pedih bangetAssalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh
Kak Yulia yang dicintai Allah,  aku seorang remaja yang lagi duduk di klas XII Aliyah. Aku pacaran sama seorang akhwat kelas X berjilbab (bisa dibilang jilbaber). Tapi belum lama ini dia ‘mutusin’ aku. Terus terang Kak, aku sangat sakit banget, apalagi selama ini dia menderita sakit serius yang dapat mengancam jiwanya. Kak, aku  sangat ingin membahagiakannya walau hanya sementara. Aku sangat sayang ama dia, Kak.
Aku mungkin bisa nerima keputusan untuk ‘putus’ itu karena alasannya masuk akal yaitu dilarang agama n’ dia  ingin fokus belajar. Tapi yang aku takutkan dia pacaran lagi,  walaupun dia dah bersumpah atas nama Allah SWT dan  RasulNya SAW. Aku  takut dia ingkar akan janjinya tuk nggak pacaran lagi karena orangnya mudah terpengaruh. Kak aku harus bagaimana ????
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Raihan (nama samaran)

JAWABAN
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh
Raihan … bisa  mencintai dan dicintai seseorang merupakan suatu hal yang indah. Akan sangat menyakitkan bila tiba-tiba harus berakhir seperti yang kamu alami sekarang. Raihan, Kakak mengerti, pasti sangat berat dan menyakitkan bagimu harus berpisah dengan orang yang kamu sayangi, apalagi tampaknya  selama ini dia juga menyayangimu, yang artinya cintamu tak bertepuk sebelah tangan. Tentu peristiwa ini cukup mengguncang perasaanmu.
Raihan …tahukah kamu bahwa hatinya mungkin juga berat berpisah darimu? Artinya, keputusannya untuk putus darimu bukan berarti tak menyakiti hatinya. Mungkin ia juga sama-sama ‘terluka’ sebagaimana halnya dirimu, bahkan mungkin lebih terluka daripada kamu sendiri. Bahkan mungkin saja membutuhkan pertentangan batin yang hebat dalam dirinya untuk akhirnya memutuskan berpisah darimu. Tapi tahukah Raihan bahwa apa yang dilakukannya adalah suatu pengorbanan besar untuk mendapatkan kebahagiaan sejati di sisi Allah?
Raihan… kamu juga merasakan bahwa mungkin usianya tak akan lama lagi karena penyakitnya, Allahu a’lam (kakak berdoa semoga penyakitnya masih bisa disembuhkan). Namun segala puji bagi Allah yang berkenan memberikan ‘suatu hal’ yang membuat dia tersadar agar lebih mendekatkan diri kepadaNya. Suatu hal yang ia ketahui bahwa apa yang dilakukan selama ini denganmu yaitu berpacaran memang tidak berkenan di sisi Allah. Ia menginginkan kebahagiaan sejati dalam hidupnya…kebahagiaan yang diridhai Allah.