Orangnya berambut lurus, kulitnya berwarna kuning, tubuhnya tinggi agak kurus. Kusumo, sebut saja namanya begitu. Sosok lelaki yang pendiam, tak banyak cakap. Aku mengenal dan bersamanya di satu sekolah selama setahun. Tahun berikutnya, sosoknya tak lagi kujumpai di sekolahan. Konon, ia pindah sekolah ke sebuah fakultas kedokteran di kota budaya. Pertemanan kami yang tidak terlalu dekat pun berakhir sampai di situ.

Nama Kusumo pun mau tak mau lepas dari ingatan, karena kesibukan belajarku dan aktivitas yang lain. Berita tentang Kusumo baru mampir lagi ketika datang liburan semesteran berikutnya. Kusumo telah meninggal dunia. Di usianya yang masih belia, ia menghembuskan napas terakhir tanpa gejala sakit apapun. Kata ibunya, sore sebelumnya Kusumo hanya mengeluh kecapekan selepas praktikum.

Setelah Kusumo ada Yayan –begitu panggilan akrabnya. Seorang teman yang begitu dekat denganku. Ia adalah seorang pemuda yang punya banyak kelebihan. Keramahan, kedermawanan, kesederhanaan dan keceriaannya masih lekat dalam kenangan. Kami pernah tinggal di satu kontrakan saat belajar di kota pelajar. Boleh dibilang, ia termasuk teman yang paling sehat dibanding teman-teman yang lain. Meski begitu, ternyata Allah berkehendak memanggilnya lebih segera dibandingkan teman-temannya yang kurang sehat darinya. Yayan meninggal tanpa menderita sakit apapun sebelumnya. Ia meninggal saat pulang berkunjung ke rumah orang tuanya di bilangan kepulauan Sumatera. Semoga Allah mengampuni dan merahmatinya. Kematian memang sesuatu yang begitu rahasia bagi kita. Kedatangannya tak bisa ditentukan atau diperkirakan sebelumnya.

Yah, banyak hal yang terasa sangat rahasia dalam hidup kita. Kematian, tentu bukan salah satunya. Masalah perjodohan, rezeki, nasib baik dan buruk termasuk hal-hal yang rahasia dalam kehidupan kita. Kita tak pernah tahu itu semua. Hanya Allah yang mengetahui dan mengaturnya. Oleh karena itu, cukup Allah saja tempat bersandar dan bergantung. Semoga yang kini masih jadi rahasia bagi kita, kelak akan terkuak dengan indahnya. Semoga saja. (AH)