terapi-hati.jpgUrusan seonggok darah yang bentuknya tak seberapa besar ini sangatlah urgen plus penting banget untuk disimak. Tapi kenapa? Pasalnya baek dan buruk perbuatan anggota tubuh kita yang laen tergantung pada sehat dan nggaknya.
Yap, hati. Menjadi parameter kebaikan dan kejelekan tindak anggota tubuh manusia. Bahkan, jauh-jauh hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan bahaya hati yang sakit.

Memang, hati kita memiliki kondisi dan emosi beragam. Hingga ia berimplikasi kepada keadaan yang bervariasi juga pada empunya dalam sifat , sikap, maupun keadaannya. Ini pula yang disinyalir dalam ayat-ayat Al Qur’an tentang penyakit penjangkit hati. Ada kelalaian, kebutaan, kepalsuan, labilitas, olok-olok, kekarasan, riya’, kemunafikan, dan sederet penyakit lainnya.
Penyakit-penyakit tersebut seringkali menimpa zona dan area penting dalam kehidupan beragama yang menjadi ujian berat ketika menimpa. Dia bisa menjangkiti anak adam dalam hal ibadah, dakwah, ilmu, syahwat, pangkat dan kedudukan, wanita, dan seterusnya. Nah bagi kita yang terjangkit penyakit tersebut kudu dan segera menyembuhkannya. Diantara terapi tersebut adalah:

* Menyempurnakan cinta kepada Allah. Seorang pakar dan ulama Masyhur, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah menyatakan, “Sarana penyembuhan penyakit hati terbesar ialah mengisi hati dengan cinta kepada Allah l. Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yangberiman lebih cinta kepada Allah.”(Al Baqarah: 165)
* Memurnikan keikhlasan. Ikhlas dalam beramal sangat berbengaruh untuk mendapatkan ketenangan di dalam dada dan kesejukan hati.
* Ittiba yang baik. Artinya kita senantiasa menjadikan panutan kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai uswah dalam segala hal.
* Melazimi dzikrullah. Merupakan sara penting untuk mengambalikan mengembalikan kondisi hati agar kembali sehat dan tenang. Ketahuilah dengan dzikir kepada Allah l. Dengan banyak berdzikir segala kerak di dalam dada akan mencair, dapat mengenyahkan perintang di dalam hati. Adapun jenis dzikir teragung adalah membaca Al Qur’an, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad: 24)

Terapi lain. Untuk penyembuhan hati juga bisa di tempuh dengan berbagai terapi seperti; melakukan banyak ketaatan, berdoa, memperdalam ilmu agama.
Itulah bebarapa hal yang terkait dengan fitnah hati dan terapinya. Moga bermanfaat dalam usaha mencapai ridha Ilahi dengan. Amiiin!. (sahibulQolam)

Adapted From: Imtihanul Qalbi, Dr. Nashir bin Sulaiman Al Umar, Darul wathan lin Nasyr, Riyadh 1412 H