Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Islam
Setelah kita mengetahui tentang tujuan menikah maka Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup karena hidup berumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua tahun saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat kita.
Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami tidaklah mudah tetapi membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat, hal ini dikarenakan apabila seorang Muslim atau Muslimah sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya yang berarti akan menjadi bagian dalam hidupnya. Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.
Lalu bagaimanakah supaya kita selamat dalam memilih pasangan hidup untuk pendamping kita selama-lamanya? Apakah kriteria-kriteria yang disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon istri atau suami?
A. Kriteria Memilih Calon Istri
Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :
1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.
Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)
Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)
Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :
“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)
Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
2. Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :
Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.
Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :
a. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.
b. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.
3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.
Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :
Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”
4. Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.
Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas.
Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.
Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.
B. Kriteria Memilih Calon Suami
1. Islam.
Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)
2. Berilmu dan Baik Akhlaknya.
Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)
Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)
Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.
Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu :
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)
Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :
“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”
Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya.
Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Wallahu A’lam Bis Shawab.
Like this:
~ oleh Gugun pada Maret 18, 2009.
Ditulis dalam B4 Married
Tag: belahan jiwa, ingin menikah, jodoh, kriteria istri, Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Islam, kriteria suami, pasangan hidup



Asslm,ga sengaja mampir d blog akhi,,tulisanny bagus,artikelny jg brmnfaat bgt.Oiy,trkait dgn artikel ne(memilih pasangan scra islami),ana ingin menanyakan klw mislnya smua kriteria it sdh da,ortu jg dh setuju,tp da 1 anggota klrga yg tdk stju dgn calon qt,lalu ana hrs gmn ya akhi? Oiy,sahabat2 laen yg mampir k blog ne jg blh ksh saran,b4 mkch ats saranny.
Mkch dh d respon mslh yg ana puny.Yg akhi ktkan mang bnr,yg pling utama adalah ortu qt sbg wali qt dh stuju mstiny ga da mslh lg,,tp kakak sulung ana tdk stuju klo ana menikah dgn calon pilihan ana ne,,coz brbagai alasan,ktny ana trlalu cpt menikah d usia 23 thn,truz ktny trlalu jauh klo ana nnti hrs ikut suami k jambi(krn beliau bkrja d jmbi),lalu ktny relasi2ny sdh bnyk yg akn melamar ana,,truz yg paling tdk msk akal mnrt ana dy mengatakn bhwa dy sdh menanyakan bgaimanakh sbnrny tndak tanduk calon ana ne k org pintar,,(ktny org pintar ne meminta ptnjk dr ALLAH,dy mengobti dgn ayat2 Al-Qur’an)dn org pintar ne mengatakn klo calon ana ne jauh dr agama,,ana jd smakin bingung akhi,,sptny kakak sulung ana ne lbh prcya pd prktaan manusia drpa hrs tawakkal kpd Allah,,ana tkt kk ana ne malah jatuhny k syirik,,skrng hub ana dgn kk ana ne sgt tdk baik gr2 ne,ana hrs gmn ya akhi?
Syukrön katsiron ya akhi ats saranny,,,ana bs lbh tenang dgn saran akhi ne yg sbnrny spndapat dgn ana,cm ana msh tdk enak sekali dgn kakak sulung ana ne,,ana hrs brjuang truz 2k mendapatkn restuny,,manalagi skrng beliau sgt kcewa skali dgn kptsan ana yg ingin menikah dgn calon pilihan ana ne.Ana hrs menempuh cr pa ya akhi agar kk sulung ana trsbt bs brskp spt biasa pd ana dan restu dgn kptsan ana ne,,oiy maaf y akhi klo ana trlalu bnyk menyusahkn akhi dgn meminta saran2ny akhi ttng mslh ana,,
aslm…aq udh lama pgn tau kriteria pasangan hidup (suami) yang baik menurut islam. q seneng bs temui d blog ini. brarti skp q slama ini dalam memilih laki-laki untuk jadi suami g salah. tapi sayang ny, aq belum menemukan ny. aq mau tanya, aq udh g menjalin hubungan serius ma cowok, kr2 1,5 thn. byk cowok yg dekat sm aq tapi belum ada yg memenuhi kriteri2 tersebut. Aq bimbang, apakah sikapku untuk tdk menerima mrka yg tidak memenuhi kriteri, salah? krn ad anggapan kalo aq terlalu perfectionist. Sementara memang belum ada yg memenuhi kriteria trsbt. Bagaimana hrs nya sikap ku? karena q juga malu pada tmn2q yg byk sdh punya calon psngan hdp. trmksh
masya allah indah sekali semoga dengan banyaknya orang yang membaca artikel akhi ikhwn dan akhwat berlomba lomba menjadi hamba allah yang sholeh.amien
assalammualaikum..
artikelnya cukup bagus.
tapi kalo boleh tanya jawab nih…
aq pernah menemui seorang laki-laki yang sempurna ibadahnya (menurutq).keluargaku dan keluarganya jg bisa saling menerima.tapi sayang,hubungan kita ga bisa lama akhi.soalnya ada fitnah yang tersebar diantara keluarga.biasa,hidup bertetangga,sering terjadi gosip tidak benar.dan sampai sekarang,keluargaku (terutama ibuku) masih belum bisa memaafkan keluarganya.
dan akhirnya,yg bisa aku lakukan saat ini dengannya,berhubungan sebatas teman.padahal kita masih saling menyayangi.
assalamualaikum…
Alhamdulillah aku senang mbaca artikel nih.maaf sblmya status aku nih single parent.cm sdkt pertanyaan nih akh,knp nabi melarang bujang menikahi janda,sedangakan Nabi sendiri menikahi Khadijah.adakah semacam hak khusus antara perawan n janda (maaf bkn aku ingin dpt bujang).pdhl bnyk fenomena trjdi skrng nih bnyk wanita mngaku dirinya perawan pdhl tidak…..mkch akh tuk jwbnnya….^_^
Wa’alaikumussalam.
Saat ini saya juga berstatus single parent. Saya juga mempunyai ganjalan pertanyaan yang sama. Mohon jawabannya Akhi.
artikelnya sangat bagus ….
dalam hal ini saya ingin sharing … memilih pasangan memang susah2 gampang… vi u/ dapat pasangan yang shalih & dewasa amatlah sulit…bagaimana biar saya keshalihan & kedewasaan itu selain dari artikel di atas????
assalamu alaikum.wr.wb
dalam hal ini saya masih bingung dan kadang sulit membedakan mana laki-laki yang muslim atau yang tidak,apa lagi cara mereka berpakaian sulit sekali mencari laki-laki yang muslim
Assalamualaikum wr.wb
Ane seorang laki-laki usia 27, ana sedang bingung mengambil keputusan untuk calon istri ane. masalahnya banyak kelakuan yang tidak ane senangi yang ada pada calon istri, dengan i’tikad baik sebagai seorang laki-laki dan Insya Allah seorang suami, ane berhak untuk menegur dan menasehatinya. tapi justru tanggapan yang mengecewakan yang ane dapat dari dia, ane ingin meninggalkannya tapi berat sekali karena ane sendiri dipercaya oleh ibunya (kebetulan single parents) untuk mendidik dan membimbingnya. Ane kadang putus asa juga menghadapinya.. mohon kepada teman-teman yang membaca artikel ini untuk memberikan solusi dan masukannya, Insya Allah kebaikan teman-teman di balas oleh Allah SWT, Amin..Syukron.
Waalaikum salam,wr,wb
kuma sama sama dengan apa yg aku jalin selama aku berpacaran dengan seorang single parent itu dia mempunyai adat yg keras dan saya sangat memahami apa tindakan dia .tapi sangat di sayangkan ketika saya bener2 mencintai dia dengan kondisi dia sebagai single parent dia mencampakkan aku,sungguh aku sakit hati sekali tpi saya pasrah mungkin allah masih sayang sama saya sehingga saya saat ini bener2 terpukul.yah saya hanya bisa ber doa untuk seorang yg saya cintai somga dia bahagia apa yg telah dia pilih..smoga allah membuka pintu hatinya amin
bagai mana kalo menikahi wanita yang sudah tidak perawan karena kesalahannya menurut islam,,,,,
syukron…berkat artikel nih dah nambah sumber tulisanQ nih…
moga bsa diamalkan..
syukron tas artikelnya………..
nambah referensi nih…….
saya senang bisa membaca artikel ini..karena saya sendiri jg sedang bingung dengan calon suami saya..orang tua saya menyerahkan semua keputusan pada saya..padahal saya ingin sekali mendengar pendapat dan filling mereka..ga da yang salah secara tampak luar..tapi yg saya kaget adalah dia tidak bisa mengaji..itu pun saya tau setelah 6 bulan pacaran..menurut akhi apa saya harus melanjutkan hubungan ini sambil mengajar dia mengaji(sementara saya jg ga terlalu pintar mengaji) ato saya putuskan hubungan ini saja..untuk para pembaca..saya minta pendapatnya juga..terima kasih..
terimakasih, moga kita dapat menemukan pasangan hidup yang baik dan membuat ketenangan dan kebahagian dunia dan akhirat…
mohon beri saran yg baik.smoga allah memberikan kebaikan bagi kita semua amin
ass,
sy tlah 2th pacaran namun backstreet, krn mnrt sy slma 2th tu ia hrz bs yakinkn sy dlu ataz niat’a tuk menikahi sy. stlh sy prcy niat’a lalu sy izinkn dy krmh namun 5 bln kemudian orangtuaku memdadak tdk setuju dikrnkn tdk sederajat. tp mnrt sy yg t’pntg adlh dy bs mnjd imam dlm hidupku. dy bkrja, nmun ortu sy te2p menolok, sy d wjbkn tuk mencr calon lg.
sy tdk ingin backstreet lg tp keadaan yg memaksa tuk backstreet.
calon suami sy b’tekad tuk m’p'tahnkn hubungan ini, krn dr awal memang niat’a tuk menikahi sy.
saat ni ke2 ortu sy memusuhi tanpa bicara dgn sy.
Mn yg hrz sy pilih? mengikuti mw ortu atw te2 pd pilihn sy
tlng bantu sy.
tx
assalammualaikum antum
ana,seorang muslimat,ana btuh jwban dri antum.ada dua orang cowok yang menyukai ana,yang satu orang nya Insya Allah ahli ibadah dan tau agama tetapi orang ini benar_benar cuek,gak perhatian dan gak peduli.sedangkan yang satu nya lagi yang dia tau cuma sholat selain itu dia gak tau apa_apa itu pun sholat nya sering ketinggalan cuma dia benar-benar perhatian dan mau ngerti saya.
di antara mereka berdua siapa kah yang pantas ana pilih?
ana butuh bantuan antum.ana tunggu jawaban dari antum
sebelumnya ana ucapkan syukron katshir.
wassalammualaikum ……….
sy jg pstii pilih cwo yg prtama… krna Rasulullah menyuru qt melihat darii aspek agama yg lbh d utamakan… jika dy mengerti agama insya Allah dia akan perhatian dn ngertii ketika waktu.a tiba(engkau halal bagi.a)
Allahua’alam bissawab…
Saya muslim, Menurut saya pilh cowok yang nomor 2, karena dia memiliki rasa sayang dan care dgn anda. Memang betul agama yg diutamakan, namun ada hal-hal lain yg perlu kita perlu dikaji dalam realita kehidupan. Ingat, menikah hanya 1 kali dan اَللّهُ swt membenci perceraian. Jangan sampai anda tersiksa dgn kecuekan dari cowok nomor 1 bila anda menikah dgnnya dan akhirnya cerai. Lebih baik bimbing si cowok nomor 2 utk memperdalam agama, dan itu pun akan mnjadi amal jariyah anda sebagai istrinya kelak. Inilah pendapat dari saya, tetapi semua tergantung dari sisi mana anda menilai segalanya. The choice is yours.
. Wassalammualaikum
assalamualaikum ya akhi….
ana tertarik dengan tulisan tulisan antum sejak dulu dan akhirnya ana terpaksa pula harus mencurahkan semua hal yang menimpa ana beberapa bulan terakhir ini
4 bulan lalu ana menikahi seorang gadis perawan dan sebelum menikah ana pernah mempertanyakan kesuciannya (baca:keperawanan) dia bersumpah masih perawan..Namun ketika saatnya tiba ana mendapati dia tidak lagi perawan..ana diam dan tidak menghiraukannya pada saat malam pertama karena alasan ingin menguji kejujurannya….2 bulan kemudian ana mendapati sms di hp nya yg diketahui berasal dari kiriman mantan pacarnya….kesempatan itu ana jadikan jalan untuk mempertanyakan lebih jauh tentang jejujurannya….tanpa di duga dia jujur mengakui semua perbuatannya tempo dulu..ketika ana bilang kenapa TIDAK JUJUR padahal pd saat bertanya ana jelas2 bilang “kamu perawan atw tidak itu bukan masalah tapi aku ingin kejujuran kamu” dia cuma jawab maaf..aku takut kamu ninggalin aku….
pertanyaan ana…apa yg harus ana lakukan sekarang..sebab kebohongan yg dia lakukan telah menyebabkan ana ‘sakit’secara psikis kadang jijik jika terbayang dia diperawani orang….?
Lalu bagaimana menurut pandangan hukum Islam tentang istri yang telah membohongi suaminya tentang masalah keperawanan..?
penting bagi ana ya akhi..mohon kiranya akhi dapat segera menjawab masalah ana..
terimakasih..wassalam.
Dan walaupun penyebab hilangnya keperawanan itu disebabkan oleh perbuatan zina yang dilakukan sang istri sebelumnya, seorang suami dilarang menyebarkan aib tersebut karena islam memerintahkan umatnya untuk tidak menyebarkan aib sesama muslim. Dan sudah ketetapan Alloh lah yang mempertemukan mereka dan sesungguhnya pintu taubat Alloh Subhanallohu wa Ta’ala itu sangatlah terbuka lebar.
Alloh Subhanallohu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan pekerjaan yang keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Alloh , lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa yang dapat mengampuni mereka selain daripada Alloh ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu , sedangkan mereka mengetahui”. (QS. Ali Imran: 135).
“Kecuali orang-orang yang bertobat sesudah itu dan memperbaiki ( dirinya ) maka sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An Nuur: 5)
Sehingga sangatlah mungkin bahwa Alloh menerima tobatnya dan mensucikannya dengan jalan pernikahan dengan seorang pria baik. Dan suatu berkah sekaligus ujian bagi sang suami untuk tetap melindungi bahkan membimbing istrinya dalam pernikahan yang penuh barakah dari Alloh Subhanallohu wa Ta’ala.
sangat luar biasa tulisan anda, semoga ini menjadi referensi bagi diri saya pribadi, karena saat ini saya sedang gundah memilih pasangan hidup.. saya sudah menjalin hubungan selama 8 tahun, tetapi dia masih belum ingin menikah.. dan masih lebih mementingkan karirnya ( pekerjaannya ) saya bingung… sementara saya sangat menyayangi dirinya, tetapi setelah membaca beberapa artikel saya mulai mengerti dan memahami.. siapa saya, siapa calon istri saya. Jazakallah… sangat bermanfaat
iaa
Tulisan yang bagus dan bermanfaat.
Boleh saya copy paste untuk blog di MP saya ?
Sumbernya akan saya cantumkan .
gue ;agi cari jodoh dunia akhirat
Artikelnya memberi plajaran bwt saya.
Smoga bs diamalkan. Amin.
izin copast yahhh
boleh ya disave tuk bahn bacaan
Syukron!!!!!
hmmm boleh saya tau sumbernya dari mana. menurut buku asbabun nikah yang pernah saya hadiri pengkajiannya, kriterianya berbeda tipis dengan yang di sebutkan diatas.
diantaranya
1. islam/seagama
2. ibadahnya baik
3. berakhlak, sopan santun
4. termasuk dari golongan bani… (apa gitu saya lupa; bila mampu)
5. keluarga baik baik
6. cantik
7. dermawan ( dalam hal ini kaya)
8. subur
9. dsb….
nah bagi pria memiliki hukum nikah yg berbeda ditinjau dari situasi dan kondisi baik dari wajib hingga ke haram. sedangkan wanita tidak ada kewajiban atasnya bila mimilih untuk tidak menikah. dah untuk wali diharamkan baginya bila memaksakan untuk menikah terlebih memaksa kawin putri pilihannya dengan pilihan orang tua/walinya.
semoga bermanfaat
terima kasih
6.
assalamu’alaikum wr.wb
saya membaca artikel ini dan kebutelan sangat tertarik.. karena pasangan saya sudah mengajak saya untuk menikah… jadi saya mau menambah pengetahuan saya tentang pernikahan dalam islam.. jujur sebenarnya saya ragu dengan calon saya ini, karena dia belum fasih mengaji (lebih banyak menghafal dari huruf latin karena membaca iqrapun belum lancar) calon sya selalu berujar ingin belajar ngaji hanya dengan sya,, jujur saya juga ragu mengajarinya karena ilmu yang saya milikipun masih rendah. yang menjadikan saya ragu adalah, apakah boleh wanita muslim menikah dengan laki-laki muslim yang tidak bisa mengaji?
[...] Sumber : gugundesign.wordpress.com [...]
Assalamu’alaikum Wr Wb
Akhi, saya seorang single parent dan saat ini ada 4 orang lelaki yang mencoba mendekati saya.
1. Bujangan sederhana tetapi ilmu agamanya bagus dan usianya dibawah saya.
2. Duda kaya, tau agama tetapi dia jauh dengan agama
3. Duda, perokok, tidak berani mengambil sikap tegas, agamanya biasa saja.
4. Duda, perokok, pekerja keras, agamanya biasa saja, berani dan gentle
Saya ingin memiliki suami yg bisa menjadi imam dan pembimbing bagi saya dan keluarga kami nantinya dan tidak perokok. Sebaiknya yg mana yang harus saya pilih, mohon sarannya. Terimakasih Akhi. Wasslam.
untuk menentukan pilihan yang tepat untuk pasangan hidup anda
1.ikuti kata hati anda
2. jika masih ragu lakukan shalat istiqarah insyaallah akan diberikan petunjuk oleh allah
assalamu’alaikum ww.wb
begitu saya membaca artikel ini, saya begitu kagum….
saya telah diajak untuk menikah oleh pacar saya, tapi saya masih ragu dan takut menjalani kehidupan berumah tangga yang pastinya akan jauh berbeda dari kehidupan saya sekarang….
mohon sarannya….
makasih banyak akhi.. wasalam
suami yang baik itiu cperty ap ea,,,,,,,,!!!!!!!!!!!
Assalamualaikum waraahmatullah wabaraakatuh, saya ingin sekedar curhat meminta tanggapannya. Saya Lukman, saya merasa bingung dan serba salah dengan keadaan sekarang. saya mempunyai pacar dan hubungan saya sudah dekat,ada hal yang kurang berkenan dihati saya dan juga keluarga saya mengenai keluarga pacar saya apalagi saat ini saya baru tahu kalo pacar saya itu bukan anak asli dari orang tua nya saat ini, dan orang tua nya itu sampe saat ini masih menyembunyikan status sebagi anak yaitu pacar saya, pacar saya tau kalo dia itu bukan anaknya, dia tau dari saudaranya dan tanpa disengaja pacar saya pernah menemukan surat serah terima penyerahan dia (pacar saya) kepada orang tua nya sekarang, tapi orang tuanya skarang sampai saat ini masih belum terbuka, dan pacar saya pun belum membicarakan itu dengan orang tuanya sekarang. juga ada hal-hal lain yang kurang berkenan saya terima juga ibu saya terima dari orang tuanya pacar saya. sekarang saya menemukan lagi wanita yang lebih baik (dalam hal Agama terutama akidah dan akhlaknya) saat ini saya sudah dekat dengan wanita itu, subhanallah saya menemukan sesuatu yang bisa saya kagumi dari dia, dalam hal pengetahuannya tentang agama, juga kpribadian nya sangat sederhana dan keibuan. saya sekrang merasa serba salah harus bagaimana? disisi lain hati saya lebih condong ke perempuan yang saya kagumi itu,disisi lain saya tidak ingin menyakiti pacar saya,sedangkan memilih calon istri itu harus benar-benar pilihan yang terbaik. saya mohon sarannya, terima kasih. mohon dikrim ke Email juga. Wassalamualaikum
Asslm ‘alikm wrwb..,
sy jg bingung hrus memulai dr mn, krn mslh yg sy hdp bgtu.. . Sy pny cln istri yg tdk cntk tp insyallh brhti baik mw di bimbing dan penurut yg pst smw kriteria utk jd ibu rt da pdny, kcwali cntk, pa kputsn yg hrs sy ambil?
bagai mana cara kita meyakinkan wanita ituj adalah tepat pilihan kita!
assalamualaikum wbt…
article yg bagus.mohon share dgn shbt ana…
bro q ijin mw copy artikel anda,.,.,., trus berkreasi ya,.,., merdeka
Artikel yang bagus…….
assalamu’alaikum,,,wah bagus sekali artikel diatas ,sedikit memberi solusi atas permasalahan sy….tapi sy masih merasa bimbang..mohon saranya atas permasalahan sy. saat ini ada 2 laki2 yg ingin mengajak serius,sy bingung menentukan mana yg harus sy pilih
1.beragama islam mengerti agama tp tak menerapkanya dalam kehidupan,mapan,perhatian,dari kelurga biasa,fisik baik,kakak2 sy tidak setuju
2.beragama islam dan menurut sanya pengetahuan tentang agama lebih dari laki2 yg no 1,cerdas,mapan,dari keluarga berada,agak egois,fisik standar.ibu sy tidak setuju.
tp sy sukanya sama laki2 no 1,tp sy tidak yakin untuk masa depan dengan laki2 no 1 karena dilihat dr agamanya….tp untuk memilih laki2 no 2 sy juga tidak yakin karena sy tidak begitu suka..terus bagaimana
saya ingin mendapat yg terbaik menurut agama.mohon saranya
[...] http://gugundesign.wordpress.com/2009/03/18/kriteria-memilih-pasangan-hidup-menurut-islam/ [...]
Khitbah | Afifah Chen Chen dibahas juga di dalam Juni 18, 2011 pada 9:52 am |
ketika saya searching di google, saya temukan artikel ni di deretan paling atas… subhanaallah sampe menetes air mata ini ketika membaca artikelnya….
saya bimbing krna slma ni saya sudah berusaha untuk istikhoroh, tapi jawabannya belum saya peroleh…..
antara cinta dan ragu….
saya simpatik dg seorang laki2, tapi saya juga agak ragu ketika melihat dari agamanya… dia islam, tapi masih amah… bahkan terkadang sholat masih ditinggalkan… ada yg bilang mungkin saya ni hidayah untuk laki2 ini, tapi saya takut malah terpengaruh oleh nya….
saya mengenalnya sudah 5 tahunan, dulu kami adalah tetangga kos, n saya tidak pernah berfikir suka pada laki2 ini, krna secara pola hidup saja sudah berbeda.. saya hanya menganggap dia seorang kakak. tidak lebih
ternyata setelah kami berteman sekian lamanya,… dia berniat untuk melamar saya….
saya mau menikah laki2 ni tapi dengan syarat, dia mau memperbaiki diri, belajar bersama untuk menggapai ridho-Nya,….
entah apa yang terjadi, sadar2 dia sudah kerumah ortu saya n saya diajak ke keluarganya….
tapi masih ada keraguan dalam diri saya….
saya bukan type profokator.. n saya takut banyak hal yang berbeda (yakni prinsip) katanya dia ga begitu mensyaratkan istrinya berjilbab….
astaghfiruallah…. bersambung….
Allahu Akbar… Allah tolong diri hamba Ya Allah….
[...] Sederhana 19. Kiat Menjadi Istri Sholehah 20. Menjadi Pemimpin Keluarga Yang Baik Menurut Islam 21. Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Islam 22.Luka Abadi Itu Bernama Selingkuh 23. Jangan Pernah Takut Untuk [...]
Jejak Browsing | Perseverance dibahas juga di dalam Juli 15, 2011 pada 4:24 pm |
boleh tanya???
saya wanita muslim 21 taun..
saya mempunyai pasangan seorang mualaf dan dia duda beranak 1..
diantara kluarganya,hanya dia seorang yang muslim.
dia menjadi mualaf semenjak dia menikah dengan mantan istrinya..
saya bingung apakah dia benar2 mencintai saya apa adanya atau hanya sebatas pelampiasan dia saja??
bagaimana caranya agar saya tau dia benar2 mencintai saya atau tidak?
dia sangat sayang sekali dengan anaknya,jujur saya salut dngan sikap tanggung jawab yang dia miliki sebagai seorang ayah,,tapi saya takut klo rasa sayang yang saya punya untuknya akan menjadi suatu hal yang membuat saya kehilanngannya.
apakah rasa sayang yang saya punya saat ini untuk dia salah?
Assslamualaikum…..izin tag
artkel nya bgs bgt………………..
assalamu’alaikum,,,,,,,
saya mau tanya,apabila orang tua tidak menyetujui hubungan saya dengan seseorang,, alasan nya hanya karena tidak sreg di hati orang tua, ,apa yang harus saya lakukan?
terima kasih,,,
wassalamu’alaikum.
as.
menikah….karena Allah, dan mencintai seseorang karena Allah….
jangan terlalu cepat dan optimis dalam memprediksi sesuatu….
menentukan jodoh, rezeki, setelah nikah….semua diatur oleh Allah, serahkan semua kepadaNya….kita manusia berusaha n bertawakal saja semampu kita…..
p.ustad saya suka bnget artikelnya
sippp
oooh….siapa dia ????
assalamualaikum, saya RT 24th. membaca artikel ini rasanya pas dengan keadaan saya yg Insya Allah akan menikah 2 bln lagi dg HS. tetapi sygnya saat ini kami mengalami masalah yg mengakibatkan pernikahan kami terancam batal dikarenakan ortu HS merasa sakit hati pada saya.
beberapa hari yg lalu kedua ortu HS mengadakan acara rathiban sebelum berangkat haji bln oktober nanti dan disaat bersamaan pula saya diharuskan pulang ke rmh kami di Bandung oleh ayah saya yg bekerja di Surabaya sedangkan sy sendiri bekerja di jkt dan kebetulan HS jg berdomisili di jkt.
krn menghargai ortu saya, maka sy meminta HS untuk meminta ijin kpd ayah saya bahwa sy akan datang terlambat karena harus menghadiri acara rathiban terlebih dahulu (perlu diketahui bahwa waktu sy bertemu dengan ayah sy tidaklah banyak karna beliau akan segera bertolak ke Sby dan kami jarang bertemu). tetapi HS menolak karena merasa tdk enak kalau berbasa/si mengundang karena kami belum sah, tapi anehnya HS justru berkeras sy harus dtg sedangkan kami belum sah.
selama acara berlangsung sang ibu (calon mertua saya) menangis karena merasa sakit hati pd saya. sampai2 tetangga merasa aneh dan akhirnya keluarga besar dari HS mengetahui permasalahan ini. yang berakibat HS marah besar pd saya, sampai2 kel. besar mereka tdk menyetujui hubungan kami karena saya dianggap tdk menghargai kel. besarnya dan sy dinilai akan menjadi istri & menantu yg tidak baik nantinya.
saat ini sy sdh menanyakan baik2 padanya, apa yg harus sy lakukan agar keluarganya kembali merestui hubungan kami. tetapi jika memang sudah tidak bisa dipertahankan krn kel’nya tidak menyetujui. saya pasrah..
yang menjadi pertanyaan saya adalah:
1. apakah acara rathiban itu penting? karena setau saya islam tidak mengajarkan itu.
2. bagaimana hukumnya seorang wanita yg sudah dilamar lebih mementingkan ortunya dibanding ortu pihak laki2?
terima kasih, sy sangat membutuhkan jawabannya yg tepat untuk permasalahan ini. karena pernikahan kami tinggal 2 bln lagi.
wassalamualaikum wr. wb
mw share dunk…ak dihadapkan oleh 2 pilihan seorang laki-laki,,yang satu ak cintai (org biasa) dan yang satu ak sukai dan dia org berada..2 2 nya udah serius utk ke jenjang pernikahan…ak bingung kira2 utk calon suami ak sebaiknya org yg seperti apa??mksh sblmnya
saya ingin sharing dengan anda….
rasanya saya cukup menderita dengan keadaan saya saat ini.suami saya sudah meninggal disaat kami masih mempunyai satu anak.sangat sakit rasanya.sejujurnya sebelum menikah saya sangat merasa jauh dari Allah…
tapi sekarang sy sngat dekat denganNya.saya lebih rajin sholat…
dan saya sering memohon untuk menikah lagi…
apa salah jika saya ingin memulainya lagi, disisi lain..hati saya sangat sakit jika mengingat masa2 indh bersma Almarhum…
sngt mngiris jiwa…
apa yg harus saya lakukan saat ini????
aamiin
bagussssssssssss
assalamualakum, sy SN (LK)25thn. sy menyukai s’org akhwat (NU 21Thn) yg mnurut pndngn sy dia baik dlm beragama islam, cantik, santun, ekonomi klrga biasa sja. kmi spakat utk taaruf (bukan pacaran) sja sblm kmi tau bhw kmi adlh jodoh sbg suami-istri, kmi brencna menikah (kl jodoh) sktr 1thn lgi krn alasan dia ingin konsen mnyelesaikn kuliyah ny dlu..
TAPI..
sy skrng tlh d jodohkn oleh klrga dgn akhwat masih golongan sy, yg mnrut sy akhwat trsbut baik dlm bergama, TIDAK trlalu cantik, pendiam SAMA sperti sy, ekonomi klrga biasa sj. dn kmi sdh dlm ikatan ‘butando’(dlm adat) atw mirip dngn tunangan, dmna dlm hti sy separoh tdk mnerima karena sy antara TIDAK INGIN MENGECEWAKAN KELUARGA dengan INGIN MENUNGGU AKHWAT yg kmi berencana menikah (kl jodoh) sekitar 1thn lagi tdi..
klrga sy sdh mrencanakan acra ijab kabul sy dngn pilihn mrka tdi (klrga kedua belah pihak telah stuju dn sepakat) sktr 1bln lgi TAPI dlm hti sy masih ragu2 krena d hti sy ingin sgera mnikah dgn akhwat yg pertama td tapi mesti nunggu 1thn (kl jodoh)..
bagaimana cara sy mngtasi mslh sy ini…….
mohon kpd ustad atau saudara/i sekiranya dapat memberi saran ataw jln keluar buat saya…
terima kasih… wassalamualaikum….
assalamu alaikum WR WB,
saya rhyo, saya mau minta penjelasan lebih dalam soal calon istri yang sudah diketahui pastinya kalau dia sudah tidak perawan tapi belum pernah menikah,??
terima kasih jawabannya,,
wassalam
Wahh bener banget di kang
assalamualaikum…. subhannallah artikelnya bagus juga. emmm,iya mencari calon pasangan hidup itu memang susah… tapi yang ingin saya tanyakan adalah masih adakah lelaki yang seperti itu?
wah mantap, akhirnya insyaallah saya bisa melihat dengan benar mana wanita terbaik menjadi pendamping hidup baik dunia maupun akhirat.
terimakasih banyak kawan semoga selalu di ridoi oleh allah SWT.
klo kita merasa agama kita tidak sepadan dengan agama dari akhwat yg dituju dan ingin melangsung kan pernikahan bagaimana hukumnya?
subhannnnalahhhhhhh
Subhanallah …
bagus banget artikelnya mas brow…
manfaat banget, thanks
siip
asslmkum,para ahli agama sy mau nnya,jika gadis sudah tidak perwan lagi mnrut islam/al-qur’an n hadist nabi muhammad saw tntng agama d’prblhkn d’nkahi pa tdk pra ahli agama n hkum’a pa halal atau haram?thanks
i like it
Artikelnya brmanfaAd, saia suka . Terima kasi ia akhi
saya memilih artikel ini tuk adik2 yg belum menikah.
Hmmm,,,,,,,,,,,,artikelx bgus skali klihtnx calon istri sya sdh mmnuhi kriteria d’atas tpi ttap sja psti ad kekurngan krn tdk ad org yg smprna,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!
Ada yg kurang tuch,
di sholat istikhoroin dulu. Biar gusti allah yg memilih permintaan kita,
Assalamualaikum…
Sy mau tanya apakah hukumnya seorg suami yg HTTP menjalankan sholat tp ttp melakukan perbuatan yg d larang sprt berjudi .tq
Wass…
Sbuah artikel yg bisa jd pljran yg baik,.!
Sy pengen jd s’og istr yg baik mnrt islm,tp sy ttp pen jd ank yg baik thdp ortu,.!tp stiap wnta brsuami hrs taat trhdp suami,trs gmn cra’y biar ttp jd anak solehah,.!
aslm…wr…wb,Salam..silaturahim….affan…ana…mau…tanya..dan..mohon..
dibantu…karena…ana..lg…kacau.
jika…calon…istri…kita…sudah…tidak…jujur…karena…terbawa…teman,..
sebenar’y…sifat…calon..istrii..saya…jujur…karena…terbawa…teman…saja…mulai
mulai…tidak…jujur..
dan..pada..akhir’y..ketauan..juga…bahwa…dia…punya..pacar..lg..
akhirnya..kami..selesaikan..dan..hasil’y..calon..istri..saya..tetap..memilih..saya
akan..tetapi,..orangtua..dan..teteh’y…ikut…campur…dgn..masalah…kami
dan..akhirnya..calon..istri..saya..mulai,..menghindari..bahkan..menjauh..
perkataan..teteh’y…sungguh..mengancam..calon..istri..saya..begitupun..orang..tua’nya
saya..sungguh..kaget…padahal…selama…udah..berjalan..4..tahun..pacaran
biasa2..aja…
akan..tetapi..dgn..datangnya..orang..ketiga..malah..tidak..setuju..dgn..saya…
padahal..calon..istri..saya..udah..mau..hidup..sama..saya.
yang..ana..tanyakan..bagaimana..sikap..saya..apa..yang..harus..ana..
lakukan…
lalu..bagaimana..cara..saya..untuk..mendapatkan..hati..orangtuanya..dan..tetehnya…
sukron..jiddan..ya..akhi
wasslam
tambahin..lagi..padahal..saya..sudah..berusaha..demi..calon..istri..saya..
saya..sudah..bekerja,..mas..kawin..tinggal..beli,..rumah..lagi..proses..1
akan..tetapi..orang..ketiga..tersebut..seorang..polisi..padahal..
calon..istri..saya..paling..benci..sama..yang..namanya…polisi….
tapi,..kenapa..yang..saya..herankan…secepat..itu..dia..berubah…pada..saya
padahal…setelah..diselesaikan..maslahnya…dia..tetep..milih..saya.
tp,..kenapa..dia..menghindar…bahkan..menjauh….
apa..yang..harus..saya..lakukan…
sukron
Subhanallah .. kini aku pun tau siapa yang cocok buat saya .:-)
Dan Bismillahirrahmanirrahim … saksikanlah semuanya .. dengan izin Allah dengan Ridha Allah saya menginginkan menikah bersama sahabat sya yng bernama ISMAIL ,,pada umur 24 tahun… semoga jalan ku adalah jalan yang baik …. untuk mencapai tujuanNya. Minta doanya semuanya .
,.
karena saya merasa banyak trjadi perubahan dalam diri saya setelah mngenal dia,.Terima kasih ..yha akhi yg telah menulis artikel ini, , , subhanallah …
Asalamualaikum
akhi gmna ya ada laki2 yg mau mlmr sya tpi sya msh ragu
apakah dia bsa menjadi imam yg baik bwt aku apa ga,?? Gmna baik,y ya????
assalamualaikum,,kl boleh saya tnya,apakah dlm memilih cln suami,perbedaan umur yg jauh menjadi hal yg utama??kl ortu kberatn krn jark umur trlalu jauh,apa yg hars dlakukn??agama n akhlaknya insyallah baik,,jd hrs gmana? mhn nasehatnya,,trimakash sbelumnya
Ass..
sebelumnya, thanks buat artiketlnya.
saya juga lagi bingung mengenai pendamping hidup.
makanya saya coba2 cari di google and trnyata saya nemuin artikel ini..^_^
Saya lagi bingung ni..
. Saya juga dah sering ngajak dia nikah tp dia lum siap karena dia bolang pekerjaannya belum mantap. Dan dia bilang harga dirinya sebagai lelaki ilang. Saya gk ngerti dengan apa yang dia pikirkan. pdahal menurut pemikiran saya. Nikah itu kuncinya rezeki. Kalau sudah menikah pasti Tuhan memberi rizeki. tp dia ttp ja blg lum siap. padahal pacaran dah hampir 3 tahun.
saya py pcar dah hampir 3 thn saya pcaran dgn dia.
orgnya cuek gk perhatian and mengenai agama’y biasa aja
tapi dia jg lumayan shalat’y lw gi gk jalan. tp lw gi jalan psti lewat deh shalatnya.
Karena masalah dia yg pingin nikah’y masih lama. Maka saya merekrut alias membuka lowongan buat cowok yang benar-benar serius and siap nikah.
karena disini faktor ortu yang paling berperan yg membuat saya pingin cpt2 nikah. karena kata ortu saya anak pertama and umur saya pun dah lumayan dewasa (27 thn) 2012 skrg). Jadi karena ada’y tekanan dari ortu yg merasa sudah malu krn sanak famili yang lain dibawah saya sudah bnyk menikah. maka mereka jg menuntut saya buat cpt2 nikah.
Jd, stelah banyak yg mendaftar & saya seleksi secara pribadi. Saya akhirnya dapatkan 1 cowok yg berusia diatas saya, dia blg mau cari yang serius jg n mau menikah cpt. karena saya merasa py visi & misi yang sama. maka saya terima.
Tapi saya lum sempat mau mutusin yg pertama, karena mmg saya msh syg bgt ma dia. cm alesan dia lum siap nikah maka’y saya cari yg baru.
Disaat saya sdh menerima yang ke-2 dan mau mutusin yang pertama. yg prtama yg prtama jg pernah bilang mau mengajak saya menikah. jd saya tambah bingung.
Saya harus pilih yg mana ? sya sudah shalat istiharoh tp lum dpt jwbannya.
sbnrnya persaan saya masih sama yg pertama. kalau yg ke-2 smpe skrg dah 5 bulanan tp lum pnya perasaan. mengenai agama dia jg biasa aja. shalat ja msh sering ditinggalin. Susah jg cari pacar yg sesuai dengan agama’y jaman skrg.
Menurut tmn2 saya harus pilih yg mana ya ….?
ditanya ke ortu, mereka blg diserahkan smuany ke saya. mau pilih yg mana mereka setuju asal bertanggung jwb.
please opininya y tmn2…….????
sori kepanjangan..:)
tambahan..
pcar saya yg ke=2 ini jg janjinya mo cpt nikah
tp sampe skrg dia jg lum ada signal-signal utk kesitu
and saya jg sempet berniat buat mutusin dia.
kan saya cm cari yg serius. kalau sama aja ya mending nunggu yg pertama..
please opini’y y tmn2..
makasih sebelumnya…^_^
asalammualaikum…..ustaz?
saya ingin meminta nasihat serta pendapat ustaz tentang masaalah yg saya hadapi….saya berumur 30 tahun belum lagi berkhawin….tetapi saya mempunyai kekasih yg sudah pun berumahtangga…pada awal saya mengenalinye dia belum lagi berkhawin,dlm tempoh 6 tahun saya menjalinkan hubungan dgn dia…dia telah berkhawin tanpa memberi tahu saya dia akan berkhawin dgn seorang wanita,setelah beberapa hari kemudian baru saya tahu dia sudah menikahi wanita lain….sy rasa amat sedih dan kecewa dgn dia lalu saya mengambil keputusan berpisah dgn dia,hampir 2 tahun kami berpisah akhirnye kami bertemu semula secara kebetulan…dia membari tahu saya dia berkhawin dgn isterinye bkn suka sama suka tetapi pilihan keluarganye….pada awalnye memang berat utk sy terima dirinye akhirnye kami membuat kputusan menjalinkan hubungan kembali sehinggalah sekarang,dlm tempoh hbgn kami banyak yg sy fikirkan tentang masa depan sy apakah penghujung hbgan kami sedangkn dia dan isteri berbahagia bersama anak2 tersayang sedangkn sy msh lagi bermain dgn teka-teki akhirnye sy membuat keputusan membuka pintu hati sy untuk menerima insan lain dlm hidup sy,alhamdullilah J seorng lelaki yg sgt menghormati dan memahami sy….sy sudah menjalinkn hubungan dgn J 2 tahun lebih tanpa pengetahuan dia,pada awalnye sy merahsiakn hubungan sy dgn dia dari J,tetapi bila J lafazkan niat hatinye ingin bertunang dan berkhawin dgn sy sy membt keputusan memberi tahu J hubungan yg sy rahsikan dari J,alhamdullilah j menerima sy seadanye walaupun J tahu sy menjalinkn hubungan dgn suami orang….kami merancang ingin bertunang pada bulan syawal nanti….sekarang yg menjadi masaalah ustaz bagaimana sy nk beri tahu dia sy nak bertunang dgn J sedangkan dia sebelum ini selalu ugut dan akan membuat sesuatu yg tidak elok terhadap diri sy….dan dia penah berckp dgn sy sekiranye sy berkhawin dgn lelaki lain dia akan pastikan lelaki itu tidak dapat memiliki sy….berilah sy nasihat dan pendapat ustaz…….
Assalamualaikum wr wbAku pria berumur 24 thn seorang wiraswasta banyak yg mau jodohin q tpi q bingung memilihnya dilain pihak org tua menuntut calonku yg sesuai dg kriteria keluargaku misalkan dalam hal totok romo,qjdi bingung q pilih slh 1 tpi takut dia gbsa nyesuaiin dg keinginann keluarga ku…..
Tolongin q…
Terimakasih dan wasalam…
assalamualaikum pa ,,saya mau bertanya,bagaimana jika pasangan calon suami saya belum bisa mengaji ? apa dia calon suami yang tepat buat saya ?saya masih ragu saat dia mengajak saya untuk menikah..
assallamuallaikum ,, saya ingin ikut share ,, minta pendapat dan pencerahan ,, ini yg sedang saya alami ,, masa lalu taarufan.ku,, dia sudah melakukan hubungan intim dengan mantan pacarnya klo di jumlah sama 6 taarufan.ku trsebut mlakukan hubungan intim dengan mantan pacarnya ,, bagaimana kalian untuk para pria bila menghadapi situasi sprti ini ?? apakah anda seorang pria yg akan menikahi wanita tersebut ?? minta pendapatnya :’(