prahara manoharaTelah lahir selebriti baru, dengan menggemparkan hubungan dua buah negara, melibatkan agen rahasia FBI, mencoreng aib keluarga sebuah kesultanan, bagaikan kisah dalam sebuah film dan negeri dongeng, menghebohkan berbagai media cetak dan elektronik dan berakhir dengan tawaran peran sebuah sinetron dengan bayaran menghebohkan! Heboh! Geboh!

Itulah kisah seorang wanita bernama Manohara, sebuah kasus yang sebenarnya sebatas permasalahan rumah tangga, namun bergaung hingga menyeberangi lautan belantara. Bila seorang wanita dalam berumah tangga sudah merasa tidak ada kecocokan dan keharmonisan, Islam memperbolehkan mengajukan gugatan cerai dengan alasan yang tentu harus sesuai syariat (khulu).

Misalnya, sang wanta sudah benci tinggal bersama suaminya karena kebencian dan takut tidak dapat menunaikan hak suaminya tersebut dan tidak dapat menegakkan batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ketaatan kepadanya, dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya” [Al-Baqarah : 229]

Al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan ketentuan dalam masalah al-khulu ini dengan pernyataannya, bahwasanya al-khulu, ialah seorang suami menceraikan isterinya dengan penyerahan pembayaran ganti kepada suami.

Syaikh Al-Bassam mengatakan, diperbolehkan al-khulu (gugat cerai) bagi wanita, apabila sang isteri membenci akhlak suaminya atau khawatir berbuat dosa karena tidak dapat menunaikan haknya. Apabila sang suami mencintainya, maka disunnahkan bagi sang isteri untuk bersabar dan tidak memilih perceraian.

Apabila seorang isteri meminta cerai padahal hubungan rumah tangganya baik dan tidak terjadi perselisihan maupun pertengkaran di antara pasangan suami isteri tersebut. Serta tidak ada alasan syar’i yang membenarkan adanya al-khulu, maka ini dilarang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Semua wanita yang minta cerai (gugat cerai) kepada suaminya tanpa alasan, maka haram baginya aroma surga” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam kitab Irwa’ul Ghalil, no. 2035] [14]

Namun prahara Manohara bisa terjadi lantaran ketidakmampuan seorang istri yang terkekang dan terkurung dalam sebuah istana, yang konon menurut cerita ia tidak mampu mengajukan gugatan cerai karena bagaikan hidup dalam penjara berlapis. Manohara mungkin ada benarnya, namun jangan pula kemudian ia mengumbar aib suaminya di depan media, karena itu haram baginya. Cukuplah majlis hakim yang mengetahui, dan orang-orang yang berkompeten. Islam menyelesaikan konflik dengan apik. Tidak berlebihan, tidak dengan mengumbar tayangan infotaintment yang sungguh tidak berpendidikan dan mengindahkan norma syariat. Okey? (abuibrahim)