumnya haram
الضَّرُورَةُ تُبِيحُ الْمَحْظُورَاتِ
Darurat itu membolehkan hal-hal terlarang
مَا أُبِيحَ لِلضَّرُورَةِ تُقَدَّرُ بِقَدَرِ تَعَذًُّرِهَا
Apa yang dibolehkan untuk kemadaratan diukur dengan ukuran uzurnya.
لاَ حَرَامَ مَعَ الضَّرُورَةِ وَلاَ كَرَاهَةَ مَعَ الْحَاجَةِ
Tidak ada haram bersama darurat dan tidak ada makruh bersama kebutuhan.
Mengenai menyelamatkan kehidupan kaum muslimin diterangkan dalam firman Allah dan sabda Rasulullah saw. sebagai berikut :
مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فِي الأْرْضِ لَمُسْرِفُونَ(32)
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. Q.s. Al-Maidah : 32
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abdulah bin Umar bahwasannya Rasulullah saw. telah bersabda,”Muslim itu sodaranya muslim, tidak menzaliminya, dan tidak mengabaikannya. Siapa yang dalam kebutuhan sodaranya, maka Allah berada dalam kebutuhannya. Dan siapa yang membebaskan seorang muslim dari kesulitannya, Allah akan melepaskan kesulitan dari kesulitan-kesulitan hari kiamat. Dan siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.’” H.r. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, II : 862, Sahih Muslim, IV : 1993, dan Abu Daud, IV : 273.
Kesimpulan :
1. Vaksin meningitis yang pada proses pembuatanya menggunakan enzim babi karena telah menjadi komoditas hukumnya haram
2. Selama belum didapatkan vaksin meningitis atau obat-obatan lain yang halal, untuk jamaah calon haji dan umrah khususnya, berlaku hukum darurat dan diperbolehkan.
3. Wajib bagi umat Islam untuk terus mengupayakan cara lain yang halal
• Hj.Ummu Salamah,SH, Hajjam said:
Membaca artikel di atas perkenankan saya memberikan tanggapan tentang kesimpulan di atas:
Kesimpulan ke 2 . Selama belum didapatkan vaksin meningitis atau obat-obatan lain yang halal, untuk jamaah calon haji dan umrah khususnya, berlaku hukum darurat dan diperbolehkan.
Apakah calon haji yang sehat dalam keadaan DARURAT? apakah mau meninggal..?menurut saya ini adalah PEMBODOHAN kepada umat.
Apakah Rasulullah membolehkan Abdurahman bin Auf memakai sutra yang haram bila Abdurahman bin Auf dalam kondisi sehat?
Konsep Darurat yang di paksakan dengan vaksin meningitis haram dan beracun buatan kafir itu adalah, cara orang kafir memaksakan umat muslim/menginjak-injak kehormatan umat muslim, untuk di rusak organ tubuh dan sel otaknya berdasarkan bisnis dan penjajahan, dan agar doanya ter tolak oleh ALLAH.
(saya adalah korban yang hampir meninggal karena di paksa suntik Vaksin meningitis, dan banyak fakta di lapangan Vaksin meningitis banyak menimbulkan kematian , cacat dan sakit-sakitan, Baca buku Imunisasi dampak konspirasi & solusi sehat ala Rasulullah SAW)
Saya sudah pernah menyatakan cara-cara untuk mencegah meningitis dengan cara yang halalan toyiban. Sudah saya kirimkan kepada MUI Pusat, melalui surat saya tahun 2007.Saya sudah menyampaikannya dan sudah di muat di Jurnal Halal MUI tahun 2007.
Saya sudah terangkan secara detail cara-caranya menkonsumsi jus terapi. obat-obatan Herbal yang di ajarkan Rasulullah dan melaksanakan bekam/hijama 3 bulan sebelum berangkat haji…
Mengapa kalian terus membohongi umat… wahai MUI dan para dokter ?.. mengapa kalian korbankan umat Muhammad ini dengan benda haram dan cara curang untuk dapatkan harta dan jabatan?
Kalian itu seharusnya melindungi umat dan patuh pada Allah dan RasulNya…
Bukan tunduk kepada Kafir atau antek-anteknya yang ingin membunuh umat muslim…
Ada apa dengan kalian wahai…pejabat-pejabat zolim?? masih kurangkah korban darah, harta, airmata dan harga diri umat Islam yang noyta bene adalah saudara kalian???
Baik saya tuliskan lagi step-step untuk dapat kan tentara alami tubuh kita agar sehat dan menjadi Haji yang mabrur.
Apa itu meningitis: Meningitis adalah peradangan yang hebat pada selaput otak. Si penderita biasanya mendapat demam tinggi, sakit kepala,hebat,dan nyeri kaku di leher dan punggung. Kuman-kuman meningitis ini tampaknya di tularkan oleh orang yang menderita sakit kerongkongan atau selesma ringan. Kuman ini bisa hidup di dalam tunuh karena menumpuknya kotoran di dalam tubuh.Kalau tubuh itu sehat , maka kuman akan lenyap karena tidak mempunyai cukup makanan.Oleh karena itu sangat perlu memelihara kesehatan dengan makanan yang segar-segar.
IMUNISASI ALAMI HALALAN TOYIBAN PENGGANTI VAKSIN MENINGITIS
CARA MENCEGAH DAN MENGOBATI MENGINITIS (RADANG SELAPUT OTAK)
Laksanakan hijamah/bekam 1bulan 1 x (3 bulan berturut-turut sebelum naik haji)
Sangat perlu makan yang segar-segar
Pagi : Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas
Siang : Wortel 1 gelas, bit 1/3 gelas, Timun 1/3 gelas
Sore : Wortel 1 gelas, seledri ½ gelas, Bayam 1/3 gelas
Malam : Wortel 1 gelas
Tambahan : Habatusauda, madu, sari kurma
Makanan minuman: Back to nature, tidak msg, vetsin, instan.
Tidak makan atau minum obat-obatan kimia dan tidak perlu vaksinasi apapun.
Cukup dengan cara sehat ala Rasulullah..dan Prilaku yang sesuai dengan apa yang di ajarkan Rasulullah kepada kita.
Vaksin meningitis untuk calon haji, hukum darurat yang di Palsukan.
Hukum darurat yang di paksakan dalam keharusan vaksin meningitis untuk calon jamaah haji, adalah darurat yang di palsukan. Padahal kedaruratan yang sebenarnya adalah, bila calon jemaah haji di suntik vaksin meningitis, ataupun lainnya, maka terjadilah kondisi darurat , yaitu meninggal, cacat atau sakit-sakitan.
Hanya ada 2 hal yang terjadi ketika manusia di vaksin.
1. Bila ia tidak kuat maka ia meninggal
2.Jika ia kuat, ia bisa cacat, sakit-sakitan atau kelihatan biasa saja, tetapi sudah ada keruskan pada organ tubuhnya.
Bila calon jemaah haji tidak kuat dan meninggal, maka ia membawa zat yang haram ke hadapan Allah…
Bila ia hidup, maka menjalankan ibadah haji dengan kondisi cacat, atau sakit-sakitan membawa benda haram dan beracun pula dalam menjalankan ibadah haji. Hajinya pun jadi tidak berkwalitas..
Bila dengan cara yang halalan toyiban sudah bisa mencegah penyakit meningitis, lalu kenapa pakai yang haram.?
Konsep kebenaran adalah: dapat di terima akal, menentramkan hati dan sesuai dengan fitrahnya manusia.
Pada saat seminar di surabaya, ada sms masuk dari kediri yang menyatakan bahwa sebagian dari calon jemaah haji yang di suntik meningitis, sakit-sakitan dan ada juga yang meninggal.
Lalu bukankah sudah jelas bahwa dengan di vaksin meningitis malah banyak terjadinya wabah yang nota bene penyakitnya adalah ciri-ciri dari orang yang terkena sakit meningitis?
Jadi dengan di vaksin meningitis, menyebabkan sebagian orang terkena meningitis sebelum naik haji.
Lalu di mana konsep darurat itu di letakkan? darurat bila di suntik vaksin jadi pada meninggal, cacat ,sakit-sakitan
atau darurat jika tidak disuntik vaksin meningitis para kapitalis gak bisa jualan vaksin. Para kapitalis tidak mendapatkan pasien di Rumah Sakitnya, dan
para jemaah haji jadi di kabulkan doanya, sehingga mempercepat hancurnya sistem kapitalis karena dengan terkabulnya doa umat muslim maka Syariat Islam segera tegak? Mari kita renungkan..
Jika dalam kondisi sakit, dan tidak ada obat selain yang haram, dan bila tidak dikasih obat yang haram maka ia meninggal, baru ini darurat sehingga zat haram boleh di jadikan obat.
Tetapi dalam kondisi sehat dan ada cara yang halalan toyiban dan telah terbukti kebenarannya dapat mencegah penyakit apapun termasuk meningitis .. apa lagi persoalannya? Please deh.. umat muslim… … jangan saling membunuh satu sama lain..Rasulullah tidak pernah mensyaratkan naik haji dengan keharusan di vaksin.
Kalo mau jualan vaksin silahkan saja, pakai saja madu propolis, atau madu, di suntikan ke jemaah haji silahkan bisnis. Tapi ini juga bukan keharusan, tapi pilihan. Bisnis boleh aja tapi bisnis yang halalan toyiban….
Hal ini sudah pernah di uji coba oleh seorang peneliti yang mensuntikannya ke tangan kirinya, yang efeknya memberikan kesegaran. Kalau itu yang di inginkan, harus dengan suntikan..tentu hal ini dapat di gunakan tentu dengan penelitian oleh Farmasi Islam, yang selalu meletakkan teknologi berdasarkan halalan toyiban.
Islam itu mutahir dan cemerlang, oleh karenanya tidak layaklah kita umat muslim terus saja terpuruk di segala lini kehidupan. Berpikirlah cemerlang, bangkitlah tuk berjuang, senangkah bila calon jemaah haji terus saja menjadi koban dari sistem kapitalis yang rusak?…
Saya harap tulisan saya dibaca dulu pelan-pelan…..
MAAF SEBELUMNYA KALAU TULISAN SAYA TERLALU BANYAK… INI HANYA PENDAPAT SAYA… SILAHKAN BERTANYA PADA AHLINYA… SAYA BELUM KOMPETEN KARENA SAYA BELUM MENYELESAIKAN STUDI SAYA…
MAAF SEBELUMNYA SAYA TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG SIAPAPUN…
KOMENTAR SAYA MURNI KEPEDULIAN, SAYA TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN APAPUN (MAAF BUKAN SOMBONG, BAGI KAMI ORANG KESEHATAN MENGIMUNISASI ANAK ORANG GAK BAKAL BIKIN KAMI KAYA, BUKAN ITU SUMBER PENDAPATAN KAMI–> maaf kalau agak kasar)…
SAYA HARAP YANG BERKOMENTAR JANGAN MEMFONIS JIKA TIDAK KOMPETEN DIBIDANG INI…. SILAHKAN BERKOMENTAR TAPI HARAP DICANTUMKAN KATA-KATA “…MENURUT SAYA…” ATAU SEJENISNYA… SEHINGGA TIDAK MERUSAK DASAR PEMIKIRAN ORANG YANG BELUM TAHU APA-APA…
kita BERDISKUSI, salut banyak krtitikan… artinya dengan mengkritik kita sudah berfikir… mari kita berdiskusi buat kebaikan bersama….
SAYA HARAP TIDAK ADA SAKIT HATI… marilah berdiskusi sambil membina SILATURAHMI….. terima kasih juga sebelumnya buat pemilik blog….
IBU UMI YANG TERHORMAT…….
ADA BEBERAPA DARI KOMENTAR IBU YANG AGAK KURANG TEPAT…..
“Kalo bapak beli motor honda, coba deh bikin aturan sendiri tangki bensinnya masukin pisang, anggur… bisa jalan gak?”
MAAF BUK ANALOGI IBU KURANG TEPAT… BENSIN BAHAN BAKAR MOTOR,PADA MANUSIA BAHAN BAKARNYA SALAH SATUNYA PISANG DAN ANGGUR ITU.. JELAS TIDAK COCOK KARENA BUKAN PASANGANNYA.. KARENA JELAS-JELAS HARUSNYA DIBERIKAN PADA MANUSIA, DIBERIKAN PADA MOTOR, JELAS SALAH… TAPI KALAU IMUNISASI IBU BISA JELASKAN HARUSNYA DIBERIKAN PADA APA???
IMUNISASI BUKAN YANG SEHARUSNYA UNTUK NON MANUSIA TERUS DIBERIKAN KEPADA MANUSIA. IMUNISASI MEMANG DITUJUKAN PADA MANUSIA… JADI TIDAK MELENCENG SEPERTI YANG IBU ANALOGIKAN.. KALAU TADI SAYA BILANG MANUSIA DIPASANGI BAUT BARU TIDAK COCOK KARENA SEHARUSNYA BUKAN PADA MANUSIA…
SATU LAGI ANALOGI IBU ITU BAHAN BAKAR.. JADI CUKUP VITAL.. ARTINYA JIKA SALAH MAKA TIDAK AKAN BISA JALAN… IMUNISASI BUKAN BAHAN BAKAR TAPI SISTEM IMUN (PERTAHANAN) JADI BUKAN HAL YANG VITAL…. SEPERTI MISALNYA KALAU LAKI-LAKI DIPAKAIKAN PAKAIAN PEREMPUAN ARTINYA TERJADI KESALAHAN PAKAIAN (PELINDUNG/PERTAHANAN TUBUH BAGIAN LUAR) BUAT PEREMPUAN DIBERIKAN PADA LAKI-LAKI…. MASIH GAK MASALAH….
DAN MEMANG TIDAK ADA KESALAHAN PADA IMUNISASI, DALAM ARTIAN TIDAK ADA KESALAHAN ADALAH MAKSUD DAN TUJUAN DARI IMUNISASI… MEMANG UNTUK MANUSIA DIBERIKAN PADA MANUSIA…
IBU JUGA BILANG “…..Nah manusia yang menganggap Allah tidak sempurna berpikir kalo manusia di suntikan vaksin yang di tambah rekayasa genetika binatang, maka jadi sempurna, jadi kuat,….”
TIDAK ADA YANG BILANG JADI SEMPURNA ATAU JADI KUAT BUK…. HANYA BISA LEBIH TAHAN JIKA DIDEKATNYA ADA ORANG YANG MENDERITA PENYAKIT YANG DIMAKSUD,TERUS DIA TERTULAR TUBUHNYA DISERANG OLAEH KUMAN TERSEBUT SISTEM IMUNITAS(SISTEM PERTAHANAN TUBUHNYA BISA MELAWAN…
oleh karenanya bila tubuh manusia di masukkan vaksin yang di buat dari benda haram lagi beracun, fenol bahan buat benda plastik, Aluminium bahan untuk bikin pager, merkuri/air raksa yang beracun ya gak heran orangnya jadi pada kejang, kejet-kejet, mati..karena bahan itu tidak cocok dengan manusia
IBU BISA PERTANGUNG JAWABKAN SEMUA YANG IBU KATAKAN ITU???
FENOL BAHAN BAKAR PLASTIK.. EMANG YANG DISUNTIKKAN PLASTIKNYA???
ALUMINIUM BAHAN PAGER, EMANG PAGERNYA YANG DIMASUKIN KETUBUH???
ASAL IBU TAHU DIDALAM TUBUH IBU ITU BANYAK BAHAN-BAHAN ALAM YANG MUNGKIN DIKESEHARIAN KITA TAMPAK TDAK WAJAR ADA DITUBUH MANUSIA….
MISAL UNSUR FE (BESI), ADA DIDALAM DARAH IBU DAN DENGAN BENTUKNYA DIDALAM TUBUH BERFUNGSI MENGIKAT OKSIGEN YANG IBU HIRUP DALAM TIAP NAFAS IBU,TRUS DIANGKUT KESELURUH TUBUH IBU TERMASUK OTAK AGAR BISA BERFIKIR….
TRUS IBU NGANGGAP ITU BAHAN BUAT BIKIN MOTOR,BIKIN PAGER, BIKIN OBENG,BUAT BIKIN TIANG BANGUNAN…. BEGITU…???
TRUS GAK MAU ADA UNSUR FE DALAM TUBUHNYA…. SILAHKAN AJA…
BUK, SEMUA UNSUR-UNSUR ITU DALAM BENTUK, UKURAN, REAKSI DAN IKATAN KIMIA YANG TEPAT… AKAN MENGUNTUNGKAN BUK….
IBU MENJELASKAN SEJARAH ILMU KEDOKTERAN. IBU KETIK SENDIRI ATAU COPY DARI BLOG LAIN…???
KALAU DARI BLOG ORANG LAIN.. SEBAIKNYA DICANTUMKAN SAJA BLOG YANG BERSANGUTAN… KURANG ETIS BERKOMENTAR DENGAN DASAR MILIK ORANG LAIN TANPA MENYEBUT ORANG TERSEBUT,DAN KURANG BAGUS JUGA MEMBUAT KOMENTAR SEPANJANG ITU tapi kurang dijelaskan alasannya ,, PEMBACA JADI BINGUNG MEMBACANYA … SEBAIKNYA LANGSUNG KEMAKSUD DAN TUJUANNYA…
KALAU SAYA, INI KALAU SAYA YA.. GA TAU ORANG LAIN. MAAF KALAU SAYA SALAH TAPI SAYA MENANGKAP MAKSUD IBU BEGINI…
BUKAN BERMAKSUD MENUDUH TAPI SAYA MENANGKAP MAKSUD TULISAN TERSEBUT MAU MENJELASKAN KALAU ILMU KEDOKTERAN SEKARANG ADALAH AKAL-AKALAN ORANG BARAT…
BEGINI BUK,BETUL ILMU KEDOKTERAN DIKEMBANGKAN OLEH ORANG BARAT, TAPI KAMI ORANG KEDOKTERAN JUGA BUKAN ORANG BEGO KOK,MAAF, BUKAN BERMAKSUD SOMBONG TAPI KAMI DISARING DENGAN GRADE YANG SANGAT TINGGI PADA AWAL PENDIDIKAN KAMI.APA YANG DIKHAWATIRKAN MASYARAKAT TENTANG ASAL PERKEMBANGAN ILMU KEDOKTERAN.JAUH DARI DULU SUDAH KAMI (PEKERJA DALAM BIDANG KESEHATAN DIINDONESIA) PIKIRKAN, DAN KAMI, TERUTAMA PENDIDIK-PENDIDIK KAMI BISA BUKTIKAN MANA YANG BAIK DAN MANA YANG JELEK.SEBAGAI INFO TIDAK SEMUA ILMU KEDOKTERAN BARAT DITERAPKAN DIINDONESIA.KARENA PEMIKIRAN DARI SEGI BAIK DAN BURUKNYA.
SEPERTI MASALAH LAMBANG-LAMBANG KEDOKTERAN, KAMI LEBIH TAU LAMBANG APA ITU. DARI MANA, APA ARTINYA.. KAMI LEBIH TAU… DAN BAGI KAMI ITU HANYA SEKEDAR LAMBANG.. BUKAN DASAR PEMIKIRAN.. KAMI HANYA MENGARTIKAN ITU SEBAGAI LAMBANG KARENA MAKSUD DAN ARTINYA CUKUP MENDUKUNG… MISALNYA LAMBANG APOTIK… “GELAS DILILIT OLEH SEEKOR ULAR”… MAKSUDNYA ADALAH MAU MENJELASKAN… OBAT ITU ADALAH RACUN… SEDERHANANYA ARTINYA OBAT SEBENARNYA BAHAN BERBAHAYA, MISALNYA OBAT –OBAT TERTENTU BERSIFAT HEPATOTOKSIX ATAU NEVROTOKSIX, ARTINYA DAPAT MERUSAK HATI (HEPATOTOKSIX ) ATAU MERUSAK GINJAL (NEVROTOKSIX ) TAPI DENGAN DOSIS,TAKARAN DAN WAKTU YANG TEPAT DIA JADI BERMANFAAT MENYEMBUHKAN… JADI HANYA SEKEDAR LAMBANG… BUKAN BERARTI DENGAN MEMAKAI LAMBANG ITU KAMI MEMPERCAYAI AGAMA ORANG YUNANI…
MASALAH IMUNISASI HAJI… SAYA BELUM MENGUASAI BETUL… TAPI KESIMPULAN SAYA…
BEGINI,… IBADAH HAJI DILAKUKAN TIDAK HANYA OLEH ORANG INDONESIA TAPI SELURUH DUNIA…
DAN BANYAK NEGARA TIDAK SEBAIK NEGARA KITA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT… BISA SAJA DINEGARA ASAL ORANG YANG KITA TEMUI DISANA SEDANG MEWABAH KUMAN PENYEBAB MENINGITIS… BAYANGKAN ANDA BERSINGGUNGAN DENGAN DIA… BUKAN HANYA ANDA YANG KENA… BEGITU PULANG KEINDONESIA.. SELURUH KELUARGA… SELURUH MASYARAKAT INODESIA BISA TERTULAR…. MAU??? TIDAK ADA SALAHNYA KALAU KITA MENCEGAHKAN??? DENGAN CARA MEMPERKUAT SISTEM PERTAHANAN TUBUH KITA UNTUK MENGHADAPI KUMAN TERSEBUT….
MASALAH HALAL HARAM SAYA KURANG MENGETAHUI BAHAN DASARNYA…. SILAHKAN BANYAK MEMBACA DAN DIDISKUSIKAN KEDEPARTEMEN TERKAIT… TIDAK CEPLAS-CEPLOS SANA SINI YANG HANYA AKAN MEMBUAT PANIK MASYARAKAT, TAPI TIDAK MEMBERI JALAN KELUAR….
MASALAH YANG IBU BILANG TIAP HARI MENDAPAT TELP DARI SELURUH INDONESIA DENGAN BERBAGAI KELUHAN SEBAIKNYA DILAPORKAN KEDINAS KESEHATAN… JANGAN DIKOMENTARI SEPIHAK… SAYA SEBAGAI ORANG YANG MENDALAMI ILMU KESEHATAN TIDAK MENYANGKAL ITU TERJADI.. ITU BISA SAJA TERJADI KALAU SYARAT IMUNISASI DILANGGAR.. MISALNYA, ANAK DALAM KEADAAN DEMAM TIDAK BOLEH DIIMUNISASI. ITU MUTLAK JIKA DILANGGAR MAKA AKAN TERJADI KELAINAN KARENA DEMAM MENGINDIKASIKAN TUBUH SEDANG ADA MASALAH JADI TIDAK SIAP… SEPERTI MISALNYA PADA MOBIL, SUARA MESIN MOBIL TERDENGAR TIDAK NORMAL TAPI DIPAKSA JALAN LINTAS JAWA. AKAN ADA RESIKONYA… BEGITU JUGA IMUNISASI, DAN SYARAT IMUNISASI ITU BANYAK SERTA BERBEDA PADA TIAP IMUNISASI, KALAU SAYA TULIS DISINI TERLALU PANJANG, TANYAKAN PADA PETUGAS TEMPAT ANDA MELAKUKAN IMUNISASI APA SAJA YANG BOLEH,APA SAJA YANG HARUS, APA YANG TIDAK BOLEH, SEBAIKNYA SEPERTI APA TANYAKAN SEMUANYA, JIKA TERPENUHI SYARAT IMUNISASI BARU LAKUKAN IMUNISASI…..
IMUNISASI JUGA BUATAN MANUSIA BUK, JADI ADA SAJA KETIDAKSEMPURNAANNYA KARENA SEPERTI YANG SAYA BILANG, TUBUH MANUSIA SANGAT KOMPLEKS, SEMUA ORANG BISA MAKAN UDANG, TAPI BAGI SEBAGIAN ORANG BISA GATAL-GATAL. ITU NAMANYA REAKSI TUBUH.. ITULAH PERLUNYA PENELITIAN ,UJI COBA,PERHITUNGAN YANG MATANG SEBELUM IMUNISASI DILEPAS KEMASYARAKAT… DAN ITU TIDAK SEMBARANGAN… TAPI TETAP SAJA TUBUH MANUSIA MERESPONYA BERBEDA-BEDA…
HANYA MAYORITAS HAL ITU BERHASIL… ARTINYA, MISAL PADA 10RIBU ORANG BERHASIL TAPI PADA 1 ORANG GAGAL. ITU BISA…
JANGANKAN IMUNISASI, MINUM OBAT PENURUN PANAS DIWARUNG SAJA YANG PADA MAYORITAS ORANG MENYEMBUHKAN TAPI BISA BUAT ORANG LAIN MATI KEJAT-KEJAT SEPERTI YANG IBU BILANG. DIKEDOKTERAN KAMI SEBUT ITU SYOK ANAFILAKTIK, TERJADI KARENA TUBUHNYA MERESPON BERBEDA.BISA KARENA BANYAK HAL . MISAL TUBUHNYA HIPERSENSITIF ATAU SEBAGAINYA….
DAN SEMUA ITU KAMI PELAJARI…
SATU LAGI….
SAYA TIDAK MEMBENARKAN IMUNISASI SEPENUHNYA KARENA SAYA JUGA MASIH PERLU BANYAK BELAJAR… TAPI KALAU MEMANG IMUNISASI SALAH… KENAPA GAK SEMUA ANAK YANG DIIMUNISASI ITU YANG KENAPA-KENAPA..?? KENAPA HANAYA SEGELINTIR ??? asal tahu saja PULUHANRIBU ANAK DIINDONESIA DIIMUNISASI TIAP KELAHIRANNYA…
KALAU ADA YANG JAWAB TIDAK KELIHATAN DARI LUAR,…..
KAMI ORANG-ORANG YANG BERGELUT di ILMU KEDOKTERAN BISA “LIHAT” DARI DALAM…..
ATAU ADA YANG BISA JELASKAN KENAPA VIRUS POLIO HAMPIR TERERADIKASI DARI DUNIA INI… KALAU BUKAN KARENA IMUNISASI BESAR-BESARAN ??? (ERADIKASI arti sederhananya PUNAH)
Silahkan googling dengan kata sandi “eradikasi”
Salah satu contoh sitenya :
http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/rekombinasi-virus-polio-dan-hubungannya-dengan-program-eradikasi-polio/
BUAT KOMENTAR-KOMENTAR YANG LAIN YANG MENGANGAGAP/BERIMAJINASI KALAU IMUNISASI DASAR WAJIB PADA ANAK SEBAGAI ALAT CUCI OTAKLAH, CARA UMAT YAHUDI ATAU APALAH UNTUK MERUSAK UMAT ISLAM, AKAL-AKALAN ORANG BARATLAH..APAPUN LAH… SAYA INSYAALLAH YAKIN ITU TIDAK BENAR..LEBIH PARAH LAGI ADA YANG MENULIS KALAU IMUNISASI ITU SEMACAM ALAT YANG DIMASUKKAN KETUBUH TRUS NANTI BISA DIATUR LEWAT SATELIT APA YANG DIPERINTAHKAN KITA GAK BISA MENOLAK (kebanyakan nonton film tu orang kalau kata saya)..
BAGAIMANA KALAU SAYA BERKOMENTAR KALAU MENAKUT-NAKUTI BAHAYA IMUNISASI ADALAH CARA MUSUH ISLAM MUSUH INDONESIA AGAR KITA TIDAK IMUNISASI,… TRUS NANTI DARI PESAWAT MEREKA BUANG DRUM BERISI VIRUS PENYAKIT YANG TIDAK KITA IMUNISASI ITU…JADI SEMACAM SENJATA BIOLOGIS… TERPIKIRKAH OLEH PEMBACA…????
SAYA TIDAK MENYALAHKAN PEMIKIRAN DAN KECURIGAAN KOMENTATOR BERSANGKUTAN TERHADAP MUSUH “ISLAM”.TAPI MUNGKIN DENGAN CARA LAIN KALAU MELALUI IMUNISASI APALAGI IMUNISASI DASAR WAJIB INYSAALLAH TIDAK…. IMUNISASI BUKAN TEKNOLOGI CANGGIH SEPERTI YANG DIBAYANGKAN.. SEBENARNYA CUKUP SEDRHANA PROSES KERJANYA…. DENGAN LOGIKA BISA DIMENGERTI… HANYA SAJA PROSES DAN CARA PEMBUATANNYA BUTUH WAKTU, PENELITIAN, UJI COBA, SERTA TEKNOLOGI…
BEGINI YA… KALAU ANDA YANG NON MEDIS BISA BERFIKIR BEGITU… HARUSNYA ANDA BERFIKIR ORANG-ORANG DIBIDANG MEDIS JUGA BISA BERFIKIR BEGITU… TAPI KENAPA MEREKA SETUJU…. CUCI OTAK LAGI ALASANNYA… GAK SEGAMPANG ITU MENCUCI OTAK MEREKA… MEREKA ADALAH AKADEMISI YANG MELEWATI UJIAN DENGAN GRADE TINGGI UNTUK MENGGELUTI BIDANGNYA… PERNAHKAH BERFIKIR JANGAN-JANGAN ANDA YANG DICUCI OTAKNYA…MARILAH LEBIH TERBUKA… SAYA YAKIN DAN SAYA TAHU IMUNISASI JUGA BELUM SEMPURNA… MARI KITA DISKUSIKAN BERSAMA… TAPI SAYA HARAP JANGAN MERUSAK PEMIKIRAN ORANG LAIN DENGAN PEMIKIRAN ANDA YANG TIDAK MENGUASAI MASALAH… JANGAN HANYA KARENA BARU BACA SEDIKIT HAL YANG MENYANGKUT MASALAH.. APALAGI BACAANNYA BLOG-BLOG… BLOG TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA AKADEMIS..MUNGKIN SEMUA PEMBACA TAU ITU…TIDAK SEMUA YANG ANDA BACA DIINTERNET ITU BENAR. CARILAH JURNAL YANG KOMPETEN…APALAGI KALAU GAK BACA SAMA SEKALI TAPI CUMA KOMENTAR ATAU PENDAPAT ANDA… ANDA BERKOMENTAR TAPI TIDAK DAPAT ANDA PERTANGGUNG JAWABKAN… DIPERCAYA ORANG TRUS DITERAPKAN TERNYATA SALAH… PERTANGGUNG JAWABANNYA DIHADAPAN ALLAH.SWT… SILAHKAN MENULIS KATA “..MENURUT SAYA..”, ATAU APALAH YANG TIDAK MEMFONIS…
JADI KITA BISA BERDISKUSI BERSAMA… MEMBINA SILATURAHMI…
MAAF SEBELUMNYA KALAU TULISAN SAYA TERLALU BANYAK… INI HANYA PENDAPAT SAYA… SILAHKAN BERTANYA PADA AHLINYA… SAYA BELUM KOMPETEN KARENA SAYA BELUM MENYELESAIKAN STUDI SAYA…
MAAF SEBELUMNYA SAYA TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG SIAPAPUN…
KOMENTAR SAYA MURNI KEPEDULIAN, SAYA TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN APAPUN (MAAF BUKAN SOMBONG, BAGI KAMI ORANG KESEHATAN MENGIMUNISASI ANAK ORANG GAK BAKAL BIKIN KAMI KAYA, BUKAN ITU SUMBER PENDAPATAN KAMI–> maaf kalau agak kasar)…
MARILAH kita BERDISKUSI, salut banyak krtitikan… artinya dengan mengkritik kita sudah berfikir… mari kita berdiskusi buat kebaikan bersama, SAYA JUGA MASIH SANGAT TIDAK MENGUASAI MASALAH,SAYA TIDAK SENGAJA MEMBACA BLOG INI WAKTU SAYA MENCARI BAHAN TENTANG IMUNISASI, TAPI SAYA MERASA HARUS MENCOBA MELURUSKAN.. SAYA TIDAK MEMBENARKAN IMUNISASI TAPI SAYA TIDAK MAU MASYARAKAT TERBENTUK PEMIKIRAN YANG SALAH KARENA MEMBACA HAL YANG TIDAK DAPAT DIPERTANNGUNG JAWABKAN….
SAYA HARAP TIDAK ADA SAKIT HATI… marilah berdiskusi sambil membina SILATURAHMI….. terima kasih juga sebelumnya buat pemilik blog….
….ASSLAMUALAIKUM….